Seberapapun aku mencoba, sekuat apapun aku berusaha, semua adalah karena
kehendaknya. Aku hanya manusia biasa. Aku tak mampu mengingkarinya. Aku tak
bisa menepisnya. Dialah kehendak tuhan. Aku pikir, keputusanku untuk menghilang
dan pergi dari kehidupannya itu adalah benar. Tapi nyatanya aku masih di
bayang-bayangi oleh sosoknya. Walau ia tidak tampak dimataku, dia selalu hadir
dalam mimpiku.
Kurang lebih dua tahun lamanya aku mengenalnya. Awal pertemuan aku dan dia,
aku masih mengingkarinya. Mengingkari perasaanku padanya. Bertahan dalam diam,
bertahan dalam sakitnya mencintai, bertahan dalam sesaknya kerinduan. Hingga akhirnya
semua pertahananku terlepaskan. Aku menceritakan semuanya kepada orang-orang
terdekatku. Kepada sahabatku dan dia.
Waktu telah berjalan cepat. Hingga akhirnya tahun 2013 lalu aku memutuskan
untuk menjauh darinya. Sahabat-sahabatku memberitahukan bahwa dia telah
memiliki cintanya sendiri. Aku sedih. Aku sakit. Aku kecewa. Aku bertahan dan
tetap memperhatikannya karena aku sangat menyayanginya, saat itu aku mengetahui
kalau dia belum memiliki cintanya. Namun setelah aku mengatahui kalau dia telah
memiliki cintanya sendiri, aku harus pergi. Aku pergi melupakan segala tentang
dia. Aku pergi mengobati luka hatiku.
Seperti prinsip yang telah aku pegang, “aku masih akan tetap bertahan
jika dia belum memiliki cintanya sendiri, tapi jika dia telah memiliki atau
menemukan cintanya sendiri.. aku akan pergi.. aku menjauh demi dia, agar dia
bahagia.”. aku menjalaninya. Meski sulit. Meski berat. Meski enggan kulakukan.
Aku tetap harus menjalaninya.
Waktu berjalan dengan cepat, hemhh.... sedikit bisa melupakan, namun ada
satu hal yang membuatku kembali meyelami perasaanku untuknya. Sujujurnya aku
tidak tahu kata-kata tersebut benar atau tidak, tapi kata-kata itu terus
menghantuiku hingga kini. Walau aku telah pergi untuk menjauh dari hidupnya,
sesungguhnya hati ini masih memiliki perasaan yang sama. Seperti dalam
tulisanku sebelum tulisan ini.. “sampai kapan?”. Aku masih maenjadi diriku yang
tetap bertahan menyimpan perasaan dalam kesendirian. Dalam kesakitan. Tidak berani
aku ceritakan semua ini kepada sahabatku, karena aku sadar beban hidup mereka
banyak sekali dan aku tidak ingin menambahnya. Beban hidupku, biar aku yang
rasakan sendiri.
Menangis dalam tidur, sakit sekali rasanya. Beberapa kali aku merasakan
itu. Karena ada dirinya dalam mimpiku, aku begitu merindukkannya hingga aku
selalu memimpikannya. Aku begitu menyayanginya hingga aku menangis setiap
memimpikannya. Aku bertahan. Aku bertahan dalam diam disaat keadaanku seperti
itu. Selama berbulan-bulan aku masih mempertahankannya. Aku berusaha menahannya
dengan tidak menanyakan kabarnya, menghubunginya (lagi). Aku menahannya
sendiri. Mungkin saat sahabatku membicarakan tentangnya, aku bersyukur. Aku tahu
dia baik-baik saja disana. Hal itu sudah cukup untukku. “mengetahui ia
baik-baik saja, walau aku tidak menanyakan padanya dan tahu dari orang lain,
aku tenang. Itu sudah cukup untukku.”.
Hari itu, jumat 21 feb 2014. Hari yang membuatku meneteskan air mataku
kembali. Sekitar pukul sepuluh malam, ketika selesai menonton film dari
handphoneku. Aku tak pernah berfikir akan ada kejadian seperti itu. Jaringan handphone
dalam keadaan off, itu kulakukan agar menghemat baterai. Setelah selesai
menonton film, ada 1 bbm masuk. Aku membukanya, dan ternyata dari sahabatku. Dia
mengirimkan aku sebuah screen capture. Saat ku buka, dalam foto tersebut,
tertulis namanya dan ada foto editanku didalamnya. Aku sempat tak percaya. Itu foto
yang aku buatkan syairku dua tahun lalu. Dan masih disimpannya. Saat itu, aku
tak kuasa menahan air mataku. Dan tanpa sadar tanganku membalas bbm sahabtku
dengan mengetikkan “Miss Him So Much T-T”. Aku memang sangat
merindukannya. Sangat sangatttttt merindukannya. Tapi aku tidak pernah
mengatakan kata-kata itu kepada sahabatku ataupun dia.
Karena pikirku, untuk apa aku mengatakan kata-kata tersebut. Dia yang entah
bagaimana keadaannya sekarang, dia yang entah sedang bersama dengan siapa
sekarang. Mungkin ini memang sudah takdirku. Ini jalan hidupku dari yang maha
kuasa. Saat masih dalam keadaan menangis (entah aku merasa bahagia atau sedih
karena foto editan itu), ada request teman dari dia. Iya, dia menginvite
aku. I think i was dreaming, but im not. Aku tidak mungkin mengabaikan
request’an itu. Langsung aku “terima” permintaan bbm tersebut. Aku masih tidak
percaya, dia kembali lagi dalam hidupku. Usahaku untuk menjauh darinya, seperti
sia-sia. Ini adalah kehendak-Nya. Aku tidak bisa mengingkarinya.
Walau aku tidak tahu apa rencana darinya, aku hanya mampu menerimanya. Ini diluar
batas kemampuanku. Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya saat itu. Aku tetap
diam, tidak memulai percakapan bbm tersebut. Aku diam, karena aku takut salah
sikap. Aku tidak bisa mengulang kesalahanku dimasa lalu. Ketika aku terlalu over
care padanya. Ketika aku begitu takut melihatnya bersedih. Aku hanya takut.
Lalu keesokkan harinya, aku menerima bbm darinya. Dia berkata aku “belagu”.
Hemh, jujur dalam hatiku aku tidak pernah ingin membuat “drama” atau apapun. Aku
hanya takut salah sikap. Aku tidak ingin kejadian yang beberapa tahun lalu
terulang. Karena aku masih memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Aku tidak
bisa menganggapnya seperti teman-temanku yang lainnya, karena aku
menyayanginya. Karena dia orang special dalam hatiku, karena aku masih
menyayanginya seperti 2 tahun lalu. Apa respon dia jika dia tahu semuanya? Dia hanya
bisa diam, menghindar, tidak mengatakan sepetah katapun!!!
Ketika dia marah ataupun merasa kecewa saat menanyakan “kenapa, apa yang
buat lu susah?”, karena tidak tahan akan pertanyaan dan kata-kata yang dia
tuliskan. Aku menjawabnya dengan tulisan. Tulisan yang aku kirimkan dalam
bentuk doc. Tapi dia tetap tidak membalas apapun, dia diam. Dia tidak
menjawabnya. Aku lelah. Lelah sekali hingga aku tak kuat menahannya lagi. Akhirnya
rahasiaku, selama beberapa bulan sudah bukan menjadi rahasia lagi. Apa dia
paham akan tulisan yang aku kirimkan tersebut? Ah sudahlah, aku tak akan
memusingkan hal itu. Yang kini aku sadari adalah sikapnya dia yang membuat aku
menyadari betapa bodohnya aku!! Aku mengulangi kesalahan yang sama.
Walau aku tidak tahu apa yang ada didalam hatinya, aku bisa menilai dari
sikapnya. Saat membaca bbm dia dengan sahabatku. Dia menanyakan dengan cara
yang sedikit membuat aku kecewa. Aku menyadari, tidak pernah ada aku didalam
hatinya. Dan aku sadar, aku membuat kesalahan (lagi). Karena kejadian itu, aku
jadi berpikir mencoba memberitahukan rahasiaku kepada sahabatku. Aku ingin tahu
dengan mengirimkan tulisanku. Yang mungkin dianggap dia lebay atau mendrama. Aku
mengirimkan 2 tulisanku tentangnya. Dan tanpa perlu aku jelaskan, sahabatku tersebut
pasti mengerti. Entahlah, tulisanku tersebut diberitahukan kepadanya atau
tidak. Yang jelas, aku menulis itu karena aku tidak bisa mengungkapkan lewat
suara. Aku merasakan rasa sakit itu, dan meluapkan emosiku melalui tulisan. Aku
suka menulis. Menulis tentang semua yang aku rasakan. Aku tidak perduli, kau
menganggap aku lebay, mendrama atau apapun. Yang jelas itu apa yang aku
rasakan.
Aku tidak memintamu mengerti, aku hanya ingin menunjukkan padamu itulah
perasaanku. Itulah yang aku rasakan. Aku tidak pernah memintamu untuk ikut
merasakannya. Saat selesai aku kirimkan tulisanku kepada sahabatku, dia hanya spechless
atas apa yang aku rasakan. Dia tidak bisa berkata apa-apa, dan aku yakin diapun
mengerti. Kini semua yang aku sembunyikan bukan lagi rahasia. Aku memberitahukan
kepadanya dan kepada teman dekatku.
Cinta.. mengapa aku hanya bisa berucap maaf karenamu..
Aku hanya mampu berkata maaf padanya..
Aku hanya takut, aku akan melukai diriku lagi karenamu..
Karena kamu, cinta..
Bahkan disaat aku tidak mencelakainya, aku tetap meminta maaf padanya..
Apakah cintaku selalu disertai kata maaf ?
Maaf karena aku masih mencintaimu..
Maaf karena aku tidak bisa menganggapmu “biasa” saja..
Maaf karena cintaku masih untukmu..
Meski tahun telah berganti, hati ini tetap masih cinta dia..
Meski dia telah berganti-ganti cinta dalam hatinya..
Jika cinta ini salah, maka katakanlah agar berhenti memberinya cinta..
Tuhan, aku serahkan cinta ini kepadamu..
Engkau yang memberikan perasaan ini, dan...
Hanya kepada engkaulah aku mengembalikannya..
Aku pasrahkan, cinta dalam hati ini kepadamu..
Hingga aku terkubur dalam air mata cintanya..
Nanti, disaat aku melepaskan cinta ini kembali kepadamu..
Kamis, 27 feb 2014
Love Always, Rull...