Rabu, 30 Maret 2016

terima kasih, kau bukakan kedua mataku

Teman.
Apa itu teman?
Bagiku teman yang paling sejati adalah buku.
Mengapa aku memilih buku sebagai teman sejatiku?
Buku adalah teman sejati yang tetap mendengarkan dan menemaniku disaat hari-hariku kelabu.

Karena yang aku tahu :
1. Teman adalah seseorang yang paling tak ingin melihatmu bersedih.
2. Teman adalah seseorang yang paling utama membelamu saat kamu diperlakukan tidak menyenangkan oleh orang lain.
3. Teman adalah tempat ternyaman untukmu menceritakan apapun tentang segala hal.

Tapi.... apa yang kurasakan kini tidaklah seperti ketiga poin di atas.
Disaat sekarang ini hal yang sangatlah tidak menyenangkan terjadi dalam hidupku, justru seseorang yang aku anggap 'teman' itu tidak mengatakan apapun yang dapat membantu membersihkan namaku. Tidak keluar satu kata pun bahkan disaat dia tahu kejadian yang sebenarnya.
Adapun teman yang satu lagi, hanya mampu menunjukkan "kebencian" dari orang tersebut.

Seolah-olah disini akulah yang paling bersalah. Seolah-olah disini akulah yang paling kejam.

Ya Allah...
Engkau lebih tahu segalanya. Engkau berikan aku rasa ini agar aku selalu mengingatMu.
Aku bertahan dalam tempat yang selalu menyudutkanku ini hanya demi kedua orang tuaku.
Hanya demi mereka.
Setidaknya aku bisa menjadi anak yang berguna.
Aku hanya ingin bisa membahagiakan mereka dengan cara membantu meringankan beban mereka.
Aku bertahan sejak awal hanya demi mereka...
Hanya demi mereka....
Demi mereka....
Ya Allah... kuatkan aku...
Karena aku tidak memiliki siapapun selain engkau.. hanya kepadaMu aku mengadu.
Hanya kepadaMu.... 😢😢😢

Bekasi, 30 Maret 2016.

Minggu, 27 Maret 2016

sick!

Sebesar apapun rasa rindu ini, sedalam apapun rindu ini, aku tetap tak lagi memiliki kekuatan untuk mengatakan padanya.
Sesak.
Aku harus berani menghadapi kenyataannya.
Dan aku tak pernah ingin "lari" lagi tuk menghindari ketidak inginanku menghadapi semua yang telah terjadi di depan mataku.
Pengecut, aku tak ingin lagi menjadi pengecut.
Perlahan, aku harus bisa menerima kenyataan yang memang benar-benar ingin aku ketahui.
Setelah aku tahu, meski tak pernah merubah apapun dalam rasa didada ini, tetap terasa lega.
Aku tak ingin lagi mengharapkanmu.

"MUNGKIN, SUPAYA KAMU BISA MULAI MENGINGAT SAYA. SAYA HARUS MULAI MELUPAKAN KAMU."

rindu... begitu rindu...
terasa sesak... begitu sesak dan sakit.....
merindukanmu, merindukanmu begitulah rasanya.

Teruntuk dirimu yang jauh disana, aku tahu.... aku tahu rasamu begitu besar untuknya. Aku tahu betapa berartinya dia dalam hatimu. Aku tahu betapa ingin sekali kau bertemu dengannya meski hanya tuk sesaat.
aku harap.... kau bisa segera melupakannya. Dan aku pun berharap saat kau bisa melupakannya, aku pun telah melupakanmu..

Semoga kamu bahagia selalu~

27032016, salam, rindu yang terpendam..

Sabtu, 19 Maret 2016

Hijrah

Bekasi, 19 Maret 2016

Hijrah.
Aku sedang belajar melewati proses ini sejak enam bulan terakhir.
Aku tak pernah tahu rasanya bila aku tidak memulainya.
Pedih.
Kenapa aku bisa berkata seperti ini?
Pengujian keimananku yang naik turun.
Sakitnya dicemooh orang sekitar.
Ketika aku belajar mencintai lagu-lagu yang berbau religi, selera laguku yang kini berbeda.
Sempat orang terdekatku pun berkata hal yang menusuk hati.
Aku memang belum sepenuhnya bisa berHijrah.
Tapi aku tetap belajar untuk menjadi lebih baik dari aku yang sebelumnya.
Bukan untuk terlihat indah dimata makhlukMu, melainkan dihadapanMu ya rabb.
Aku mulai iri melihat muslimah dengan penampilan yang sungguh istimewa, yang menutup seluruh auratnya terkecuali kedua mata dan kedua telapak tangannya.
Sungguh, indah dipandang.
Dulu, aku mungkin akan berkata wanita seperti itu terlihat seperti "teroris".
Tapi kini, bila ada yang berkata seperti itu, rasanya hati ini seperti teriris. Sedih. Sakit.
Aku besyukur..... Allah telah membukakan pintu hidayah dalam hatiku.
Aku hanya ingin menjadi wanita yang belajar untuk menjadi wanita shalehah.
Hingga akhir hayatku, semoga ALLAH SWT selalu menjadikan hati ini tetap berada dalam keistiqomahan.
Dan aku berharap pula, untukmu yang berada jauh disama pun sama seperti aku.
Memperbaiki diri.
Memantaskan diri dihadapan-Nya.

"Perempuan baik untuk laki-laki yang baik. Dan perempuan keji untuk laki-laki yang keji pula."

Begitulah ALLAH SWT menjanjikannya.. dan aku tahu, janji-Nya pasti.