Hai.
Ini aku.
Orang yang telah kau buat menderita karena magic yang kau kirimkan kepadaku.
Orang yang telah membuat hatimu meradang karena tidak bisa memilikinya.
Hai.
Bagaimana kabarmu?
Apakah hidupmu tenang setelah membuat orang yang dulu sangat mencintaimu, ahhh aku lupa.. seharusnya aku mampu bertanya; apakah cinta yang sangat banyak itu bukan berasal dari ketulusan melainkan karena mantra-mantra yang kau sematkan?
Hai.
Kuharap kau baik-baik saja.
Iya itu doaku ketika belum lama ini aku tahu segala perbuatan kotormu terhadap hatiku. Sebuah perasaan ingin memiliki aku, yang begitu besar mendera hatimu namun kau TAK MAMPU tuk mengungkapkan nya. Bukankan seperti pecundang, kalah dengan besarnya gengsi yang menyelimuti hatimu yang sudah tidak bisa kau ajak berbuat baik itu? Yang tlah menghilangkan akal sehatmu?
Hai.
Jujur tak pernah aku tidak ingin melihatmu tak bahagia.
Untuk itu semoga tidak pernah ada orang lain yang melakukan hal menjijikan tersebut. Ingin memiliki orang yang (dulu) sangat mencintaimu, namun karena ketidakmampuanmu; kau menghancurkan hidupku dengan mengirimkan hal-hal tak kasat mata tak bisa dicerna oleh logika, agar jika kau tidak mampu memilikiku, orang lain pun tidak ada yang boleh memilikiku. Begitu yang kudengar dari seseorang yang tlah membantuku "mengusirnya". Sosok itu mungkin tlah membutakan mata hatiku selama lebih dari lima tahun lamanya, dan kau dengan puas nya menetertawakanku.
Hai.
Biar hanya aku yang merasakan akibat pikiran pendekmu itu. Jangan kau lakukan lagi terhadap orang lain, apalagi kini kau tlah berbahagia. Semoga tidak ada karma yang mendatangi keluarga kecilmu. Cukup aku yang tahu bagaimana rasanya penderitaan selama bertahun-tahun ini.
(Dulu) aku menganggap semua rasaku terhadapmu begitu dalam, begitu tulus... namun setelah aku tahu perbuatan menjijikanmu itu, aku hendak berfikir kembali. Apakah benar segala rasaku itu berasal dari hatiku yang tulus, atau hatiku yang tlah kau tutupi dengan mantra-mantra agar hanya dirimu yang mengisi ruang teristimewa dalam hatiku & mantra penghalang agar aku tidak pernah bahagia bersama selainmu?
Ahhh... seharusnya aku tanyakan itu padamu!
03.11.19
#JanganDiContoh
#Renungan
***
#WritingIsHealing