"Terkadang, kau lelah mendengarkan..
Ingin sekali kau bercerita, membuka jendela hatimu dan menunjukkan isi didalamnya.
Ruang yang selama ini terkunci rapih, tempat peluhmu bergumul.
Tidak hanya menjadikan dirimu sebagai "good listener"..
"Terkadang, kau butuh sebuah pelukan..
Bukan hasrat ingin mematahkan kesedihan seseorang, namun kau selalu sendirian ketika kesakitan".
"Terkadang, kau butuh jadi seseorang yang tak berperasaan..
Tak hanya memikirkan perasaan orang yang bahkan untuk memikirkanmu dia enggan".
"Terkadang, kau ingin menjadi special..
bukan karena dirimu rupawan ataupun dermawan, tetapi karena kau memang seseorang yang dibutuhkan. Kau berarti dalam hidup mereka karena kau berbeda, kau "special".
Mungkin, bila kau bertemu dengan yang benar-benar tahu akan hadirmu, kau akan meninggalkan segala "terkadang" yang memenuhi otakmu saat ini.
Sosok yang begitu kau rindukan, yang kan kau abadikan dalam keabadian.
Mereka bukan orang yang menjadikanmu ada didunia ini, mereka bukan orang yang memiliki darah yang sama denganmu, mereka bukan orang yang selalu kau dengarkan peluhnya, mereka bukan orang yang hanya datang padamu ketika membutuhkan, mereka bukan orang yang namanya bertahun-tahun kau simpan dalam diam, namun dialah seseorang yang akan membutuhkanmu dalam hidupnya. Karena selain dia, mereka akan meninggalkanmu. Mereka bahagia tanpa hadirmu.
Ketika kau hanya mampu membisu ketika gejolak peluh dalam hatimu berlomba-lomba ingin membunuh hatimu, membawamu kedalam pikiran yang bisa berakhir mematikan kehidupanmu, namun kau hirau. Kau kunci rapat hatimu, Kau terisak diruang itu sendirian. Tak ada satu pun pelukan, sandaran, uluran yang menghentikan gejolak itu. Kau meredamnya melalui isak tak bersuara itu. AKU TAHU RASANYA. FEEL THIS WAY, IT'S SO HURT.
Sementara hati kecilmu meneriakkan nama mereka, nama orang-orang terdekatmu. Ibumu, ayahmu, adikmu, saudaramu, sahabatmu, dan namanya yang begitu ingin kau temui saat itu juga. Namun mereka hanyalah anganmu yang kau temu dalam bisu. Karena kau tak mampu melakukannya, memanggil mereka yang sangat kau butuhkan bukan karena kau memanggilnya, sejatinya karena kau ingin mereka merasakan perihnya lalu menentramkan risaumu berbalut pelukan.
(Aku tak ingin memanggilmu, karena aku tahu aku bukan bahagiamu.)
Bekasi, 12 Januari 2018
N.P