Jumat, 05 Desember 2014

(Comfortable) Friends!

"Allah tidak akan memberikan apa yang kamu inginkan, melainkan apa yang kamu butuhkan."

Kata-kata tersebut selalu diucap mungkin sudah ribuan kali oleh almarhumah Kiki. Dengan penuh keyakinan, dia selalu mengatakan kata-kata tersebut ke gue.
Gue pun ikut menelaah dan mencerna kata-kata tersebut dalam (hati) nurani gue.
Dan pada akhirnya, gue PAHAM dengan kata-kata tersebut. Dan gue menyadari betapa Allah lebih tahu dan lebih berhak menentukan jalan hidup gue.
Hampir satu bulan kini gue bekerja. Menerima dengan lapang dada takdir dari-Nya. Menjalani semua yang memang HARUS gue jalani. Bersabar. Berusaha. Dan bekerja sebaik mungkin.
Gue pun sadar, mencari pekerjaan tidaklah semudah yang dulu pernah gue rasakan.
Gue cuma bisa menjalani. Menjalani dan menjalani. Semua sudah kehendak-Nya.
Gue juga belum bercerita sama temen kuliah gue. Mungkin saat sudah sukses baru bercerita. Hehe :P
Entahlah, gue nggak mau membebankan teman kuliah gue. Mereka sudah cukup sibuk dengan dunia baru mereka.

Sudah satu tahun satu bulan almarhumah Kiki pergi. Gue harus bisa terbiasa tanpa hadir dirinya lagi. Dan semua kerinduan gue buat dia, cukuplah disalurkan melalui doa. Mendoakannya.
Ditempat kerja gue sekarang, gue mendapat teman baru. Teman yang memang gue butuhkan. Membutuhkan mereka agar bisa 'sedikit' menghibur gue yang memang nyatanya seperti sudah tidak memiliki teman (lagi). Karena hari yang gue lalui sebelum bekerja hanya menjadi pengusaha kecil yang selalu ditemani drama korea sambil mengirim email lamaran pekerjaan.
Awalnya, belumlah ada rasa kenyamanan saat berkenalan dengan rekan kerja. Namun akhirnya, semakin hari semakin banyak yang gue pahami. Mba Desti Winarni yang suka buat gue tertawa dengan kelakuan lucunya. Amoy Ismayah si pencinta anime dan yui, yang suka heboh sendiri saat menonton anime, Endah Purnamasari yang jutek tapi memang seperti itu adanya dia, dan Putri Prz(ubaedah) yang tomboy tapi gue yakin dia perempuan yang tegar.
Kenyamanan saat berkumpul bersama mereka tidak pernah terbayangkan dalam benak gue. Salah satu dari mereka membuat gue memiliki kenyamanan yang berbeda dari 3 rekan kerja gue yang lainnya. Baru tersadari, mungkin 1 minggu belakangan ini atau..... Ah lupa! Rasa nyaman gue ke Putri terasa lain. Rasanya ingin selalu ada dia disekitar gue. Dan gue merasa kedekatan gue dengan Putri berbeda dengan kedekatan dengan mba Desti, Amoy ataupun Endah.
Dulu, awal masuk kerja, rasa nyaman pertama gue rasain sama mba Desti dan Amoy. Kemudian seiring berjalannya waktu, dekat dengan Putri. Rasa nyaman yang berbeda dari semua rekan kerja gue. Kenapa gue bisa merasakan itu?
Karena, gue menilai Putri sebagai sosok yang menyenangkan. Apa adanya. Dan gue merasa dia pun paling dekat sama gue. Perasaan nyaman itu sama dengan perasaan nyaman gue ke almarhumah Kiki. Mungkin Allah tidak memberikan apa yang gue inginkan (bisa melihat dan bertemu Kiki di dunia ini lagi) melainkan memberikan apa yang gue butuhkan (bisa memiliki teman sedekat ini sama seperti kedekatan gue dengan Kiki). Perlahan, gue mulai menerka dan mencernanya. Saat bersama Putri rasanya bisa bercerita apa saja, diapun begitu. Seperti ada rasa saling percaya. Tanpa ada rasa ragu menceritakan apapun, termasuk masalah dalam hidup gue maupun hidupnya Putri.
Rasanya sama saat gue masih bisa bertemu Kiki. Kenyamanan saat didekatnya. Menghabiskan waktu bercerita apa saja.
Gue tahu Putri adalah anak yang kuat. Tegar. Mendengar semua ceritanya. Bedanya, Kiki lebih ke ibuan dan Putri tidak.

(Hampir) sama seperti Kiki, Putri (dari feeling yang gue rasain) berusaha menghibur gue. Dengan cara ngeledek dan pernah suatu ketika gue hampir menangis karena terbuai alunan lagu dan saat itu memang sedang bad mood karena rindu seseorang, dia menunjukkan fotonya saat dia SMP dulu. Dengan rambut keriting dan culunnya foto itu dia tunjukkan ke gue. Ngakak lah jadinya gue. Bersyukur sekali bisa mengenal kalian berdua.
:')

"Ya Allah, terima kasih atas semua karuniamu. Sungguh aku hanyalah makhlukmu yang lemah. Ajari aku selalu merasa bersyukur atas semua yang telah engkau berikan kepadaku. Teman yang baik dan aku butuhkan."


PS : tetap jadi my (comfortable) friends yah, semoga kita bertemu lagi di akhirat nanti. Putri PrZubaedah. Fikria Kiki Fatmala.
Dan untuk Vicky Mars(y)alindri, Dea Dwica(h)yanti, Ririn Juniarti, dll semoga kelak kita menjadi teman (lagi) diakhirat nanti. I Hope So.

051214 - 21:46

Night, ♡ always.
-Rull

Senin, 24 November 2014

Hujan

Biarlah lidahku keluh,
Biarlah hatiku kisruh,
Dikala hujan datang..
Rindu ku tentangmu tak jua menghilang..

Aku bukanlah wanitamu,
Aku bukanlah bintang dihatimu,
Aku hanyalah sepotong rindu..
Berbalut cinta tanpa suara..

Aku, Rindu..
Aku, Cinta..
Pada dia yang sedari dulu aku kenal..
Aku ingin, tanpa rasa takut tuk berkata Rindu..
Namun, sekali lagi aku hanya sepotong diam..
Tanpa suara..

Rindu tiada tara...
Padanya yang tercinta..

Hujan, satu dari ribuan tetesanmu jatuh membasahi bumi..
Jika salah satu diantaramu bertemu dengannya, jadikanlah rintikkanmu sebagai penyalur tumpukkan rindu dalam kalbuku..
Pada dia..


My day, 241114..
♡ always,
-Rull

Sabtu, 15 November 2014

karena Rindu ini tak pernah ku adu~

Untuk kesekian kalinya, aku (masih saja) memimpikanmu karena Rindu.

Aku, aku tak bisa melampiaskan rasa Rindu terhadapmu.

Tak bisa tanpa tahu malu berucap merindukanmu tanpa pikir panjang dulu.

Mungkin, dahulu aku berani mengatakan Rindu kepadamu tanpa rasa malu.

Namun kini, aku hanya mampu menitip Rindu ini pada-Nya dalam lantunan doa nan syahdu..

Sepanjang disepertiga malam aku bertemu denganmu dalam tidurku..
Aku bahagia serta malu..
Berjumpa denganmu meski kau tak menyapaku..
Disana aku melihatmu terluka, lalu ku beranikan diri membelamu..
Walau akhirnya aku yang akan pergi dan takkan pernah kembali..
Bahkan dalam mimpi, perasaan sakitku sama seperi dalam dunia nyataku saat kulihat kau tersakiti..
Aku begitu menyayangi dirimu, hingga rela menggantikan dirimu yang kulihat hampir mati..

Sejenak aku terbangun, dan kemudian kupejamkan lagi kedua mata ini..

Karena aku masih ingin bertemu denganmu lagi dalam mimpi..


Mungkin, itu adalah cara Allah mengobati rindu dalam hatiku saat Rindu memporak-porandakan relung hati yang gelisah karena Rindu yang tak jua padam karena api Rindu masih berkoar-koar dalam hatiku..

Terima kasih, kau masih ijinkan aku bertemu dengannya dalam mimpiku semalam.. :''


♡ always,
-Rull (151114)

PS : masih meRindukanmu..

Selasa, 11 November 2014

Kepada (hati) Nurani, dari "AKU"

Nurani, berhentilah memanggil namanya..

Bahkan saat mata terpejam, berusahalah bahagiakan dirimu (hati)Nuraniku, jangan menangis merindunya..

Kau tahu, kau adalah bagian terpenting dalam hidupku..

Saat engkau tersakiti, kami ikut tersakiti..

Otak seakan mati saat engkau merasa tak berarti..

Susah senang yang kurasa semua berasal darimu..

Engkaulah yang mengatur semua indra-ku..

Bukankah saat memejamkan kedua mataku, engkau masih saja membuatku gelisah..

Rindu dia yang masih saja kau agung-agungkan ditempat terindah dalam dirimu nuraniku..

Tempat yang tak kau ijinkan seseorang selain dia untuk singgah disana..

Aku tahu, Tuhan tidak memberikan dirimu ada dalam diriku untuk memberikan aku "sesuatu"..

Sesuatu yang belum tentu kan diberikan oleh-Nya untuk orang lain, cara mencintai seseorang tanpa salah pandang..

Aku yakin, jika dia memang apa yang engkau butuhkan, Tuhan kan memberikan jalan meski badai menghadang..

Untuk itu, bersabarlah wahai (hati) Nurani.. Engkau harus melewati banyak terpaan untuk merasakan kebahagiaan..


Aku masih mencintaimu. Aku akan terus menjagamu. Aku akan menemanimu dalam menghadapi rintangan dalam hidupku.

Teruntuk (hati) Nuraniku.

Dari, aku yang menjagamu dalam tubuhku.


11/11/14

Selasa, 04 November 2014

satu tahun telah berlalu.

041114 - 21:27

Satu tahun telah berlalu..
Dirimu pergi tepat tanggal 3 sehari yang lalu..
Tanpa pamit kepadaku..
Semoga allah selalu menjagamu..

Satu tahun telah berlalu..
Kulalui hari tanpa hadirmu..
Tanpa suara dan belaianmu..
Kini hanya ada pusaramu yang diam membisu..

Satu tahun telah berlalu..
Maafkan aku, belum sempat kutengok dirimu..
Aku diam, terpaku menerawang waktu..
Seakan-akan kau masih ada disampingku..
Saat kau tertidur lelap dilenganku..
Hingga aku merasa kaku..

Satu tahun telah berlalu..
Kau selalu buatku rindu..
Akan kejadian lucu..
Saat kau masih bernafas dan mengangguku..

Ahhh, aku rindu..
Satu tahun yang lalu..
Satu tahun kini telah berlalu..
Semoga kamu bahagia dalam surganya, surga terindah dalam pelukannya yang tak kutahu..

In memoriam.
Fikria Rosda Sofyani
Binti
Sofyan Sauri

07 april 1992 - 03 nov 2013..

Senin, 03 November 2014

Ajari aku.

Ajari aku.
Melupakanmu disaat cinta ini masih menginginkan hatimu..

Ajari aku.
Menghapuskan jejakmu dalam ruang hati tanpa harus tersakiti..

Ajari aku.
Meredam sorak soraian relung hati yang selalu meneriakkan namamu..

Ajari aku.
Menepis rindu yang kedatangannya tanpa pernah kutahu..

Ajari aku.
Berpura-pura mengecoh hati ini agar getar-getar denyut jantungku tidak berdebar tak berirama saat melihatmu..

Ajari aku.
Berani. Berani menghadapi semua kisah pilu yang sering kali datang tanpa kutahui..

Ajari aku.
Mencintai orang lain yang kan membuatku bisa menganggapmu seperti temanku yang lainnya tanpa harus bedebar jantungku karenamu..

Ajari aku.
Menjadi perempuan yang bisa menjaga jiwa dan naluri hatinya untuk memberitahukan semua perasaannya terhadapmu tanpa kenal rasa malu..

Ajari aku.
Menjadi seseorang yang kuat tanpa harus mengeluh tentangmu..

Ajari aku.
Kumohon ajari aku untuk berhenti mencintaimu. Untuk berhenti menyayangimu. Untuk berhenti menangis karena rindu padamu.

Jika aku bisa, melakukan semual hal yang aku pinta darimu untuk mengajarkan semua itu. Aku tak perlu meminta darimu.
Aku tak memintamu mengerti diriku, aku hanya meminta bantuanmu.
Aku tak ingin lagi terjebak dalam rasaku.
Aku tak ingin menambah luka hatiku.
Aku tak ingin menjadi perempuan bodoh yang tak tahu malu.
Aku tak ingin kembali menghancurkan hidupku.

Dahulu.
Sama seperti dahulu ketika aku membiarkan "hatiku" dilukai oleh pengkhianatan orang terdekatku.
Lalu, aku biarkan kembali hatiku terluka karena mengalah terhadap sepupuku..
Saat cinta ku bersemai indah bersama dengan dia, namun tuhan tidaklah mengijinkan aku tuk bersamanya.
Aku tak memintamu membayangkan menjadi diriku kala itu.
Aku hanya ingin menuliskan betapa hatiku meringis karna kubiarkan terluka.
Sulit rasanya merelakan dia yang baru saja mengobati luka hatiku.
Namun aku bukanlah seseorang yang egois, tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Aku mengalah.
Aku pergi.
Entahlah, luka ini semakin menjadi ketika orang lain berusaha memanaskan hati ini dengan menyiramkan air garam. Perih.
Aku tak berdaya.
Menangis sepanjang malampun tak ada gunanya.
Masih menganga..
Hingga akhirnya aku bertemu denganmu.
Yang secara perlahan menyusun satu demi satu kepingan hatiku yang patah karna terluka.
Dalam diam.
Aku merasakan cinta itu dalam diamku.
Aku tak berani memberi tahu.
Hingga kau pun akhirnya tahu semua rasaku.
Tak terasa, dua tahun tujuh bulan kubiarkan hatiku mengikuti inginnya.
Walau lelah, dia tetap berdiri disana.
Mencintaimu walau perih yang terasa.
Merindumu meski tak pernah ku adu.
Hingga ia memintamu mengajarinya melupakanmu.
Kesulitan terbesar dalam menjalani proses "ingin melupakan" dan "berhenti" ialah karena ia masih sangat menyayangimu.
Percayakah kau akan apa yang dirasakan "hati" ini?
Sekali lagi, aku tidak memintamu mengerti.
Aku hanya ingin menuliskan isi dalam hati ini.
Kau tahu, aku adalah perempuan pengecut yang selalu bersembunyi dibalik tulisan..
Aku berharap, aku bisa membantu hati ini mengikuti langkah kakiku.
Pergi menjauh tanpa mengganggu hidupmu.
Atau bahkan menyakitimu.
Akupun berharap waktu kan berpihak padaku, membantuku melewati hari tanpa berpikir tentangmu..

Maafkan hati ini, yang mengatakan bahwa dia masih sangat menyayangimu....


Menjelang tengah malam.
03 November 2014.

♡ Rull..

Minggu, 02 November 2014

Dear kalian berdua....

Dear kalian berdua..

Setelah bertemu Fikria, pada awal kuliah dulu. 
Kita memang sering melihat.
Namun kedekatan kita terjalin sejak semester 2.
Aku tak pernah menyangka, kita menjalin pertemanan sedekat ini.
Yang rasanya tidaklah lengkap bila salah satu tidak berkumpul bersama.
Kalian tahu, kalian menyebalkan.
Kalian begitu menyebalkan hingga aku jengah.
Tapi itulah kalian.
Itulah kekurangan kalian.
Namun kekurangan kalian yang apa adanya membuat aku mengerti.
Mengapa kalian melakukan itu, kalian "Jujur"..
Kalian jujur mengatakan apa yang ingin kalian katakan.
Kalian adalah pelengkap "KITA"..
Aku yang tidaklah ada apa-apanya, yang pengecut bersembunyi dibalik sajak pengungkap setiap apa yang aku rasakan..
Kalian selalu membantu aku berbicara disaat aku tak mampu berkata-kata..
Kalian yang menyembunyikan fakta agar kutakrasakan kesakitan karena cinta sendirian..
Kalian yang ikut merasakan bahkan mungkin lelah, dari setiap cerita percintaanku yang berantakan..
Kalian yang menyemangatiku disetiap kali aku terjatuh..
Kalian yang diam-diam mungkin merindukanku (ahahaha, pedeh sekalih akuhhh..)..
Kalian yang selalu menyediakan waktu untuk berkumpul disaat kuliah telah berlalu..
Hampir setiap hariku dulu kulewati bersama kalian..

Aku, tak pernah menginginkan kalian rengkuh piluh bahkan jenuh, saat ku ceritakan tentang apa yang sudah buat hatiku kistruh.
Aku, tak menghiraukan jika aku jatuh terpogoh-pogoh sendirian dibanding melihat kalian ikut jatuh bersamaku.
Aku tahu kalian jenuh, mendengar ceritaku yang selalu mengeluh.
Karena kalian pun pasti memiliki masalah perih tersendiri dalam hari-hari yang kalian lewati.
Aku tak ingin menambah beban kalian.

Semoga kalian bahagia bisa mengenal "Aku". Perempuan pengecut tak besua, namun berteriak dalam rangkaian kata.

Teruntuk :
Vicky Mars(y)alindri dan Dea Dwica(h)yanti..



Minggu, 2 oktober 2014. 20:52 wib.

Don't forget me. Thank you for being my friends.


♡ Rull... 

Lost you in my dreams.

2 November 2014.

Terbangun dari mimpi saat bertemu dengannya disana adalah sebuah ketidakinginan-ku. Rasanya seperti tenggelam dalam lautan tak berdasar. Semakin berusaha untuk mencapai daratan, semakin tenggelam tanpa pertolongan. Tidak bisa bernafas. Itulah yang aku rasakan saat terbangun dalam mimpiku karena kini kau hanya bisa kutemui dalam mimpiku. Mungkin, ketika kau membaca tulisanku ini (bagaimana dia tahu aku menulis tentangnya, sementara aku tak pernah memberitahukannya lagi ??? Ah, bodoh sekali aku...) Kau akan menganggap aku adalah perempuan aneh yang setiap kali bertemu dengannya dalam mimpi merasa seperti yang kutuliskan saat ini.

Entahlah, aku tak perduli. Aku bebas menuliskan apa yang ingin aku tulis.

Kamu tahu mengapa aku sangat menyukai tidur? Karena disanalah aku bisa bertemu denganmu tanpa rasa malu ataupun ragu. Aku menuliskan semua ini setelah aku terbangun dari tidurku dihari kedua bulan November ini.
Dalam mimpiku, aku melihat banyak kerumunan orang hendak lewat didepanku. Berkali-kali kerumunan orang tersebut lewat (dengan orang yang berbeda). Aku berharap, sangat berharap bisa bertemu denganmu dari salah satu orang dikerumunan itu. Hingga akhirnya aku menyerah, dan disaat kerumunan terakhir yang aku lihat tetap tidak ada dirimu. Lalu, setelah kerumunan terakhir berlalu, aku melihatmu. Mengendarai motormu yang dulu, dengan helm yang berwarna sama. Merah. Setelah aku melihatmu, aku berlari. Menghindarimu sebisaku. Namun kau mengejarku, dan meraih tanganku.

aku si "gadis pemimpi" ini terlalu merindukanmu. Merindukanmu tanpa terbersit memikirkan orang lain selain dirimu. Sehingga begitu bahagianya aku bertemu lagi denganmu walau hanya dalam mimpiku. Sedikit mengobati rasa rinduku. I wish you knew....

Setelah kau raih tanganku, kau dan aku berjalan-jalan bersama. Seakan-akan disana kau tahu bagaimana rasaku. Seolah-solah kau datang bagaikan obat malarinduku. Entah kenapa setiap kali aku bermimpi bersamamu, aku selalu kehilanganmu.
Karena setelah berjalan-jalan bersama. Berbahagia bersama. Kau selalu menghilang dalam mimpiku. Saat itu, ada sekumpulan orang yang menghadang kita. Lalu mereka memukulimu dan aku tak sanggup melihat semu itu. Kuberanikan diri berteriak untuk menggantikan rasa sakitmu. Aku menawarkan diri untuk melakukan apa saja agar kau selamat dari tindakan keji mereka. Namun, kita berdua malah dipermainkan oleh mereka. Mereka meminta kita melakukan ini itu sesuai keinginan mereka. Hingga akhirnya, aku yang tak berdaya melihatmu terluka membuat keputusan yang sangat berat. Semua aku lakukan agar kau tak mendapat derita. Saat itulah terakhir aku melihatmu. Karena aku kehilanganmu, I lost you in my dreams.

Hingga lelah aku mencarimu. Hingga tak sanggup aku masih meriakkan namamu. Aku begitu ingin bertemu denganmu. Aku sangat takut kehilanganmu dan takkan pernah bertemu lagi denganmu.
Begitupun di dunia nyata ini, hatiku meneriakkan namamu hingga lelah datang menyapa. Aku sangat merindukanmu dan selalu meminta agar Tuhan mengijinkan aku bisa bertemu denganmu lagi.

Aku masih mencari-cari dirimu. Disetiap tempat yang kita datangi saat itu, aku memanggil namamu. Tak ada jawaban. Hingga aku terbebas dari jeratan kejahatan orang-orang tersebut, aku masih mencarimu. Aku ingin bertemu denganmu, dan mengetahui keadaanmu. Dan saat terakhir sebelum aku terbangun dari mimpiku, aku melihatmu melintas. Tersenyum dan kemudian berlalu.

Aku bersyukur, walau aku tak menyapamu lagi saat ini. Aku yakin kau dalam keadaan baik-baik saja.
Aku berterima kasih, Tuhan memberikan obat malarinduku dengan mempertemukan aku denganmu walau hanya dalam mimpiku dan kehilanganmu dalam mimpiku. Sedikit terobati.

I lost you in my dreams, and I'll find you again in my dreams. I swear.


Yang sangat merindukamu,
♡ Rull...

Minggu, 26 Oktober 2014

Jejakmu. Jejaknya. Dan Jejakku.

Jejakmu.
Jejakmu begitu jelas terlihat disetiap tempat.
Ditempat saat dulu kita berpijak.

Jejakmu.
Jejak kita, semakin nanar terlihat.
Sekelebat menghilang walau hanya sesaat.

Semua tempat, yang pernah kita singgahi.
Setiap hari kita lalui hingga matahari telah pergi.
Mengumpat bersembunyi di sore hari.
Lalu berganti menjadi bulan pertanda senja telah pergi.
Aku kembali, memasuki ruang waktu masa lalu..
Saat bersamamu..

Kulihat lagi senyummu..
Kutatap lagi wajahmu..
Kukagumi semua akan dirimu..
Dirimu yang apa adanya dihadapanku..
Dirimu yang dulu masih bisa kusentuh..
Dirimu yang selalu ingin buatku tertawa..

Jejakmu dan jejaknya masih tersimpan rapih dalam memori otakku..
Jejakmu melukiskan betapa indahnya kenangan yang tergambar dalam memori hidupku..
Jejaknya yang teramat indah untuk dihapuskan..
Jejakmu saat kau tarik tanganku tuk mejejakkan diriku disamping jejaknya..

Aku rindu.

Aku rindu jejak kalian.

Jejakmu. Jejaknya. Dan Jejakku.



October 2014, 26. 19 : 49

♡ -Rull

Selasa, 14 Oktober 2014

Tersesat

141014 19:07 pm

Masih sama..
Degup jantungku bedetak masih sama saat pertama kali aku bertemu denganmu..
Degupan yang begitu cepat berdetak tak berirama, hingga tuk bernafas pun bagai terjerat..
Sekian lama jantung ini tak berdetak sepeti itu..
Aku sadari, dirimu begitu berarti dihatiku yang hampir mati..
Ditempat tersebutlah dirimu selalu ku agungkan dan ku rindukan..
Tempat yang tidak kupersilahkan orang lain bersinggah walau hanya tuk sesaat..

Aku merasa, semakin lama aku menunggu dan berharap..
Buatku tersesat dalam askara yang disebut "penantian"..
Ketersesatan ini buatku berjalan tanpa tujuan..
Berputar dan terus mencari terang dalam kegelapan..
Menantikan kau kan datang menuntunku menemukan jalan..
Keluar dari hutan yang menyesatkan menuju kebebasan..

Aku mengingatnya..
Dan aku masih mengingatnya..
Betapa mencintaimu buatku mengabaikan logikaku..
Dan menjerumuskan hatiku dalam kesengsaraan karena kucintaimu dalam diam..

Perasaan yang menggelayuti hatiku semakin buatku lemah tak berdaya..
Badai kerinduan yang tak pernah berhenti menghujati dinding hati..
Teriakan-teriakan kegelisahan tak kunjung berhenti menghujani dinding hati yang diam tak berdaya, menahan sakit karena begitu beratnya ia menahan semua yang menghardiknya dalam kesunyian..

Tahukah kamu rasanya menjadi daku ?
Kamu tahu, melupakan "bintangmu" terasa sulit bukan ?
Itulah rasaku terhadapmu saat aku berusaha melupakanmu dan membuang rasaku..
Aku yakin, kau kan tahu..
Ketulusan hatiku yang tak pernah kuberitahu..


Aku rindu....

Padamuuuu...


PS : aku senang melihatmu masih baik-baik saja hingga kini..


♡ Always,
-Rull...

Minggu, 31 Agustus 2014

Menantimu...

Menantimu...
Takkan lelah dimakan waktu.

Menunggumu...
Bersama doa berbalut rindu.

Bersamamu...
Menghapus luka pencipta lara.
Pembawa bahagian tanpa kata.
Berharap akhir tanpa nestapa.
Berbahagia hingga Jannah terindah-Nya.

Teruntuk dirimu,
yang entah siapa dan berada dimana.
Jodohku yang tertulis dalam buku keabadianku.
Aku merindukanmu..
Aku ingin bertemu denganmu "home" keduaku.
Aku ingin merajut rindu dalam lantunan doaku,
menjadikannya selimut kebahagiaan didunia dan akhiratku.
Memadu cinta dalam kasih sayang-Nya.
Andaikan aku tidak bertemu denganmu didunia ini.
Maka, pertemukanlah aku dengannya di akhirat-Mu.
Yang tiada sementara, melainkan abadi selamanya.
Berbahagia dalam taman surga terindah-Mu.

Yang merindukanmu,
-Rull.

Jumat, 29 Agustus 2014

Hidup adalah......... Proses!

Jum'at, 29 Agustus 2014.
6:58 pm.

Kegagalan.
semua pasti mengalami kegagalan dalam hidup masing-masing.
tak heran, ada pepatah yang mengatakan "kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda".
seperti yang sedang gw alami saat ini. dalam hidup gw sekarang, gw sedang merasakan fase "ke-down-an" yang tinggi. gw selalu gagal dalam mencari pekerjaan.
hingga, orang-orang disekeliling gw yang tadinya mencibir gw selama berbulan-bulan, sudah lelah untuk melanjutkan cibiran mereka.
bahkan disaat gw butuh support dari keluarga, mereka juga ikut mencibir gw.
gw tahu, kalian jenuh jengah bosan melihat gw dirumah yang kerjaannya main hape tiap hari. dari pagi, siang, sore, malem dan ketemu pagi lagi.
tapi kalian tidaklah tahu, apa yang gw mainkan di hape gw.
gw browsing mencari pekerjaan yang sekiranya sesuai dengan keahlian gw.
gw mengirim banyak email berisi lampiran cv gw, dan berharap keesokan harinya ada telepon masuk dan memberitahukan untuk interview ataupun test.
hemhhh, gw bukan tipe orang yang mudah berbicara apa yang gw rasain
cukup gw tahan rasa tertekan tersebut hingga gw perlahan-lahan lupa sama perasaan tersebut.
gw nggak punya teman bicara untuk memberitahukan apa yang gw rasain.
hingga suatu waktu, ketika gw dapet panggilan telepon untuk interview. lalu gw datang ketempat tersebut dan menjalani sesi interview tersebut, gw bercerita tentang apa yang rasakan selama ini sampe tidak sadar gw menangis sejadi-jadinya.
dan sang psikolog tersebut mengatakan "kamu itu tipe orang yang sensitif"..
mungkin iya gw adalah tipe orang yang seperti itu, orang lain yang bisa menilai gw.

Never Give Up. jangan pernah menyerah.
kata-kata tersebut bak cahaya dalam kegelapan. karena gw memang memegang teguh kata-kata tersebut. walau sampai saat ini, sudah beberapa kali mendapat undangan interview + test hasilnya selalu nihil. gw nggak boleh menyerah dengan yang namanya kegagalan.
gw memang memiliki banyak kekurangan, salah satunya tidak pandai bicara.
gw selalu berusaha melakukan yang terbaik.
sebisa mungkin.
tapi, memang belum rejeki gw bisa mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keahlian gw.

orang lain mungkin juga merasakan hal yang sama seperti yang gw rasakan sekarang.
melihat dari sisi kenyataan yang gw ketahui, mereka gagal dan hanya merasakan sedikit dari kegagalan tersebut. sedangkan gw? gw masih berusaha menaiki tangga namun selalu terjatuh.
kesuksesan diatas puncak tersebut masih belum teraih.
lelah, rasanya melewati fase "kegagalan" tersebut.
hingga untuk menangis pun rasanya sudah tidak sanggup.
tapi gw yakin, kelak gw akan mendapatkan keberhasilan gw.
dan meyakini fase dalam kehidupan adalah proses yang PASTI dilewati semua orang.
doakan yang terbaik untuk gw yah. :)

Yang masih berproses,
-Rull

Sabtu, 12 Juli 2014

Hilang

12 juli 14, 01:43 am

Perlahan.
Satu persatu akan menghilang bersama waktu. Meninggalkan kenangan yang kan di ingat selalu.
Dan semua menjadi bagian dalam sejarah hidupku.

Bertahan.
Mungkin, aku bukanlah yang meninggalkan.
Melainkan akulah yang bertahan.
Bertahan dalam tempat yang sama saat waktu tetap berjalan hingga lewati bulan demi bulan.
Entahlah, aku sudah nyaman berada dalam situasi ini.
Situasi seperti dahulu saat semua teman-temanku masih ada disampingku.
Namun perlahan, aku tersadar.
Mereka pergi meninggalkanku.
Menjalani hidup mereka yang sekarang entah sedang berada dimana, berbuat apa, mungkin bersama dengan teman yang baru.

Kini, teman yang masih ada disampingku bisa dihitung dengan jari.
Hanya beberapa dari mereka yang bisa menerimaku apa adanya.
Satu persatu, kelak mereka kan menghilang.
Menjalani hidup mereka dimasa depan.
Aku, tidak membutuhkan banyak teman yang selalu ada untukku.
Aku membutuhkan teman yang tulus berada disampingku.

Ohhh aku rindu.
Rindu saat bersenda gurau bersamamu dimasa itu.
Salah satu teman terbaikku kini telah pergi 8 bulan lalu.
Kurindu dia.

Good Night.

Selasa, 17 Juni 2014

RED TOUR LIVE IN JAKARTA (040614)



 4 Juni 2014 adalah hari yang paling ditunggu-tunggu beberapa bulan terakhir ini... iya, The RED Tour live in Jakarta, konser pertama Taylor Swift dijakarta (MEIS Ancol). tidak sedikit perjuangan yang harus dilalui untuk mendapatkan tiketnya. setelah bersusah payah, berjuang untuk mendapatkan tiket konser, tibalah hari H. Hemhh... sangat excited banget... bisa nonton konser sang inspirasi, dan free standing didepan stage utama Taylor. bahagia banget.
konsernya keren banget. penuh teatrikal. konsepnya the best. fotp dibawah ini adalah bukti bahwa gw ada didalam Magical Night in Amazing konser 4 Juni lalu. karena festival berdesak-desakan, hanya bisa mengambil beberapa foto Taylor. dan foto dibawah didapat dari twitter fanbas Taylor Swift yang ada di Indonesia.
DREAMS COME TRUE.
MAGICALNIGHT.
AMAZING SHOW.
THE RED TOUR LIVE IN JAKARTA.