Jumat, 06 September 2013

Tears In My Dream


Sampai kapan? Sampai kapan aku akan tetap terjebak dalam perasaan seperti ini. Kau kembali datang dalam mimpiku, dan aku hanya mampu bertahan ‘berdiam diri’ merasakan sakit karna rasa sayangku akan dirimu.
Ragaku mungkin telah pergi melangkah kedepan ingin meninggalkan semua ini. meninggalkan semua realita yang memang harus kuterima. Kau masih terjebak dalam masa lalumu bersama dengan dia yang telah bertemu dengan sang kuasa. Rasa bersalahmu muncul dan menghantuimu hingga kau merasa salah telah menyia-nyiakan perempuan yang tulus menyayangimu dulu. Dulu dimana aku tidak tahu kapan kau menjalin kasih dengannya. Dan saat kau mendengar kabar duka itu, baru kau menyadarinya bahwa perempuan itu sangat tulus menyayangimu. Terlambat. Tak ada gunanya kau meratapi dia yang telah tiada. Takdirmu harus kau terima. Namun kau menginginkan agar bisa kembali kemasa lalu itu, memperbaiki semua dan menghapuskan rasa bersalahmu.
Ya, aku berhenti ‘memperhatikanmu’ dan ingin pergi melupakanmu. Satu hal yang tertingal disana, tepat aku pergi membawa ragaku untuk melupakanmu. Dialah hatiku, hatiku masih tetap berada di tempat yang sama. Hatiku masih tertinggal dan ragaku kubawa pergi sekuat tenagaku. Aku mampu membawa ragaku pergi untuk melupakanmu. Tapi sungguh, aku tak mampu membawa hatiku. Hati kecilku yang sangat menyayangimu, hatiku yang masih teramat mencintaimu. Kusadari, bila aku berada diposisimu saat itu. Saat dimana kau mengatakan kau teramat menyesal dan tak akan melupakan perempuan itu. Mungkin aku akan lebih terpuruk dari apa yang kau rasakan sekarang. Tapi itu adalah kenyataan yang harus kau terima. Harus kau hadapi dan tak menginginkan kembali kemasa lalumu. Kalaupun kau kembali kemasa lalumu apakah itu akan memperbaiki segalanya ?
Hati kecilku, mengapa ia masih tetap tak pergi bersama ragaku ? Satu tahun lima bulan ia tetap menyimpan perasaan yang sama. Perasaan menyayangimu hingga sanggup melihatmu bahagia dengan wanita pilihanmu, perasaan senang saat melihat kau senang dengan orang lain dan bukan diriku, perasaan mencintai walau bukan hatiku yang berlabuh di tempat teristimewa dalam hatimu. Aku bahagia saat melihatmu bahagia. Aku merasakan sakit terlebih sakit dari sakit yang kau rasa. Percayakah kau akan perkataanku tersebut ?
Kau datang dalam mimpiku bagai obat yang bisa menyembuhkan lukaku. Seperti kamis malam di awal September 2013 ini, tepat tanggal 5 kau obati kerinduanku dengan mendatangiku walau itu bukanlah pada dunia nyataku. Dan perasaan sayangku semakin hidup tumbuh dalam hatiku, walau bukan dirimu yang menyemaikannya. Walau bibit dalam hatiku takkan pernah berbunga indah. Ia tetap tumbuh, dan semakin hari semakin bertambah rasa kerinduanku itu. Dan inginku yang kuurungkan untuk berlari menghampirimu dan mengatakan “Aku sangat merindukanmu” namun kuhalau hingga hanya sesak yang terasa.
Entah sudah berapa lama aku membawa ragaku pergi. Aku pun lupa kapan terakhir menatap senyumanmu, kapan terakhir aku mendengar suaramu, kapan terakhir aku melihat punggungmu. Punggung yang ingin sekali aku jadikan tempat aku berkeluh kesah. Punggung yang ingin kubelai saat kau sedang merasa sedih dan tak ada satupun yang kau ajak bicara. Hatiku tetap hati yang sama, yang mencintaimu lebih dibandingkan mencintai ragaku. Tak ada yang pernah menyadari itu, karna aku telah memilih ‘diam’ dibandingkan harus mengatakannya kepada sahabatku maupun kepadamu.
Bahkan denganmu, aku telah melakukan segala cara agar aku bisa pergi dari semua ini, dan memaksa hatiku mengikuti jejak yang terlihat. Aku memilih tidak ‘bertanya’ akan kabarmu, memilih berdiam diri menanyakan hal tersebut kepada Sang Maha Kuasa walau diri-Nya takkan pernah bisa menjawab doaku dengan suaranya. Aku hanya meyakini bahwa semua yang terjadi dalam hidupku ini adalah takdirku. Dan aku harus bisa menerimanya dengan pasrah dan tulus ikhlas. Tak perlu kukatakan lagi tentang rasa ini, karna hanya diri-Nya lah yang mengetahui seberapa besar rasa cintaku padamu.
Kepada sahabat-sahabatku, kita telah lama tak berjumpa. Dan aku telah lama pula berkeluh kesah tentangnya kepada kalian. Dan mulai saat aku memutuskan membawa ragaku pergi, aku lebih memilih menyimpan keluh kesah ini dalam hatiku sendiri, aku merasa itu lebih baik daripada membebankannya kepada kalian. Sudah cukup banyak juga masalah yang ada didalam hidup kalian. Aku tak ingin masalah ‘perasaan’ ku ini menjadi beban untuk kalian. Saat kalian akan menanyakan kabarku saat kita bertemu nanti, aku akan mengatakan “Aku baik-baik saja” ditambah dengan melihatkan senyumku kepada kalian. Aku tak ingin menunjukkan patahnya sayap yang ada dalam hatiku ini. Lagi dan lagi.
Kalian tak akan kuberitahu kalau setiap malam aku gelisah, tidurku tidak nyenyak karna bayangan dirinya selalu datang mengusik pikiranku, atau bahkan saat aku terbangun dari tidurku dan menangis karna telah bertemu dengannya dalam mimpiku. Semakin besar rasa rindu ini bila telah bertemu dengannya dalam mimpiku. Untuk sesaat emosi yang bergejolak dalam diriku mengintruksikan pikiranku agar aku berhenti menulis. Berhenti menulis tentangnya lagi. Berhenti membuat syair yang terinspirasi dari dirinya. Dan kuikuti intruksi itu. Namun aku berhenti megikuti intruksi itu hari ini. Karena aku ingin memberitahukan kepadanya apa yang aku rasakan setelah aku kembali bertemu dengannya dalam mimpiku. Aku ingin dia membaca tulisanku ini. Hanya dengan cara ini aku bisa memberitahukannya.
“Aku ingin melihatnya (lagi). Aku ingin melihat senyumannya. Walau dirinya takkan pernah tau kalau aku sedang melihatnya. Walau dirinya telah melupakanku, walau dirinya telah memiliki cintanya sendiri, walau dirinya sama sekali tidak pernah melihat ‘aku’. Meskipun ia mengetahui perasaanku terhadapnya, dan menganggap dirinya tak pantas untukku. Tak apa. Yang terpenting aku hanya ingin melihatnya. Aku ingin bertemu dengannya dan mendengar suaranya. Aku ingin melihat senyum manisnya.” Pintaku kepada-Nya sesaat aku terbangun dan kembali kedunia nyata ini.
Dalam mimpi itu, aku bertemu dengannya dan dia membawaku kesebuah tempat. Ia memperlakukan aku seperti yang tidak pernah terbayangkan olehku. Aku bahagia. Aku sangat bahagia saat itu. Entah dimana tempat itu, dan setelahnya aku tak bisa menemukan dirinya yang ‘sesungguhnya’. Aku melihat ia berubah karena sesuatu yang tidak aku ketahui itu apa. Ia melepas menggenggam tanganku. Dan baru tersadar olehku aku takut kehilangannya. Teringat dimasa lalu saat itu aku mengatakan “Aku tak takut kehilanganmu”. Dan setelah aku kembali bertemu dengannya dalam mimpiku semalam, baru tersadari aku takut kehilangannya. Namun aku tak bisa memberitahunya. Untuk apa aku memberitahunya sekarang? Sementara aku telah menuntun ragaku melangkah pergi menjauh darinya. Pergi dari kehidupannya namun hati ini tetap memiliki perasaan yang sama terhadapnya.
Dalam tangisku sesaat aku terbangun dari tidurku, aku terpikir sampai kapan aku terus begini? Memilih sakit dan menderita karena perasaanku ini. Sampai kapan?. Aku memohon agar Sang Pencipta dapat segera menolongku terlepas dari kondisi seperti ini. Berharap Tuhan mengirim dia ataupun seseorang yang bisa mengulurkan tangannya dan membebaskan aku dari perasaan seperti ini. Amor Da Minha Vida R.

Selasa, 30 Juli 2013

Letters To Taylor Swift



Indonesia. July, 28th 2013.

Dear my inspiring idol, ever.. Taylor Alison Swift.

I’m Swifty from Indonesia. I became a Swifty since 2009. That moment, the first time i hearing you’re song Forever and always and look at the lyrics, I immediately felt the soul of the song. The lyrics have a deep meaning and very Touching my feeling. Was originally I never know if all your songs is written based on a true story that happened in your life. And I find out all about you in Taylor Awift's Indonesian fanbase on twitter. Why I'm much like your song, because I'm a woman. And women tend to use the "feelings" of anything, same as you.
So I understand, and to feel what you feel and what you wrote in all of the lyrics in your songs. I really like make a poems if I could sing like you, maybe I want to sing the poem which I have made. As you do. Taylor, you're like a medicine to me. Why do I say that? because when I'm angry, sad, happy, in love, broken hearts and happy, I passed all my feelings it by listening to your songs. Even when I fall in love, but my love is only love the one hand, I cried alone and listen to your song, entitled "You Belong With Me and Invisible". And when I hope to have a story that ended happily as in the song "Mine", but the reality is like what happens in the song "White Horse".
I never dare to tell my feelings to someone I love. But you teaches me to be someone who "Fearless" and should be "Speak Now". Finally I dare to say what I feel to him. And I'm relieved to say my feelings to him. All your songs are very inspired, always accompany my days and make me like a woman who brave.
Taylor's, I wish I could sing with you here. In Indonesia, my beloved country. I want to to cry with you and to feel the all the sadness and be happy in concert in Indonesia. I'm not the only one Swifty waiting your arrival in Indonesia, there are thousands and even hundreds of thousands of Swifty who awaits your arrival here. I've waited four years for a concert here. And hopes to be part of the "Red Club in Indonesia". I know nothing is impossible, and I always believed that. One dream in my life is being able to come to your concerts and meet you along with The Agency here is directly, hug you and capture the moment in a photograph that beautiful.
And I proudly say to all my friends if I meet my beloved idol Taylor Swift. Then i will remember it beautiful night, where I can come to your concert in Indonesia. And when I woke up in the morning, I hope it's not a dream last night, but a beautiful reality. Woke with a big smile and looked at the photos on my camera.

TAYLOR SWIFT I LOVE YOU SO MUCH....
TAYLOR SWIFT INDONESIA WAITING YOU....
PLEASE COME TO INDONESIA, CONCERT IN INDONESIA...

With Love, nK Indonesian Swifty..