Kamis, 28 januari 2016
Tidak pernah rasanya melihat adik menangis ketika selesai nonton film di bioskop. Batu kali ini melihat dia menangis, dan film itu adalah karya legendaris bunda Helvy Tiana Rosa "Ketika Mas Gagah Pergi". Bahkan setelah sampai dirumah, air matanya masih berjatuhan.
Film ini lebih dari kata bagus. Mendidik dan menenggelamkan hati saya masuk kedalam cerita dalam setiap adegan. Begitu sayangnya Mas Gagah kepada Gita, begitu sabar menjalani kehidupan disaat Allah mencobanya dengan cobaan yang begitu besar, untuk membuat mata hati Gita "terbuka". Mama yang awalnya sama seperti Gita, perlahan mencair hatinya melihat ketulusan Gagah dalam berhijrah menjadi Muslim yang lebih baik. Alhamdulillah Mama diberi hidayah dengan cepat.
Namun, Gita justru semakin kalap. Kacau. Ketika Mas Gagah mencoba membuatnya memahami tentang jalan yang kini dipilih Mas Gagah. Padahal sebelumnya hatinya telah sedikit luluh karena sikap Mas "Fisabilillah" Yudi yang telah menolongnya dari musibah pencurian handphone nya didalam bus tranjakarta. Yang pada awalnya Gita merasa risih akan dakwah "berjalan" yang di lakukan Yudi, dimanapun. Kapanpun. Tetapi setelah kejadian di bus transjakarta tersebut hatinya "terbuka" sedikit demi sedikit.
Gita merasa semua orang yang ada di sekelilingnya "berubah" sama seperti Mas Gagah. Tika pun demikian, kini ia mengenajan jilbab. Gita yang manja, tomboi, merasa "sendirian". Mas Gagah tetap berusaha tuk "membuka mata hati" Gita dengan berbagai cara. Sikap Mas Gagah dan Yudi amat sangat jarang ditemui didunia nyata ini. Anak muda yang tetap berusaha menjadi lebih baik dan mengamalkan semua ajaran-Nya.
film ini membuka "mata" saya. Menghibur. Dan menyentuh kalbu. Hubungan persaudaraan. Hubungan sesama muslim. Saling membantu. Saling memberitahukan.
Dari yang tidak tahu apa-apa, menjadi tahu.
Dari yang marah, benci, menjadi bersyukur dan cinta... bahkan lebih cinta.
Dari yang buruk, menjadi lebih baik.
dan istiqamah....
Betapa indah islam. Islam itu indah. Islam itu cinta.
Semoga siapapun yang baru saja menonton dan setelah film ini berakhir, akan melahirkan "Mas Gagah" dan "Mas Fisabilillah" di negara kita tercinta ini...
cant wait to watch KMGP part 2..... 👍👏😻😍
-Nurul Parianah-
www.flp.or.id
www.kmgpthemovie.com
Kamis, 28 Januari 2016
Rabu, 13 Januari 2016
Surat Tanpa Tuan
Dear you...
Apa kabarmu hari ini? Yang aku tahu kau pasti baik-baik saja yang kulihat dari aktivitasmu yang masih megganti foto dalam bbm-mu. Hampir tiga tahun aku sudah tidak pernah melihatmu lagi secara dekat maupun secara diam-diam melalui spion sepeda motorku. Seperti dulu, saat hanya aku yang baru mengenalmu. Hahaha.... sebegitunya kah aku?
Pasang surut gelombang kehidupan yang aku lalui, saat sebelum hingga aku bertemu denganmu. Begitu berbeda, luar biasa tepatnya. Mulai dari aku yang saat itu (2012) sedang menata hati karena seseorang di masa laluku hingga akhirnya aku bertemu denganmu. Dan semua itu merubah segalnya. Hidupku, dan sebuah rasa yang belum pernah aku rasakan saat sebelum bertemu denganmu.
2012 dan hingga kini, cinta ini tetap bertahan pada
satu nama, namamu... meski aku tak perna htahu adakah aku dihatimu walau hanya "setitik" rasa itu. Mungkin kini kau telah memiliki cintamu sendiri ataukah mungkin tidak. Ingin sekali aku tahu bagaimana "rasa" dalam hatimu meski aku harus terluka karena kenyataan itu. Tapi aku tidak berani bertanya ! Dan aku sadar akan kodratku. Aku wanita, rasanya tak pantas bertanya seperti itu.
Harapanku hanya kepada-Nya. Tak ingin lagi aku mengharap padamu bahwa suatu saat akan ada rasa rindu terhadapku. Meski berulang kali aku mencoba.... hanya saja, aku tahu bahwa semua itu diluar kuasaku. Aku hanya menerima semua yang telah di tentukan-Nya. Kau tahu aku sudah berani melangkah dan membawa hatiku bersamanya, tetapi tiba-tiba saja seperti aku melangkah ke jalan yang sama... aku tidak memintamu mengerti. Apalagi ikut "merasakan". Aku hanya ingin kau tahu, itu saja.
Kebutaan akan "cinta" seperti yang dikatakan teman dekatku, sepertinya aku hanya memikirkan dan mencari dimana letak kesalahanku karena mereka berbicara secara terus terang, untuk apa aku masih menunggu datangnya keajaiban kalau suatu saat kau akan mencintaiku seperti aku mencintaimu. Hanya bisa tersenyum. Stupid girl. Sebentar saja kau bisa buatku menangis dua hari lamanya hanya karena aku melihat foto bbm-mu yang bersama seorang wanita. Saat itulah aku sadar, Allah sedang menghukumku karena aku terlalu berharap pada manusia, sakit.... pedih.. makanya saat itu aku benar-benar berusaha berani melngkah ke depan bersama hati ini.
Adapun satu hal yang tidak bisa aku jelaskan, mengapa aku hanya bisa bercerita apapun kepadamu, termasuk hal yang pribadi, keluarga. Karena aku tidak pernah bercerita tentang hal yang bersifat pribadi kepada siapapun, termasuk sahabatku. Bahkan orang yang aku percaya sekalipun, enggan tuk jadikan tempatku mengadu. Dan hanya kepadamu aku berani menceritakan segalanya meski aku sadar siapa aku, dan bila suatu hal yang tidak mengenakkan terjadi, selain pada-Nya aku selalu memanggil namamu, kalau saat ini aku benar-benar butuh kamu.
Segala hal yang telah berlalu, segalanya tentangmu, masih ku ingat secara detail hingga kini. Hingga saat ini dimana posisiku sedang bekerja dan aku malah menulis surat ini. Ingin sekali aku menulis hal yang indah tentangmu, bukan menulis semua rasaku yang sedari dulu hingga kini !!!
Meu amor, eu te amo♡
13 januari 2016
Apa kabarmu hari ini? Yang aku tahu kau pasti baik-baik saja yang kulihat dari aktivitasmu yang masih megganti foto dalam bbm-mu. Hampir tiga tahun aku sudah tidak pernah melihatmu lagi secara dekat maupun secara diam-diam melalui spion sepeda motorku. Seperti dulu, saat hanya aku yang baru mengenalmu. Hahaha.... sebegitunya kah aku?
Pasang surut gelombang kehidupan yang aku lalui, saat sebelum hingga aku bertemu denganmu. Begitu berbeda, luar biasa tepatnya. Mulai dari aku yang saat itu (2012) sedang menata hati karena seseorang di masa laluku hingga akhirnya aku bertemu denganmu. Dan semua itu merubah segalnya. Hidupku, dan sebuah rasa yang belum pernah aku rasakan saat sebelum bertemu denganmu.
2012 dan hingga kini, cinta ini tetap bertahan pada
satu nama, namamu... meski aku tak perna htahu adakah aku dihatimu walau hanya "setitik" rasa itu. Mungkin kini kau telah memiliki cintamu sendiri ataukah mungkin tidak. Ingin sekali aku tahu bagaimana "rasa" dalam hatimu meski aku harus terluka karena kenyataan itu. Tapi aku tidak berani bertanya ! Dan aku sadar akan kodratku. Aku wanita, rasanya tak pantas bertanya seperti itu.
Harapanku hanya kepada-Nya. Tak ingin lagi aku mengharap padamu bahwa suatu saat akan ada rasa rindu terhadapku. Meski berulang kali aku mencoba.... hanya saja, aku tahu bahwa semua itu diluar kuasaku. Aku hanya menerima semua yang telah di tentukan-Nya. Kau tahu aku sudah berani melangkah dan membawa hatiku bersamanya, tetapi tiba-tiba saja seperti aku melangkah ke jalan yang sama... aku tidak memintamu mengerti. Apalagi ikut "merasakan". Aku hanya ingin kau tahu, itu saja.
Kebutaan akan "cinta" seperti yang dikatakan teman dekatku, sepertinya aku hanya memikirkan dan mencari dimana letak kesalahanku karena mereka berbicara secara terus terang, untuk apa aku masih menunggu datangnya keajaiban kalau suatu saat kau akan mencintaiku seperti aku mencintaimu. Hanya bisa tersenyum. Stupid girl. Sebentar saja kau bisa buatku menangis dua hari lamanya hanya karena aku melihat foto bbm-mu yang bersama seorang wanita. Saat itulah aku sadar, Allah sedang menghukumku karena aku terlalu berharap pada manusia, sakit.... pedih.. makanya saat itu aku benar-benar berusaha berani melngkah ke depan bersama hati ini.
Adapun satu hal yang tidak bisa aku jelaskan, mengapa aku hanya bisa bercerita apapun kepadamu, termasuk hal yang pribadi, keluarga. Karena aku tidak pernah bercerita tentang hal yang bersifat pribadi kepada siapapun, termasuk sahabatku. Bahkan orang yang aku percaya sekalipun, enggan tuk jadikan tempatku mengadu. Dan hanya kepadamu aku berani menceritakan segalanya meski aku sadar siapa aku, dan bila suatu hal yang tidak mengenakkan terjadi, selain pada-Nya aku selalu memanggil namamu, kalau saat ini aku benar-benar butuh kamu.
Segala hal yang telah berlalu, segalanya tentangmu, masih ku ingat secara detail hingga kini. Hingga saat ini dimana posisiku sedang bekerja dan aku malah menulis surat ini. Ingin sekali aku menulis hal yang indah tentangmu, bukan menulis semua rasaku yang sedari dulu hingga kini !!!
Meu amor, eu te amo♡
13 januari 2016
Jumat, 08 Januari 2016
Dewasa itu.......
Januari 2016
Tak pernah terbayangkan menjadi dewasa ataupun menghadapi kehidupan setelah masa remaja akan sebegitu sulitnya.
Kau tak pernah tahu betapa berat kehidupan, sebelum engkau mengalaminya.
Dulu, semasa kecil aku membayangkan bahwa kehidupan di saat dewasa begitu menyenangkan.
Bekerja dipagi hari, dan selesai di sore hari.
Memakai pakaian kantor rapih.
Tapi nyatanya, semua bayang-bayang di masa kecil tersebut tidaklah nyata.
Berat... menjalani rutinitas yang mengharuskan pribadi menjadi kuat dan mandiri.
Dulu, aku bukanlah tipe orang yang 'bisa' melakukan semuanya sendiri.
Tetapi butuh teman yang menemani, ingin pergi ke suatu tempat pasti harus berdua atau bakan lebih.
Karena bila sendirian, tidak begitu menyenangkan.
Tapi kini aku mulai terbiasa sendirian.
Karena meski hidup butuh bantuan, kalau masih bisa dilakukan sendirian... ya lakukan.
Meski aku ini perempuan, harus bisa sadar diri dan jauhi sifat manja.
Karena aku bukan lagi anak-anak yang selalu ingin dituruti semua keinginannya dan selalu ditemani.
Hidupku berubah. Aku lebih mengerti sekarang mengapa aku harus bisa 'mandiri'.
Aku harus membantu kedua orang tuaku yang hanya seorang wirausaha kecil-kecilan.
Mereka tidak bekerja seperti orang tua teman-temanku, bahkan mereka tidak sempat mengecap bangku SMA. Mereka hanya lulusan SD-SMP.
Yang aku salutkan dari mereka, mereka masih mampu bekerja keras berjualan dirumah sedari mama hamil aku hingga kini, aku bertahan bekerja ditempatku sekarang hanya karena mereka.
Aku butuh pekerjaan meski bukan ini pekerjaan yang aku impikan.
Selalu teringat kata-kata almarhumah sahabatku, "Allah tidak akan memberikan apa yang kamu inginkan, tapi Allah akan memberikan apa yang kamu butuhkan."
Keajaiban kata-kata tersebut seakan-akan benar-benar 'hidup' di duniaku, di sekitarku.
Rasanya begitu ajaib, kata-kata tersebut seakan-akan selalu menjadikan semangat dalam hidupku.
Mengalir bersama darahku. Dan berdetak dalam jantungku.
My life changed so much!
Bersyukur dan selalu bersyukur masih diberikan kesempatan untuk bisa merasakan 'hikmah' dalam setiap kejadian yang di berikan-Nya.
Januari. 2016.
Tak pernah terbayangkan menjadi dewasa ataupun menghadapi kehidupan setelah masa remaja akan sebegitu sulitnya.
Kau tak pernah tahu betapa berat kehidupan, sebelum engkau mengalaminya.
Dulu, semasa kecil aku membayangkan bahwa kehidupan di saat dewasa begitu menyenangkan.
Bekerja dipagi hari, dan selesai di sore hari.
Memakai pakaian kantor rapih.
Tapi nyatanya, semua bayang-bayang di masa kecil tersebut tidaklah nyata.
Berat... menjalani rutinitas yang mengharuskan pribadi menjadi kuat dan mandiri.
Dulu, aku bukanlah tipe orang yang 'bisa' melakukan semuanya sendiri.
Tetapi butuh teman yang menemani, ingin pergi ke suatu tempat pasti harus berdua atau bakan lebih.
Karena bila sendirian, tidak begitu menyenangkan.
Tapi kini aku mulai terbiasa sendirian.
Karena meski hidup butuh bantuan, kalau masih bisa dilakukan sendirian... ya lakukan.
Meski aku ini perempuan, harus bisa sadar diri dan jauhi sifat manja.
Karena aku bukan lagi anak-anak yang selalu ingin dituruti semua keinginannya dan selalu ditemani.
Hidupku berubah. Aku lebih mengerti sekarang mengapa aku harus bisa 'mandiri'.
Aku harus membantu kedua orang tuaku yang hanya seorang wirausaha kecil-kecilan.
Mereka tidak bekerja seperti orang tua teman-temanku, bahkan mereka tidak sempat mengecap bangku SMA. Mereka hanya lulusan SD-SMP.
Yang aku salutkan dari mereka, mereka masih mampu bekerja keras berjualan dirumah sedari mama hamil aku hingga kini, aku bertahan bekerja ditempatku sekarang hanya karena mereka.
Aku butuh pekerjaan meski bukan ini pekerjaan yang aku impikan.
Selalu teringat kata-kata almarhumah sahabatku, "Allah tidak akan memberikan apa yang kamu inginkan, tapi Allah akan memberikan apa yang kamu butuhkan."
Keajaiban kata-kata tersebut seakan-akan benar-benar 'hidup' di duniaku, di sekitarku.
Rasanya begitu ajaib, kata-kata tersebut seakan-akan selalu menjadikan semangat dalam hidupku.
Mengalir bersama darahku. Dan berdetak dalam jantungku.
My life changed so much!
Bersyukur dan selalu bersyukur masih diberikan kesempatan untuk bisa merasakan 'hikmah' dalam setiap kejadian yang di berikan-Nya.
Januari. 2016.
Langganan:
Postingan (Atom)
