Minggu, 01 Oktober 2023

Bisa Jadi.

"Bisa jadi kamu jatuh terpuruk,

Bisa jadi kamu tergores luka,

Bisa jadi kamu ditinggalkan

Seseorang yang kamu sayang. 

Tapi, yakinlah ! 

Selagi Allah tidak murka padamu dan 

Nabi Muhammad tetap menyayangimu,

Kamu akan baik-baik saja."


- Halimah Alaydrus -

Selasa, 15 Februari 2022

14 Febuari 2022

Hai.. Valentine 2022.

Masih dengan orang yang sama, yang memberikan bunga dan penghuni baru yang akan tinggal di rumahku untuk waktu yang lama.

Namun kali ini diberikan dengan secara langsung bukan disimpan didepan rumah seperti tahun lalu. Hahaha..

Tak ada kata-kata romantis yang terucap dari bibirnya.

Eh tapi dia masih hutang menulis sebuah kalimat yang harus ditulis dalam selembar kartu ucapan yang semalam mau diberikan namun tidak jadi. Malah menyuruhku untuk menulis sendiri kalimatnya, huh sungguh sangat romantis anda.. hahahaha.


Dear Meu Amor, Love, Sayangkuhhh..

Makasih ya untuk semua yang kamu berikan untuk aku.

Usahamu untuk buatku percaya akan cinta, yang memang aku belum tahu bagaimana rasanya dicintai oleh orang yang aku cintai selama ini. sebab selama ini aku cuma mencintai sendirian. hehe..

Hingga detik ini, aku masih seperti tidak percaya bahwa kamu itu benar-benar ada didekatku, disamping aku, disisi aku, tidak hanya dalam lamunanku atau mimpiku lagi.

Kamu sudah melihat sisi paling sensitif yang tidak semua orang bisa aku ijinkan untuk melihatnya, menangis dihadapan kamu. Itu berarti kamu telah menjadi orang yang hatiku percaya untuk bisa menumpahkan segala rasa yang berkecamuk didalam hati aku. Ciee.. lulus jadi tempat ternyaman buatku plus bonus bisa lihat wajah jelekku saat menangis.. haha.

Yang terpikir saat itu aku cuma minta supaya kamu tetap dijaga oleh Tuhan dimanapun dan kapanpun. Kamu selalu bahagia. Sehat.. sebab aku sayang sekali sama kamu.

Ingat selalu quote yang menjadi andalanku yah.. Butuh beberapa detik untuk jatuh cinta namun butuh waktu seumur hidup untuk membuktikan nya. So, jangan pernah bosan jika aku selalu bertanya : seberapa besar cintamu, sayang sama aku sebanyak apa, pertanyaan yang sama yang pasti akan terulang lagi. hahahaha..

Dear Galang.. haha.. I LOVE YOU TO THE MOON AND SATURN.. My always valentine. Te Amo Mucho.


#Pacil sama Manda ada temen baru dirumah. <3


14 Febuari 2022

-N.P

Minggu, 07 November 2021

November, 2021.

Hai, November 2021 sudah memasuki tanggal 7. Cepat sekali tahun ini berlalu, bulan kesebelas yang sebentar lagi akan menuju akhir tahun 2021. Aku masih menjadi diriku yang sama seperti tahun-tahun sebelum nya.

Lika liku perjalanan hidupku begitu banyak menjadi pembelajaran yang setiap kali aku ingat selalu buatku memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam. Sampai terkadang aku berpikir jika boleh mengulang kembali waktu, aku tidak akan memilih kembali kedalam masa-masa itu dan tetap memilih dimasa kini, ditempat aku berdiri sekarang. Hal yang tidak pernah terbayangkan sekalipun akan terjadi dalam hidupku, benar-benar terjadi dan membuatku kadang merasa tidak percaya bahwa hal tersebut benar-benar aku alami. Namun, aku bersyukur mampu melewati semua nya dengan "kewarasan" yang masih ada didalam diriku.

Jika aku tidak melewati proses itu, aku takkan pernah bertemu dia dimasa kini. Iya, dia yang masih kusimpan dalam diam dan selalu kusemogakan dalam setiap doaku dalam-dalam. Padahal aku sudah berkata menyerah beberapa waktu lalu, aku sudah pasrah pada apapun yang kan terjadi dalam hidupku termasuk tentang dia. Tapi, aku malah dipertemukan dengan dia. Bukan lagi dalam mimpi dan lamunanku lagi, tapi secara nyata pada lima november dua hari yang lalu.

Ada rasa yang tak biasa. Aku berusaha menahan nya dengan bersikap biasa saja, namun debaran dalam jantungku tidak bisa diajak bekerja sama. Menceritakan segala tentang sakitku, dan melihat keadaan tangan nya yang memiliki sakit yang sama denganku. Selama aku sakit, percobaan meminum obat setiap hari selama satu bulan lama nya dia selalu mendampingiku tuk bisa melewati nya. Padahal aku sangat membenci yang namanya "obat". Dan rasanya amat sangat memuakkan setiap hari harus meminum obat yang jumlahnya tidak sedikit. Lelah, tapi dia selalu mengingatkan agar aku bisa sembuh.

Aku tahu, dia bukan tipe orang yang bisa selalu bisa membalas pesan dengan cepat jika dia sedang tidak senggang. Aku tahu, dia itu tipe orang cuek dengan mood yang tidak bisa diprediksi. Tapi saat dia tahu aku sakit dan harus meminum obat itu tepat waktu, dia selalu mengingatkan aku lebih dari alarm yang sudah kuatur dalam handphone ku. Dia bahkan tidak lagi aktif dalam facebook nya sejak aku sakit dan benar hingga kini dia masih belum terlihat online sekalipun. Aku tahu, saat dia sakit Agustus lalu dia pernah berucap, saat dia sakit untuk memegang handphone pun tangan nya terasa malas dan hanya ingin tidur saja. Dan aku merasa sangat bersyukur akan semua itu. Hanya dia yang selalu mengingatkan aku bahkan disaat kadang aku lupa, membaca pesan dia jadi buatku kembali menatap jam dilayar komputer kerjaku setiap pagi.

Tak henti-hentinya aku mengucap rasa syukurku setiap kali aku mengingat setiap hal yang telah Allah berikan untukku. Kehadiran dia, jika bukan Allah yang menggerakkan hatinya takkan mungkin dia akan selalu menjadi pengingat disetiap kali aku membutuhkan nya. Pun dengan pertemuanku dengan dia, jika bukan Allah yang menggerakkan hatinya, takkan pernah ada pertemuan itu sekalipun aku memaksakan diri untuk bisa bertemu. Disaat aku berkata "aku menyerah" tapi Allah malah mempertemukan aku dengan dia. Aku tidak tahu isi yang ada dalam hatinya, aku hanya mampu berdoa segala hal yang baik yang ada didalam hatinya. Dan semoga Allah memberikan yang terbaik untukku dan untuknya.

Hingga kini, aku masih merasa seperti mimpi kalau aku benar-benar telah bertemu dengan nya, in person. Pada saat pertemuan itu akan berakhir, ada rasa tak ingin berpisah. Rasanya aku ingin memfreeze waktu agar ia berhenti saat itu. Entah, mengapa rasanya aku selalu ingin ada didekatnya. Rasanya aku ingin tak ada hari esok. Rasanya tidak bisa aku bicarakan, hanya bisa aku rasakan dan dengan jelas debaran dalam jantungku masih berdetak tidak seirama.

Semalam, saat aku berbicara padanya ada sedikit pembahasan tentang pernikahan. Bukan tentang kami, tetapi pendapatnya dan pendapatku perihal jika suatu hari nanti menikah. Aku berkata, jika aku menikah ingin tinggal hanya berdua dengan suamiku meski kami belum memiliki rumah sendiri, yang terpenting tidak tinggal dirumah orang tuaku atau orang tuanya meski hanya tinggal dalam kontrakan. Diapun memiliki pemikiran yang sama, agar rumah tangganya tidak ada yang ikut campur juga. Sebenarnya aku ingin melanjutkan pendapatku tentang pernikahan tapi kapan-kapan saja dibahasnya ya. haha.

Tuhan, terima kasih untuk semua yang telah engkau beri.

Tuhan, terima kasih untuk semua yang telah terjadi.

Semoga, aku bisa lekas sembuh dan sehat kembali. Bahagia dunia akhirat dengan orang yang aku sayangi hingga berada dikehidupan yang abadi.


Bekasi, 7 November 2021.

-N.P

Kamis, 21 Oktober 2021

Rindu Rindu Untukmu

Terkadang aku tak mengerti, mengapa bibir ini begitu kelu tuk berucap rindu?

Padahal hati begitu bergemuruh, riuh, dan menggebu.
Semestinya aku bisa tuk sampaikan nya, namun kutahan dan kukatakan saja pada Tuhan.
Rindu-rindu yang menumpuk ini tak tahu lagi harus aku simpan dimana. Dihatiku? Sudah terlalu sesak rasanya.
Kamu tahu, ruang dalam hatiku sudah dipenuhi dengan segala tentangmu.
Hey, jangan sebut aku selalu galau yah?
Tiada lagi caraku menyampaikan segala rasa yang tak mampu aku ucap selain menuliskan nya.
Kamu merasa aku menyebalkan? Atau muak membacanya? please.. maafkan.

Yasudah, biar kedekap saja rindu ini dalam-dalam. Mau kamu tahu atau tidak tahu, rindu ini tetap milikmu.

24.03.21
-N.P

Rabu, 20 Oktober 2021

Terima Kasih. A.S~

February, 14th 2021.

Delapan bulan yang lalu, hal yang tidak pernah gw bayangkan terjadi dalam hidup gw. Hal yang tidak pernah gw pinta, apalagi terpikirkan. Setelah "kembali" hadir dalam hidup gw, dan gw mencoba menerima kembali kedatangan dia dengan tujuan untuk bisa menambah teman, hidup gw berubah. Kehadian dia yang awalnya hanya gw anggap biasa, kini menjadi tidak biasa-biasa saja. Bahkan pernah terpikirkan semua terasa seperti mimpi, meski gw tahu mungkin bagi orang lain itu adalah hal yang biasa saja. Tapi buat gw itu tidak, dia benar-benar ada dalam hidup gw. Rasa sakit sebab merindukan dia suatu hari menjadi bukti nya. Dan pada akhirnya gw benar-benar sudah tidak bisa melawan rasa cinta ini untuk dia dan February 14th itu tepat satu bulan rasa ini ada.

Mengenal dia yang sudah melewati satu tahun pertemanan, gw begitu paham tentang dirinya. Dia sangat mirip dengan gw, sebab banyak kesamaan antara gw dan dia. Hingga hari ini, tepat tanggal 20 Oktober 2021 gw masih berhubungan baik dengan dia, dan artinya sudah sembilan bulan lamanya perasaan ini masih ada dalam hati gw. Sudah selama ini ternyata, dan masih tersimpan rapat dalam ruang hati gw yang tersembunyi sangat dalam. Gw nggak pernah menang melawan logika gw, rasa dan suara hati ini selalu menjadi pemenang nya. Gw nggak pernah tahu kenapa, perasaan ini masih bertahan hingga sekarang. Semakin dalam, rasa sayang yang tidak bisa disalurkan secara langsung untuk dia. Sebab hanya doa yang menjadi sarana untuk bisa menyalurkan gejolak disetiap kali hati ini merintih merasakan segalanya. 

"Hey, disini gw cuma mau mengucapkan terima kasih untuk semua yang telah lo berikan untuk gw. Semua nya terasa begitu berarti buat gw. Meskipun mereka hanyalah hal kecil dan sederhana, Pacil selalu gw jaga hingga saat ini. Makasih ya, makasih banyak."

Setiap hal kecil yang pernah dia berikan baik sebuah perkataan ataupun sesuatu yang bisa gw simpan hingga kini, hanya rasa terima kasih yang bisa gw sampaikan. Sekali lagi, mungkin hal ini biasa saja dimata orang lain, tapi buat gw ini "Bahagia Dari Hal Sederhana" yang pernah gw terima sepanjang hidup gw.

Entah, gw nggak mengerti dengan apa yang harus gw lakukan sekarang. Setiap hari semakin bertumbuh rasa ini, setiap hari selalu memikirkan apa dia baik-baik saja? Setiap hari rasa sayang yang membuncah ini hanya bisa diluapkan dengan berbicara atau memeluk Pacil, dan kadang mengintip dalam sosmed nya apakah dia sedang online atau tidak. Kalau dia online berarti dia sedang baik-baik saja, tapi jika sudah lama tidak nampak kehadirannya berarti dia sedang tidak baik-baik saja dan itu membuat gw  sangat mengkhawatirkan nya. Apakah cinta sebuta itu hingga gw selalu terpaku akan kehadiran nya dalam setiap hari gw? 

"Hey, gw mau post beberapa foto dan mengabadikan nya sebagai kenangan yang mungkin bisa di ingat kembali suatu hari nanti. Terima Kasih sekali lagi gw sampaikan. Selama gw mampu, akan gw jaga anak panda ini baik-baik. Penghuni rumah lo yang sudah delapan bulan pindah kerumah gw."
























Terima Kasih.. A.S.


Bekasi, 20 Oktober 2021.
-N.P


Sabtu, 28 Agustus 2021

Bulan Juli 2021

Hai Juli, 2021.

Bulan terberat yang gw lewati ditahun 2021 ini.

Bulan dimana hati gw di uji dengan ujian perasaan hingga membuat kondisi gw sejak awal bulan ini  benar benar tidak dalam kondisi baik-baik saja.

Gw sadar, setiap kali gw sudah mulai memikirkan seseorang, merindukan orang tersebut hingga buat gw tidak fokus dengan segala kegiatan yang harus di lalui hari itu, begitu menyiksa batin dan raga gw.

Gw nggak tahu, mengapa perasaan gw terasa begitu meletup-letup setiap kali bayangan tentang dia muncul dikepala gw dan sangat menyiksa gw sebab untuk berucap kalau saat itu gw kangen dengan dia itu adalah hal yang tidak mampu gw lakukan.

Padahal rasanya kedua tangan ini ingin mengetik, "lagi apa?" "Gimana hari ini?" "Baik-baik sajakah lo?" Di whatsapp dan menekan tombol kirim saat itu juga, namun gw tahan. Beberapa hari pun tlah berlalu, hingga satu minggu kemudian kondisi gw memang benar-benar drop sekali saat itu orang rumah ada yang sakit, dan saat itu pun gw sudah merasa nggak enak badan. Sakit yang dilalui orang rumah menunjukkan gejala ke covid dan gw curiga dengan sangat bahwa orang rumah gw itu positif.

Demam pun datang menghampiri gw sejak jumat malam 9 Juli 2021, hanya dengan minum obat seadanya gw lewati masa-masa demam itu selama 3 hari namun kondisi masih tetap sama. Dihari ke empat tepat tanggal 12 Juli, dengan melihat kondisi orang rumah yang walaupun sudah tidak sakit namun mengabarkan kalau inda penciuman hilang dan demam yang ada dibadan gw belum hilang juga, gw teringat tentang pengalaman "Dia" yang pernah terpapar covid 19 ditahun 2020 lalu maka gw memberanikan diri untuk bertanya tentang pengalaman dia dulu.

Dan akhirnya, gw yang selama ini menahan diri untuk nggak whatsapp dia sejak awal bulan, memberanikan diri untuk bertanya sekaligus memang sangat ingin tahu kabarnya apakah dia baik-baik saja selama ini. Rindu sedikit terobati. Rasa cemas, gelisah, luruh seketika. Dan gw yang masih dalam kondisi belum pulih pun merasa deg-degan dengan berbagai macam perasaan yang bergemuruh di dalam dada. Rindu. Gelisah. Cemas. Khawatir. Setiap kali gw merasakan itu semua, gw hanya mampu menahannya sendirian. Namun kali ini, benar-benar buat kondisi gw menjadi "sakit", dan benarlah kali ini gw sakit.

Setiap malam tidur gw tidak pernah nyenyak. Pun ketika setelah memberanikan diri whatsapp Dia duluan dan bertanya perihal tentang sakitnya dulu, sore hari Senin 12 Juli itu, gw berobat ke klinik untuk memastikan apakah gw terpapar covid dengan swab antigen. Tak lama menunggu, hasil swab pun keluar. Kecurigaan gw benar adanya, gw positif terpapar covid 19. Seketika otak dan badan berjalan tidak seharusnya. Lupa jalan pulang kerumah sebab berangkat ke klinik pun gw sendirian. Malamnya, dia menjadi orang pertama yang gw kabari. Masih tidak nyenyak tidur gw malam itu, seperti mimpi, semua terasa seperti mimpi buat gw.

Gw nggak tahu bagaimana 14 hari yang harus gw lalui saat itu jika tanpa komunikasi dengan dia dan teman dekat gw yang lain nya. Dia sangat gw butuhkan dalam hidup gw. Iya gw sangat butuh dia bahkan saat ini, saat gw menulis ini satu bulan kemudian setelah gw dinyatakan negatif pada swab kedua tanggal 26 Juli lalu.

Malam ini, tanggal 28 Agustus 2021 begitu sangat ingin menuliskan tentang semua pengalaman saat di nyatakan positif covid 19 dan ingin memberitahukan bahwa diri ini sangat berterima kasih atas perhatian yang Dia berikan saat gw melewati masa terberat itu. Sungguh gw nggak tahu apa jadinya jika tanpa Dia. Tak tahu.

Di... makasih ya.

Makasih banyak...  

Makasih Di...

Andai aja lo bisa baca tulisan gw ini. Hihi..


28.08.21

-N.P

Sabtu, 26 Juni 2021

Dari Aku. Untuk Aku.

Duhai "Aku".


Terima kasih sebab kamu selalu menjadi orang yang dan selalu berusaha sabar.


Terima kasih kamu mampu bertahan meski hatimu sebenarnya rapuh dan hidupmu terasa runtuh namun hatimu tetap tangguh.


Terima kasih kamu selalu mengalah dan selalu menahan amarah meski kamu sebenarnya berhak untuk bisa membalas orang-orang yang telah menyakitimu begitu dalam.


Terima kasih untuk tidak menyerah dalam keadaan apapun hingga air matamu tak sanggup lagi untuk menetes.


Terima kasih kamu adalah "Aku" yang akan selalu menjadi dirimu yang dulu, sekarang, dan nanti.


Kamu harus tahu bahwa, Sinar yang terpancar dalam ketulusan hati penuh dengan rasa sabar, takkan pernah padam meski dihantam bertubi-tubi pesakitan!


Dari "Aku". Untuk "Aku".


19.02.21
-N.P