Bekasi, 19 Maret 2016
Hijrah.
Aku sedang belajar melewati proses ini sejak enam bulan terakhir.
Aku tak pernah tahu rasanya bila aku tidak memulainya.
Pedih.
Kenapa aku bisa berkata seperti ini?
Pengujian keimananku yang naik turun.
Sakitnya dicemooh orang sekitar.
Ketika aku belajar mencintai lagu-lagu yang berbau religi, selera laguku yang kini berbeda.
Sempat orang terdekatku pun berkata hal yang menusuk hati.
Aku memang belum sepenuhnya bisa berHijrah.
Tapi aku tetap belajar untuk menjadi lebih baik dari aku yang sebelumnya.
Bukan untuk terlihat indah dimata makhlukMu, melainkan dihadapanMu ya rabb.
Aku mulai iri melihat muslimah dengan penampilan yang sungguh istimewa, yang menutup seluruh auratnya terkecuali kedua mata dan kedua telapak tangannya.
Sungguh, indah dipandang.
Dulu, aku mungkin akan berkata wanita seperti itu terlihat seperti "teroris".
Tapi kini, bila ada yang berkata seperti itu, rasanya hati ini seperti teriris. Sedih. Sakit.
Aku besyukur..... Allah telah membukakan pintu hidayah dalam hatiku.
Aku hanya ingin menjadi wanita yang belajar untuk menjadi wanita shalehah.
Hingga akhir hayatku, semoga ALLAH SWT selalu menjadikan hati ini tetap berada dalam keistiqomahan.
Dan aku berharap pula, untukmu yang berada jauh disama pun sama seperti aku.
Memperbaiki diri.
Memantaskan diri dihadapan-Nya.
"Perempuan baik untuk laki-laki yang baik. Dan perempuan keji untuk laki-laki yang keji pula."
Begitulah ALLAH SWT menjanjikannya.. dan aku tahu, janji-Nya pasti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar