Setelah bertemu Fikria, pada awal kuliah dulu.
Kita memang sering melihat.
Namun kedekatan kita terjalin sejak semester 2.
Aku tak pernah menyangka, kita menjalin pertemanan sedekat ini.
Yang rasanya tidaklah lengkap bila salah satu tidak berkumpul bersama.
Kalian tahu, kalian menyebalkan.
Kalian begitu menyebalkan hingga aku jengah.
Tapi itulah kalian.
Itulah kekurangan kalian.
Namun kekurangan kalian yang apa adanya membuat aku mengerti.
Mengapa kalian melakukan itu, kalian "Jujur"..
Kalian jujur mengatakan apa yang ingin kalian katakan.
Kalian adalah pelengkap "KITA"..
Aku yang tidaklah ada apa-apanya, yang pengecut bersembunyi dibalik sajak pengungkap setiap apa yang aku rasakan..
Kalian selalu membantu aku berbicara disaat aku tak mampu berkata-kata..
Kalian yang menyembunyikan fakta agar kutakrasakan kesakitan karena cinta sendirian..
Kalian yang ikut merasakan bahkan mungkin lelah, dari setiap cerita percintaanku yang berantakan..
Kalian yang menyemangatiku disetiap kali aku terjatuh..
Kalian yang diam-diam mungkin merindukanku (ahahaha, pedeh sekalih akuhhh..)..
Kalian yang selalu menyediakan waktu untuk berkumpul disaat kuliah telah berlalu..
Hampir setiap hariku dulu kulewati bersama kalian..
Aku, tak pernah menginginkan kalian rengkuh piluh bahkan jenuh, saat ku ceritakan tentang apa yang sudah buat hatiku kistruh.
Aku, tak menghiraukan jika aku jatuh terpogoh-pogoh sendirian dibanding melihat kalian ikut jatuh bersamaku.
Aku tahu kalian jenuh, mendengar ceritaku yang selalu mengeluh.
Karena kalian pun pasti memiliki masalah perih tersendiri dalam hari-hari yang kalian lewati.
Aku tak ingin menambah beban kalian.
Semoga kalian bahagia bisa mengenal "Aku". Perempuan pengecut tak besua, namun berteriak dalam rangkaian kata.
Teruntuk :
Vicky Mars(y)alindri dan Dea Dwica(h)yanti..
Minggu, 2 oktober 2014. 20:52 wib.
Don't forget me. Thank you for being my friends.
♡ Rull...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar