Rabu, 13 Januari 2016

Surat Tanpa Tuan

Dear you...

Apa kabarmu hari ini? Yang aku tahu kau pasti baik-baik saja yang kulihat dari aktivitasmu yang masih megganti foto dalam bbm-mu. Hampir tiga tahun aku sudah tidak pernah melihatmu lagi secara dekat maupun secara diam-diam melalui spion sepeda motorku. Seperti dulu, saat hanya aku yang baru mengenalmu. Hahaha.... sebegitunya kah aku?

Pasang surut gelombang kehidupan yang aku lalui, saat sebelum hingga aku bertemu denganmu. Begitu berbeda, luar biasa tepatnya. Mulai dari aku yang saat itu (2012) sedang menata hati karena seseorang di masa laluku hingga akhirnya aku bertemu denganmu. Dan semua itu merubah segalnya. Hidupku, dan sebuah rasa yang belum pernah aku rasakan saat sebelum bertemu denganmu.

2012 dan hingga kini, cinta ini tetap bertahan pada
satu nama, namamu... meski aku tak perna htahu adakah aku dihatimu walau hanya "setitik" rasa itu. Mungkin kini kau telah memiliki cintamu sendiri ataukah mungkin tidak. Ingin sekali aku tahu bagaimana "rasa" dalam hatimu meski aku harus terluka karena kenyataan itu. Tapi aku tidak berani bertanya ! Dan aku sadar akan kodratku. Aku wanita, rasanya tak pantas bertanya seperti itu.

Harapanku hanya kepada-Nya. Tak ingin lagi aku mengharap padamu bahwa suatu saat akan ada rasa rindu terhadapku. Meski berulang kali aku mencoba.... hanya saja, aku tahu bahwa semua itu diluar kuasaku. Aku hanya menerima semua yang telah di tentukan-Nya. Kau tahu aku sudah berani melangkah dan membawa hatiku bersamanya, tetapi tiba-tiba saja seperti aku melangkah ke jalan yang sama... aku tidak memintamu mengerti. Apalagi ikut "merasakan". Aku hanya ingin kau tahu, itu saja.

Kebutaan akan "cinta" seperti yang dikatakan teman dekatku, sepertinya aku hanya memikirkan dan mencari dimana letak kesalahanku karena mereka berbicara secara terus terang, untuk apa aku masih menunggu datangnya keajaiban kalau suatu saat kau akan mencintaiku seperti aku mencintaimu. Hanya bisa tersenyum. Stupid girl. Sebentar saja kau bisa buatku menangis dua hari lamanya hanya karena aku melihat foto bbm-mu yang bersama seorang wanita. Saat itulah aku sadar, Allah sedang menghukumku karena aku terlalu berharap pada manusia, sakit.... pedih.. makanya saat itu aku benar-benar berusaha berani melngkah ke depan bersama hati ini.

Adapun satu hal yang tidak bisa aku jelaskan, mengapa aku hanya bisa bercerita apapun kepadamu, termasuk hal yang pribadi, keluarga. Karena aku tidak pernah bercerita tentang hal yang bersifat pribadi kepada siapapun, termasuk sahabatku. Bahkan orang yang aku percaya sekalipun, enggan tuk jadikan tempatku mengadu. Dan hanya kepadamu aku berani menceritakan segalanya meski aku sadar siapa aku, dan bila suatu hal yang tidak mengenakkan terjadi, selain pada-Nya aku selalu memanggil namamu, kalau saat ini aku benar-benar butuh kamu.

Segala hal yang telah berlalu, segalanya tentangmu, masih ku ingat secara detail hingga kini. Hingga saat ini dimana posisiku sedang bekerja dan aku malah menulis surat ini. Ingin sekali aku menulis hal yang indah tentangmu, bukan menulis semua rasaku yang sedari dulu hingga kini !!!
Meu amor, eu te amo♡


13 januari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar