Entah sejak kapan 'sepi' menjadi kawan karibku.
Bercerita kepada malam tentang indahnya binar matamu.
Dengan mata terpejam.
Aku Merindumu.
Angin malam berbisik lirih.
Lembut. Namun dinginnya seolah menusuk.
Memaksa tuk membuka mata.
Menyadarkan lamunan tentangmu.
Aku terpaku...
Bayangmu sirna begitu saja.
Terhempas terbawa dawaian nya.
Kucoba meraih(bayang)mu hingga utuh kembali, namun kau.... tetap saja pergi.
Kutunggu kau dalam beranda hati.
Masih dalam suasana yang sama, malam berkawan sepi.
Sebab itulah waktu dimana aku bisa mengenangmu, lagi.
Bekasi, akhir desember 2016.
N.P
Kamis, 29 Desember 2016
Senin, 26 Desember 2016
Rindu
Malam ini aku rindu.
Rindu yang teramat sangat menyesakkan dada.
Air mata bersuara tanpa kata.
Bulir-bulir nya bermuara disudut sepasang mata. Mengembang membuncah mengalir berjatuhan tanpa kuasa. Tak terbendung lagi.
Lalu.
Mengering.
Tak meninggalkan jejak.
Air mata rindu tak semanis madu.
Pahit. Sengit. Sakit..
Betapa rindu sang hati meremukkan kalbu.
Kututup beranda hati penuh duri balarindu.
Kepada Sang Maha Rindu, ijinkanlah dia rasai rindu ku dalam telaga rindu hatinya.
Sedalam-dalamnya rindu.
Hingga berakhir ratapan rindu serupa.
Berlinang air mata karenanya, Rindu.
Bekasi, 26 Desember 2016
N.P
Rindu yang teramat sangat menyesakkan dada.
Air mata bersuara tanpa kata.
Bulir-bulir nya bermuara disudut sepasang mata. Mengembang membuncah mengalir berjatuhan tanpa kuasa. Tak terbendung lagi.
Lalu.
Mengering.
Tak meninggalkan jejak.
Air mata rindu tak semanis madu.
Pahit. Sengit. Sakit..
Betapa rindu sang hati meremukkan kalbu.
Kututup beranda hati penuh duri balarindu.
Kepada Sang Maha Rindu, ijinkanlah dia rasai rindu ku dalam telaga rindu hatinya.
Sedalam-dalamnya rindu.
Hingga berakhir ratapan rindu serupa.
Berlinang air mata karenanya, Rindu.
Bekasi, 26 Desember 2016
N.P
Senin, 19 Desember 2016
Cinta Rasul
Cinta itu suci, maka cintailah dia dengan sepenuh hati.
Cinta itu hati, maka hiduplah kamu penuh dengan berserah diri.
Cinta ilahi, cinta kekasih hati..
Tiada yang lebih suci dari cinta Allah kepada kekasih hati, baginda Nabi besar Muhammad S.A.W.
Cinta Rasul, sang pencinta ummat sepanjang masa; tak terhingga.
Sang pedoman yang paling utama, pemilik sunah terbaik sepanjang masa.
Kubalik lembaran-lembaran tulisan tentang engkau ya Rasul, kubaca kisahmu... kuresapi..
Sungguh... betapa mulianya engkau, hingga Allah menjadikanmu kekasih-Nya.
Perlahan, kuberusaha selalu menjadikanmu suri tauladanku.
Perlahan, kutanamu bibit cintaku untikmu dalam relung hati dan menjadikanmu bunga jiwaku.
Cintaku padamu ya Rasul, kini berbunga indah, selalu kupinta pada-Nya tuk biarkan bunga ini tetap tumbuh dan memohon pada-Nya agar cinta ini tak layu dan kemudian mati.
Cintamu pada ummat mu, laksana hujan di gurun gersang, penyejuk qalbu.
Bekasi, Mei 2016
Nurul Parianah.
Cinta itu hati, maka hiduplah kamu penuh dengan berserah diri.
Cinta ilahi, cinta kekasih hati..
Tiada yang lebih suci dari cinta Allah kepada kekasih hati, baginda Nabi besar Muhammad S.A.W.
Cinta Rasul, sang pencinta ummat sepanjang masa; tak terhingga.
Sang pedoman yang paling utama, pemilik sunah terbaik sepanjang masa.
Kubalik lembaran-lembaran tulisan tentang engkau ya Rasul, kubaca kisahmu... kuresapi..
Sungguh... betapa mulianya engkau, hingga Allah menjadikanmu kekasih-Nya.
Perlahan, kuberusaha selalu menjadikanmu suri tauladanku.
Perlahan, kutanamu bibit cintaku untikmu dalam relung hati dan menjadikanmu bunga jiwaku.
Cintaku padamu ya Rasul, kini berbunga indah, selalu kupinta pada-Nya tuk biarkan bunga ini tetap tumbuh dan memohon pada-Nya agar cinta ini tak layu dan kemudian mati.
Cintamu pada ummat mu, laksana hujan di gurun gersang, penyejuk qalbu.
Bekasi, Mei 2016
Nurul Parianah.
Rabu, 16 November 2016
Sang Pendaki
Setapak demi setapak langkah kaki itu meninggalkan jejak.
Mendaki dataran tinggi, menyusuri padang eidelweis.
Mengukir kenangan bersama teman sependakian.
Mengabadikan kekaguman pada semesta dalam potret-potret memori bernama kenangan.
"Hari ini, aku melihat Sang Jingga terbenam di peraduan."
Berganti malam berselimut bintang-bintang.
Ditemani bias-bias cahaya api unggun yang menari-nari tertiup angin.
Minimnya cahaya lampu, melukiskan betapa indahnya langit malam.
Bulannya terlihat besar, berwarna merah tak seperti biasanya.
Peristiwa itu terjadi 2015 lalu bernama Blood Moon.
📖 dan dialah "Sang Pendaki" yang meneritakan rasa syukurnya bisa menjadi saksi betapa indahnya segala ciptaan-Nya.
Bekasi, 16 November 2016.
Mendaki dataran tinggi, menyusuri padang eidelweis.
Mengukir kenangan bersama teman sependakian.
Mengabadikan kekaguman pada semesta dalam potret-potret memori bernama kenangan.
"Hari ini, aku melihat Sang Jingga terbenam di peraduan."
Berganti malam berselimut bintang-bintang.
Ditemani bias-bias cahaya api unggun yang menari-nari tertiup angin.
Minimnya cahaya lampu, melukiskan betapa indahnya langit malam.
Bulannya terlihat besar, berwarna merah tak seperti biasanya.
Peristiwa itu terjadi 2015 lalu bernama Blood Moon.
📖 dan dialah "Sang Pendaki" yang meneritakan rasa syukurnya bisa menjadi saksi betapa indahnya segala ciptaan-Nya.
Bekasi, 16 November 2016.
Rabu, 10 Agustus 2016
Teruntuk Teman Terbaik
Dear All My Friends..
Saya sangat menyayangi kalian. Sangat.
Saya sangat membutuhkan kalian. Sangat.
Saya sangat ingin selalu bersama kalian. Sangat.
Meski jumlah kalian mampu terhitung jari, kalianlah teman terbaik saya.
Meski saya masih banyak kekurangan dalam menjalin hubungan pertemanan, maafkan.
Meski saya lebih banyak diam, yang saya sukai mendengarkan kalian.
Meski saya lebih banyak bicara karena hanya ingin membicarakan seseorang yang paling teristimewa dihati saya.
Kalau masih kita diberikan kesempatan untuk bertemu kembali, Saya ingin luangkan waktu tuk menghabiskannya bersama kalian.
Bercerita. Tertawa. Bersedih. Bersama-sama selalu. Penglipur lara saya.
Maaf bila saya selalu menyakiti.
maaf bila saya selalu menyebalkan.
maaf bila saya selalu mengeluh.
Sekali lagi, Saya amat menyayangi kalian.
semoga, Kita dijadikan "Teman Baik" kembali diakhir perjalanan kehidupan kita, di Jannah-Nya..
Bekasi, 10 Agustus 2016
❤always,
Nurul Parianah
Saya sangat menyayangi kalian. Sangat.
Saya sangat membutuhkan kalian. Sangat.
Saya sangat ingin selalu bersama kalian. Sangat.
Meski jumlah kalian mampu terhitung jari, kalianlah teman terbaik saya.
Meski saya masih banyak kekurangan dalam menjalin hubungan pertemanan, maafkan.
Meski saya lebih banyak diam, yang saya sukai mendengarkan kalian.
Meski saya lebih banyak bicara karena hanya ingin membicarakan seseorang yang paling teristimewa dihati saya.
Kalau masih kita diberikan kesempatan untuk bertemu kembali, Saya ingin luangkan waktu tuk menghabiskannya bersama kalian.
Bercerita. Tertawa. Bersedih. Bersama-sama selalu. Penglipur lara saya.
Maaf bila saya selalu menyakiti.
maaf bila saya selalu menyebalkan.
maaf bila saya selalu mengeluh.
Sekali lagi, Saya amat menyayangi kalian.
semoga, Kita dijadikan "Teman Baik" kembali diakhir perjalanan kehidupan kita, di Jannah-Nya..
Bekasi, 10 Agustus 2016
❤always,
Nurul Parianah
Rabu, 27 April 2016
Skenario terbaik dari Sutradara paling baik~
Skenario terbaik dari Sang Maha Baik..
Ada derita.
Ada Uji coba.
Ada bahagia.
Ada duka.
Ada luka
dan banyak tanda tanya...
Mengapa hal yang terburuk terjadi dalam kehidupan setiap makhluk-Mu?
Mengapa hal yang paling tak ingin kami rasakan tetapi menjadi kenyataan?
Setiap kali batinku bertanya mengapa, berusaha ku alihkan mengingat masa laluku.
Ada HIKMAH disetiap kejadian.
Ada pelajaran yang harus di terapkan.
Aku di uji. Aku di caci. Aku di tiduh. Aku di dzalimi karena mengemukakan pendapat yang mengusik nuraniku. Dan kemudian aku mengungkapkan semua namun aku di teriakki.
Sementara bila diam sikapku, aku pun kan terkena akibatnya. Pun aku ingin menyelesaikan sisa masa dalam mencari nafkah ini dengan sebaik-baiknya.
Sudah pernah ku ucap, menjadi wanita harus pandai menjaga diri.
Tapi..... sudahlah..
Hatimu lebih tahu jawabannya~
Karena sabarku masih bersamaNya. Meski sakit. Meski perih. Aku selalu bersamaNya. Allah selalu bersama orang-orang yang sabar.
Bekasi. 26 April 2016.
Tapi..... sudahlah..
Hatimu lebih tahu jawabannya~
Karena sabarku masih bersamaNya. Meski sakit. Meski perih. Aku selalu bersamaNya. Allah selalu bersama orang-orang yang sabar.
Bekasi. 26 April 2016.
Rabu, 30 Maret 2016
terima kasih, kau bukakan kedua mataku
Teman.
Apa itu teman?
Bagiku teman yang paling sejati adalah buku.
Mengapa aku memilih buku sebagai teman sejatiku?
Buku adalah teman sejati yang tetap mendengarkan dan menemaniku disaat hari-hariku kelabu.
Karena yang aku tahu :
1. Teman adalah seseorang yang paling tak ingin melihatmu bersedih.
2. Teman adalah seseorang yang paling utama membelamu saat kamu diperlakukan tidak menyenangkan oleh orang lain.
3. Teman adalah tempat ternyaman untukmu menceritakan apapun tentang segala hal.
Tapi.... apa yang kurasakan kini tidaklah seperti ketiga poin di atas.
Disaat sekarang ini hal yang sangatlah tidak menyenangkan terjadi dalam hidupku, justru seseorang yang aku anggap 'teman' itu tidak mengatakan apapun yang dapat membantu membersihkan namaku. Tidak keluar satu kata pun bahkan disaat dia tahu kejadian yang sebenarnya.
Adapun teman yang satu lagi, hanya mampu menunjukkan "kebencian" dari orang tersebut.
Seolah-olah disini akulah yang paling bersalah. Seolah-olah disini akulah yang paling kejam.
Ya Allah...
Engkau lebih tahu segalanya. Engkau berikan aku rasa ini agar aku selalu mengingatMu.
Aku bertahan dalam tempat yang selalu menyudutkanku ini hanya demi kedua orang tuaku.
Hanya demi mereka.
Setidaknya aku bisa menjadi anak yang berguna.
Aku hanya ingin bisa membahagiakan mereka dengan cara membantu meringankan beban mereka.
Aku bertahan sejak awal hanya demi mereka...
Hanya demi mereka....
Demi mereka....
Ya Allah... kuatkan aku...
Karena aku tidak memiliki siapapun selain engkau.. hanya kepadaMu aku mengadu.
Hanya kepadaMu.... 😢😢😢
Bekasi, 30 Maret 2016.
Apa itu teman?
Bagiku teman yang paling sejati adalah buku.
Mengapa aku memilih buku sebagai teman sejatiku?
Buku adalah teman sejati yang tetap mendengarkan dan menemaniku disaat hari-hariku kelabu.
Karena yang aku tahu :
1. Teman adalah seseorang yang paling tak ingin melihatmu bersedih.
2. Teman adalah seseorang yang paling utama membelamu saat kamu diperlakukan tidak menyenangkan oleh orang lain.
3. Teman adalah tempat ternyaman untukmu menceritakan apapun tentang segala hal.
Tapi.... apa yang kurasakan kini tidaklah seperti ketiga poin di atas.
Disaat sekarang ini hal yang sangatlah tidak menyenangkan terjadi dalam hidupku, justru seseorang yang aku anggap 'teman' itu tidak mengatakan apapun yang dapat membantu membersihkan namaku. Tidak keluar satu kata pun bahkan disaat dia tahu kejadian yang sebenarnya.
Adapun teman yang satu lagi, hanya mampu menunjukkan "kebencian" dari orang tersebut.
Seolah-olah disini akulah yang paling bersalah. Seolah-olah disini akulah yang paling kejam.
Ya Allah...
Engkau lebih tahu segalanya. Engkau berikan aku rasa ini agar aku selalu mengingatMu.
Aku bertahan dalam tempat yang selalu menyudutkanku ini hanya demi kedua orang tuaku.
Hanya demi mereka.
Setidaknya aku bisa menjadi anak yang berguna.
Aku hanya ingin bisa membahagiakan mereka dengan cara membantu meringankan beban mereka.
Aku bertahan sejak awal hanya demi mereka...
Hanya demi mereka....
Demi mereka....
Ya Allah... kuatkan aku...
Karena aku tidak memiliki siapapun selain engkau.. hanya kepadaMu aku mengadu.
Hanya kepadaMu.... 😢😢😢
Bekasi, 30 Maret 2016.
Minggu, 27 Maret 2016
sick!
Sebesar apapun rasa rindu ini, sedalam apapun rindu ini, aku tetap tak lagi memiliki kekuatan untuk mengatakan padanya.
Sesak.
Aku harus berani menghadapi kenyataannya.
Dan aku tak pernah ingin "lari" lagi tuk menghindari ketidak inginanku menghadapi semua yang telah terjadi di depan mataku.
Pengecut, aku tak ingin lagi menjadi pengecut.
Perlahan, aku harus bisa menerima kenyataan yang memang benar-benar ingin aku ketahui.
Setelah aku tahu, meski tak pernah merubah apapun dalam rasa didada ini, tetap terasa lega.
Aku tak ingin lagi mengharapkanmu.
"MUNGKIN, SUPAYA KAMU BISA MULAI MENGINGAT SAYA. SAYA HARUS MULAI MELUPAKAN KAMU."
rindu... begitu rindu...
terasa sesak... begitu sesak dan sakit.....
merindukanmu, merindukanmu begitulah rasanya.
Teruntuk dirimu yang jauh disana, aku tahu.... aku tahu rasamu begitu besar untuknya. Aku tahu betapa berartinya dia dalam hatimu. Aku tahu betapa ingin sekali kau bertemu dengannya meski hanya tuk sesaat.
aku harap.... kau bisa segera melupakannya. Dan aku pun berharap saat kau bisa melupakannya, aku pun telah melupakanmu..
Semoga kamu bahagia selalu~
27032016, salam, rindu yang terpendam..
Sesak.
Aku harus berani menghadapi kenyataannya.
Dan aku tak pernah ingin "lari" lagi tuk menghindari ketidak inginanku menghadapi semua yang telah terjadi di depan mataku.
Pengecut, aku tak ingin lagi menjadi pengecut.
Perlahan, aku harus bisa menerima kenyataan yang memang benar-benar ingin aku ketahui.
Setelah aku tahu, meski tak pernah merubah apapun dalam rasa didada ini, tetap terasa lega.
Aku tak ingin lagi mengharapkanmu.
"MUNGKIN, SUPAYA KAMU BISA MULAI MENGINGAT SAYA. SAYA HARUS MULAI MELUPAKAN KAMU."
rindu... begitu rindu...
terasa sesak... begitu sesak dan sakit.....
merindukanmu, merindukanmu begitulah rasanya.
Teruntuk dirimu yang jauh disana, aku tahu.... aku tahu rasamu begitu besar untuknya. Aku tahu betapa berartinya dia dalam hatimu. Aku tahu betapa ingin sekali kau bertemu dengannya meski hanya tuk sesaat.
aku harap.... kau bisa segera melupakannya. Dan aku pun berharap saat kau bisa melupakannya, aku pun telah melupakanmu..
Semoga kamu bahagia selalu~
27032016, salam, rindu yang terpendam..
Sabtu, 19 Maret 2016
Hijrah
Bekasi, 19 Maret 2016
Hijrah.
Aku sedang belajar melewati proses ini sejak enam bulan terakhir.
Aku tak pernah tahu rasanya bila aku tidak memulainya.
Pedih.
Kenapa aku bisa berkata seperti ini?
Pengujian keimananku yang naik turun.
Sakitnya dicemooh orang sekitar.
Ketika aku belajar mencintai lagu-lagu yang berbau religi, selera laguku yang kini berbeda.
Sempat orang terdekatku pun berkata hal yang menusuk hati.
Aku memang belum sepenuhnya bisa berHijrah.
Tapi aku tetap belajar untuk menjadi lebih baik dari aku yang sebelumnya.
Bukan untuk terlihat indah dimata makhlukMu, melainkan dihadapanMu ya rabb.
Aku mulai iri melihat muslimah dengan penampilan yang sungguh istimewa, yang menutup seluruh auratnya terkecuali kedua mata dan kedua telapak tangannya.
Sungguh, indah dipandang.
Dulu, aku mungkin akan berkata wanita seperti itu terlihat seperti "teroris".
Tapi kini, bila ada yang berkata seperti itu, rasanya hati ini seperti teriris. Sedih. Sakit.
Aku besyukur..... Allah telah membukakan pintu hidayah dalam hatiku.
Aku hanya ingin menjadi wanita yang belajar untuk menjadi wanita shalehah.
Hingga akhir hayatku, semoga ALLAH SWT selalu menjadikan hati ini tetap berada dalam keistiqomahan.
Dan aku berharap pula, untukmu yang berada jauh disama pun sama seperti aku.
Memperbaiki diri.
Memantaskan diri dihadapan-Nya.
"Perempuan baik untuk laki-laki yang baik. Dan perempuan keji untuk laki-laki yang keji pula."
Begitulah ALLAH SWT menjanjikannya.. dan aku tahu, janji-Nya pasti.
Hijrah.
Aku sedang belajar melewati proses ini sejak enam bulan terakhir.
Aku tak pernah tahu rasanya bila aku tidak memulainya.
Pedih.
Kenapa aku bisa berkata seperti ini?
Pengujian keimananku yang naik turun.
Sakitnya dicemooh orang sekitar.
Ketika aku belajar mencintai lagu-lagu yang berbau religi, selera laguku yang kini berbeda.
Sempat orang terdekatku pun berkata hal yang menusuk hati.
Aku memang belum sepenuhnya bisa berHijrah.
Tapi aku tetap belajar untuk menjadi lebih baik dari aku yang sebelumnya.
Bukan untuk terlihat indah dimata makhlukMu, melainkan dihadapanMu ya rabb.
Aku mulai iri melihat muslimah dengan penampilan yang sungguh istimewa, yang menutup seluruh auratnya terkecuali kedua mata dan kedua telapak tangannya.
Sungguh, indah dipandang.
Dulu, aku mungkin akan berkata wanita seperti itu terlihat seperti "teroris".
Tapi kini, bila ada yang berkata seperti itu, rasanya hati ini seperti teriris. Sedih. Sakit.
Aku besyukur..... Allah telah membukakan pintu hidayah dalam hatiku.
Aku hanya ingin menjadi wanita yang belajar untuk menjadi wanita shalehah.
Hingga akhir hayatku, semoga ALLAH SWT selalu menjadikan hati ini tetap berada dalam keistiqomahan.
Dan aku berharap pula, untukmu yang berada jauh disama pun sama seperti aku.
Memperbaiki diri.
Memantaskan diri dihadapan-Nya.
"Perempuan baik untuk laki-laki yang baik. Dan perempuan keji untuk laki-laki yang keji pula."
Begitulah ALLAH SWT menjanjikannya.. dan aku tahu, janji-Nya pasti.
Selasa, 23 Februari 2016
dimana aku harus mencari engkau?
Rasanya hatiku sesak.
Bukan untuk pertama atau kesekian kalinya.
Rasanya mataku kembali buta.
Mencari - cari dia serta bayang ilusi yang tak pernah nyata.
Rasanya kaki ku kembali lumpuh.
Matinya syaraf-syaraf kaki secara utuh, menghentikan langkahku menuju jalan baru.
Dimana. Dimana aku harus mencari engkau?
Bila dengan telah menemukanmu, bisa membuat ruang sesak itu menjadi berongga kembali.
Bila telah melihatmu meski jauh dari pandanganmu, bisa membuatku kembali melihat pelangi indah yang terlukis melalui senyummu.
Bila berada disampingmu bisa menghidupkan kembali kekuatanku untuk kembali berjalan, melangkahkan kaki bahkan berlari.
tapi, kembali lagi aku bertanya. Dimana aku harus mencari engkau?
Bekasi, 23 febuari 2016
-Nurul Parianah-
Bukan untuk pertama atau kesekian kalinya.
Rasanya mataku kembali buta.
Mencari - cari dia serta bayang ilusi yang tak pernah nyata.
Rasanya kaki ku kembali lumpuh.
Matinya syaraf-syaraf kaki secara utuh, menghentikan langkahku menuju jalan baru.
Dimana. Dimana aku harus mencari engkau?
Bila dengan telah menemukanmu, bisa membuat ruang sesak itu menjadi berongga kembali.
Bila telah melihatmu meski jauh dari pandanganmu, bisa membuatku kembali melihat pelangi indah yang terlukis melalui senyummu.
Bila berada disampingmu bisa menghidupkan kembali kekuatanku untuk kembali berjalan, melangkahkan kaki bahkan berlari.
tapi, kembali lagi aku bertanya. Dimana aku harus mencari engkau?
Bekasi, 23 febuari 2016
-Nurul Parianah-
Kamis, 28 Januari 2016
Review Ketika Mas Gagah Pergi
Kamis, 28 januari 2016
Tidak pernah rasanya melihat adik menangis ketika selesai nonton film di bioskop. Batu kali ini melihat dia menangis, dan film itu adalah karya legendaris bunda Helvy Tiana Rosa "Ketika Mas Gagah Pergi". Bahkan setelah sampai dirumah, air matanya masih berjatuhan.
Film ini lebih dari kata bagus. Mendidik dan menenggelamkan hati saya masuk kedalam cerita dalam setiap adegan. Begitu sayangnya Mas Gagah kepada Gita, begitu sabar menjalani kehidupan disaat Allah mencobanya dengan cobaan yang begitu besar, untuk membuat mata hati Gita "terbuka". Mama yang awalnya sama seperti Gita, perlahan mencair hatinya melihat ketulusan Gagah dalam berhijrah menjadi Muslim yang lebih baik. Alhamdulillah Mama diberi hidayah dengan cepat.
Namun, Gita justru semakin kalap. Kacau. Ketika Mas Gagah mencoba membuatnya memahami tentang jalan yang kini dipilih Mas Gagah. Padahal sebelumnya hatinya telah sedikit luluh karena sikap Mas "Fisabilillah" Yudi yang telah menolongnya dari musibah pencurian handphone nya didalam bus tranjakarta. Yang pada awalnya Gita merasa risih akan dakwah "berjalan" yang di lakukan Yudi, dimanapun. Kapanpun. Tetapi setelah kejadian di bus transjakarta tersebut hatinya "terbuka" sedikit demi sedikit.
Gita merasa semua orang yang ada di sekelilingnya "berubah" sama seperti Mas Gagah. Tika pun demikian, kini ia mengenajan jilbab. Gita yang manja, tomboi, merasa "sendirian". Mas Gagah tetap berusaha tuk "membuka mata hati" Gita dengan berbagai cara. Sikap Mas Gagah dan Yudi amat sangat jarang ditemui didunia nyata ini. Anak muda yang tetap berusaha menjadi lebih baik dan mengamalkan semua ajaran-Nya.
film ini membuka "mata" saya. Menghibur. Dan menyentuh kalbu. Hubungan persaudaraan. Hubungan sesama muslim. Saling membantu. Saling memberitahukan.
Dari yang tidak tahu apa-apa, menjadi tahu.
Dari yang marah, benci, menjadi bersyukur dan cinta... bahkan lebih cinta.
Dari yang buruk, menjadi lebih baik.
dan istiqamah....
Betapa indah islam. Islam itu indah. Islam itu cinta.
Semoga siapapun yang baru saja menonton dan setelah film ini berakhir, akan melahirkan "Mas Gagah" dan "Mas Fisabilillah" di negara kita tercinta ini...
cant wait to watch KMGP part 2..... 👍👏😻😍
-Nurul Parianah-
www.flp.or.id
www.kmgpthemovie.com
Tidak pernah rasanya melihat adik menangis ketika selesai nonton film di bioskop. Batu kali ini melihat dia menangis, dan film itu adalah karya legendaris bunda Helvy Tiana Rosa "Ketika Mas Gagah Pergi". Bahkan setelah sampai dirumah, air matanya masih berjatuhan.
Film ini lebih dari kata bagus. Mendidik dan menenggelamkan hati saya masuk kedalam cerita dalam setiap adegan. Begitu sayangnya Mas Gagah kepada Gita, begitu sabar menjalani kehidupan disaat Allah mencobanya dengan cobaan yang begitu besar, untuk membuat mata hati Gita "terbuka". Mama yang awalnya sama seperti Gita, perlahan mencair hatinya melihat ketulusan Gagah dalam berhijrah menjadi Muslim yang lebih baik. Alhamdulillah Mama diberi hidayah dengan cepat.
Namun, Gita justru semakin kalap. Kacau. Ketika Mas Gagah mencoba membuatnya memahami tentang jalan yang kini dipilih Mas Gagah. Padahal sebelumnya hatinya telah sedikit luluh karena sikap Mas "Fisabilillah" Yudi yang telah menolongnya dari musibah pencurian handphone nya didalam bus tranjakarta. Yang pada awalnya Gita merasa risih akan dakwah "berjalan" yang di lakukan Yudi, dimanapun. Kapanpun. Tetapi setelah kejadian di bus transjakarta tersebut hatinya "terbuka" sedikit demi sedikit.
Gita merasa semua orang yang ada di sekelilingnya "berubah" sama seperti Mas Gagah. Tika pun demikian, kini ia mengenajan jilbab. Gita yang manja, tomboi, merasa "sendirian". Mas Gagah tetap berusaha tuk "membuka mata hati" Gita dengan berbagai cara. Sikap Mas Gagah dan Yudi amat sangat jarang ditemui didunia nyata ini. Anak muda yang tetap berusaha menjadi lebih baik dan mengamalkan semua ajaran-Nya.
film ini membuka "mata" saya. Menghibur. Dan menyentuh kalbu. Hubungan persaudaraan. Hubungan sesama muslim. Saling membantu. Saling memberitahukan.
Dari yang tidak tahu apa-apa, menjadi tahu.
Dari yang marah, benci, menjadi bersyukur dan cinta... bahkan lebih cinta.
Dari yang buruk, menjadi lebih baik.
dan istiqamah....
Betapa indah islam. Islam itu indah. Islam itu cinta.
Semoga siapapun yang baru saja menonton dan setelah film ini berakhir, akan melahirkan "Mas Gagah" dan "Mas Fisabilillah" di negara kita tercinta ini...
cant wait to watch KMGP part 2..... 👍👏😻😍
-Nurul Parianah-
www.flp.or.id
www.kmgpthemovie.com
Rabu, 13 Januari 2016
Surat Tanpa Tuan
Dear you...
Apa kabarmu hari ini? Yang aku tahu kau pasti baik-baik saja yang kulihat dari aktivitasmu yang masih megganti foto dalam bbm-mu. Hampir tiga tahun aku sudah tidak pernah melihatmu lagi secara dekat maupun secara diam-diam melalui spion sepeda motorku. Seperti dulu, saat hanya aku yang baru mengenalmu. Hahaha.... sebegitunya kah aku?
Pasang surut gelombang kehidupan yang aku lalui, saat sebelum hingga aku bertemu denganmu. Begitu berbeda, luar biasa tepatnya. Mulai dari aku yang saat itu (2012) sedang menata hati karena seseorang di masa laluku hingga akhirnya aku bertemu denganmu. Dan semua itu merubah segalnya. Hidupku, dan sebuah rasa yang belum pernah aku rasakan saat sebelum bertemu denganmu.
2012 dan hingga kini, cinta ini tetap bertahan pada
satu nama, namamu... meski aku tak perna htahu adakah aku dihatimu walau hanya "setitik" rasa itu. Mungkin kini kau telah memiliki cintamu sendiri ataukah mungkin tidak. Ingin sekali aku tahu bagaimana "rasa" dalam hatimu meski aku harus terluka karena kenyataan itu. Tapi aku tidak berani bertanya ! Dan aku sadar akan kodratku. Aku wanita, rasanya tak pantas bertanya seperti itu.
Harapanku hanya kepada-Nya. Tak ingin lagi aku mengharap padamu bahwa suatu saat akan ada rasa rindu terhadapku. Meski berulang kali aku mencoba.... hanya saja, aku tahu bahwa semua itu diluar kuasaku. Aku hanya menerima semua yang telah di tentukan-Nya. Kau tahu aku sudah berani melangkah dan membawa hatiku bersamanya, tetapi tiba-tiba saja seperti aku melangkah ke jalan yang sama... aku tidak memintamu mengerti. Apalagi ikut "merasakan". Aku hanya ingin kau tahu, itu saja.
Kebutaan akan "cinta" seperti yang dikatakan teman dekatku, sepertinya aku hanya memikirkan dan mencari dimana letak kesalahanku karena mereka berbicara secara terus terang, untuk apa aku masih menunggu datangnya keajaiban kalau suatu saat kau akan mencintaiku seperti aku mencintaimu. Hanya bisa tersenyum. Stupid girl. Sebentar saja kau bisa buatku menangis dua hari lamanya hanya karena aku melihat foto bbm-mu yang bersama seorang wanita. Saat itulah aku sadar, Allah sedang menghukumku karena aku terlalu berharap pada manusia, sakit.... pedih.. makanya saat itu aku benar-benar berusaha berani melngkah ke depan bersama hati ini.
Adapun satu hal yang tidak bisa aku jelaskan, mengapa aku hanya bisa bercerita apapun kepadamu, termasuk hal yang pribadi, keluarga. Karena aku tidak pernah bercerita tentang hal yang bersifat pribadi kepada siapapun, termasuk sahabatku. Bahkan orang yang aku percaya sekalipun, enggan tuk jadikan tempatku mengadu. Dan hanya kepadamu aku berani menceritakan segalanya meski aku sadar siapa aku, dan bila suatu hal yang tidak mengenakkan terjadi, selain pada-Nya aku selalu memanggil namamu, kalau saat ini aku benar-benar butuh kamu.
Segala hal yang telah berlalu, segalanya tentangmu, masih ku ingat secara detail hingga kini. Hingga saat ini dimana posisiku sedang bekerja dan aku malah menulis surat ini. Ingin sekali aku menulis hal yang indah tentangmu, bukan menulis semua rasaku yang sedari dulu hingga kini !!!
Meu amor, eu te amo♡
13 januari 2016
Apa kabarmu hari ini? Yang aku tahu kau pasti baik-baik saja yang kulihat dari aktivitasmu yang masih megganti foto dalam bbm-mu. Hampir tiga tahun aku sudah tidak pernah melihatmu lagi secara dekat maupun secara diam-diam melalui spion sepeda motorku. Seperti dulu, saat hanya aku yang baru mengenalmu. Hahaha.... sebegitunya kah aku?
Pasang surut gelombang kehidupan yang aku lalui, saat sebelum hingga aku bertemu denganmu. Begitu berbeda, luar biasa tepatnya. Mulai dari aku yang saat itu (2012) sedang menata hati karena seseorang di masa laluku hingga akhirnya aku bertemu denganmu. Dan semua itu merubah segalnya. Hidupku, dan sebuah rasa yang belum pernah aku rasakan saat sebelum bertemu denganmu.
2012 dan hingga kini, cinta ini tetap bertahan pada
satu nama, namamu... meski aku tak perna htahu adakah aku dihatimu walau hanya "setitik" rasa itu. Mungkin kini kau telah memiliki cintamu sendiri ataukah mungkin tidak. Ingin sekali aku tahu bagaimana "rasa" dalam hatimu meski aku harus terluka karena kenyataan itu. Tapi aku tidak berani bertanya ! Dan aku sadar akan kodratku. Aku wanita, rasanya tak pantas bertanya seperti itu.
Harapanku hanya kepada-Nya. Tak ingin lagi aku mengharap padamu bahwa suatu saat akan ada rasa rindu terhadapku. Meski berulang kali aku mencoba.... hanya saja, aku tahu bahwa semua itu diluar kuasaku. Aku hanya menerima semua yang telah di tentukan-Nya. Kau tahu aku sudah berani melangkah dan membawa hatiku bersamanya, tetapi tiba-tiba saja seperti aku melangkah ke jalan yang sama... aku tidak memintamu mengerti. Apalagi ikut "merasakan". Aku hanya ingin kau tahu, itu saja.
Kebutaan akan "cinta" seperti yang dikatakan teman dekatku, sepertinya aku hanya memikirkan dan mencari dimana letak kesalahanku karena mereka berbicara secara terus terang, untuk apa aku masih menunggu datangnya keajaiban kalau suatu saat kau akan mencintaiku seperti aku mencintaimu. Hanya bisa tersenyum. Stupid girl. Sebentar saja kau bisa buatku menangis dua hari lamanya hanya karena aku melihat foto bbm-mu yang bersama seorang wanita. Saat itulah aku sadar, Allah sedang menghukumku karena aku terlalu berharap pada manusia, sakit.... pedih.. makanya saat itu aku benar-benar berusaha berani melngkah ke depan bersama hati ini.
Adapun satu hal yang tidak bisa aku jelaskan, mengapa aku hanya bisa bercerita apapun kepadamu, termasuk hal yang pribadi, keluarga. Karena aku tidak pernah bercerita tentang hal yang bersifat pribadi kepada siapapun, termasuk sahabatku. Bahkan orang yang aku percaya sekalipun, enggan tuk jadikan tempatku mengadu. Dan hanya kepadamu aku berani menceritakan segalanya meski aku sadar siapa aku, dan bila suatu hal yang tidak mengenakkan terjadi, selain pada-Nya aku selalu memanggil namamu, kalau saat ini aku benar-benar butuh kamu.
Segala hal yang telah berlalu, segalanya tentangmu, masih ku ingat secara detail hingga kini. Hingga saat ini dimana posisiku sedang bekerja dan aku malah menulis surat ini. Ingin sekali aku menulis hal yang indah tentangmu, bukan menulis semua rasaku yang sedari dulu hingga kini !!!
Meu amor, eu te amo♡
13 januari 2016
Jumat, 08 Januari 2016
Dewasa itu.......
Januari 2016
Tak pernah terbayangkan menjadi dewasa ataupun menghadapi kehidupan setelah masa remaja akan sebegitu sulitnya.
Kau tak pernah tahu betapa berat kehidupan, sebelum engkau mengalaminya.
Dulu, semasa kecil aku membayangkan bahwa kehidupan di saat dewasa begitu menyenangkan.
Bekerja dipagi hari, dan selesai di sore hari.
Memakai pakaian kantor rapih.
Tapi nyatanya, semua bayang-bayang di masa kecil tersebut tidaklah nyata.
Berat... menjalani rutinitas yang mengharuskan pribadi menjadi kuat dan mandiri.
Dulu, aku bukanlah tipe orang yang 'bisa' melakukan semuanya sendiri.
Tetapi butuh teman yang menemani, ingin pergi ke suatu tempat pasti harus berdua atau bakan lebih.
Karena bila sendirian, tidak begitu menyenangkan.
Tapi kini aku mulai terbiasa sendirian.
Karena meski hidup butuh bantuan, kalau masih bisa dilakukan sendirian... ya lakukan.
Meski aku ini perempuan, harus bisa sadar diri dan jauhi sifat manja.
Karena aku bukan lagi anak-anak yang selalu ingin dituruti semua keinginannya dan selalu ditemani.
Hidupku berubah. Aku lebih mengerti sekarang mengapa aku harus bisa 'mandiri'.
Aku harus membantu kedua orang tuaku yang hanya seorang wirausaha kecil-kecilan.
Mereka tidak bekerja seperti orang tua teman-temanku, bahkan mereka tidak sempat mengecap bangku SMA. Mereka hanya lulusan SD-SMP.
Yang aku salutkan dari mereka, mereka masih mampu bekerja keras berjualan dirumah sedari mama hamil aku hingga kini, aku bertahan bekerja ditempatku sekarang hanya karena mereka.
Aku butuh pekerjaan meski bukan ini pekerjaan yang aku impikan.
Selalu teringat kata-kata almarhumah sahabatku, "Allah tidak akan memberikan apa yang kamu inginkan, tapi Allah akan memberikan apa yang kamu butuhkan."
Keajaiban kata-kata tersebut seakan-akan benar-benar 'hidup' di duniaku, di sekitarku.
Rasanya begitu ajaib, kata-kata tersebut seakan-akan selalu menjadikan semangat dalam hidupku.
Mengalir bersama darahku. Dan berdetak dalam jantungku.
My life changed so much!
Bersyukur dan selalu bersyukur masih diberikan kesempatan untuk bisa merasakan 'hikmah' dalam setiap kejadian yang di berikan-Nya.
Januari. 2016.
Tak pernah terbayangkan menjadi dewasa ataupun menghadapi kehidupan setelah masa remaja akan sebegitu sulitnya.
Kau tak pernah tahu betapa berat kehidupan, sebelum engkau mengalaminya.
Dulu, semasa kecil aku membayangkan bahwa kehidupan di saat dewasa begitu menyenangkan.
Bekerja dipagi hari, dan selesai di sore hari.
Memakai pakaian kantor rapih.
Tapi nyatanya, semua bayang-bayang di masa kecil tersebut tidaklah nyata.
Berat... menjalani rutinitas yang mengharuskan pribadi menjadi kuat dan mandiri.
Dulu, aku bukanlah tipe orang yang 'bisa' melakukan semuanya sendiri.
Tetapi butuh teman yang menemani, ingin pergi ke suatu tempat pasti harus berdua atau bakan lebih.
Karena bila sendirian, tidak begitu menyenangkan.
Tapi kini aku mulai terbiasa sendirian.
Karena meski hidup butuh bantuan, kalau masih bisa dilakukan sendirian... ya lakukan.
Meski aku ini perempuan, harus bisa sadar diri dan jauhi sifat manja.
Karena aku bukan lagi anak-anak yang selalu ingin dituruti semua keinginannya dan selalu ditemani.
Hidupku berubah. Aku lebih mengerti sekarang mengapa aku harus bisa 'mandiri'.
Aku harus membantu kedua orang tuaku yang hanya seorang wirausaha kecil-kecilan.
Mereka tidak bekerja seperti orang tua teman-temanku, bahkan mereka tidak sempat mengecap bangku SMA. Mereka hanya lulusan SD-SMP.
Yang aku salutkan dari mereka, mereka masih mampu bekerja keras berjualan dirumah sedari mama hamil aku hingga kini, aku bertahan bekerja ditempatku sekarang hanya karena mereka.
Aku butuh pekerjaan meski bukan ini pekerjaan yang aku impikan.
Selalu teringat kata-kata almarhumah sahabatku, "Allah tidak akan memberikan apa yang kamu inginkan, tapi Allah akan memberikan apa yang kamu butuhkan."
Keajaiban kata-kata tersebut seakan-akan benar-benar 'hidup' di duniaku, di sekitarku.
Rasanya begitu ajaib, kata-kata tersebut seakan-akan selalu menjadikan semangat dalam hidupku.
Mengalir bersama darahku. Dan berdetak dalam jantungku.
My life changed so much!
Bersyukur dan selalu bersyukur masih diberikan kesempatan untuk bisa merasakan 'hikmah' dalam setiap kejadian yang di berikan-Nya.
Januari. 2016.
Langganan:
Postingan (Atom)
