Setapak demi setapak langkah kaki itu meninggalkan jejak.
Mendaki dataran tinggi, menyusuri padang eidelweis.
Mengukir kenangan bersama teman sependakian.
Mengabadikan kekaguman pada semesta dalam potret-potret memori bernama kenangan.
"Hari ini, aku melihat Sang Jingga terbenam di peraduan."
Berganti malam berselimut bintang-bintang.
Ditemani bias-bias cahaya api unggun yang menari-nari tertiup angin.
Minimnya cahaya lampu, melukiskan betapa indahnya langit malam.
Bulannya terlihat besar, berwarna merah tak seperti biasanya.
Peristiwa itu terjadi 2015 lalu bernama Blood Moon.
📖 dan dialah "Sang Pendaki" yang meneritakan rasa syukurnya bisa menjadi saksi betapa indahnya segala ciptaan-Nya.
Bekasi, 16 November 2016.