Senin, 24 November 2014

Hujan

Biarlah lidahku keluh,
Biarlah hatiku kisruh,
Dikala hujan datang..
Rindu ku tentangmu tak jua menghilang..

Aku bukanlah wanitamu,
Aku bukanlah bintang dihatimu,
Aku hanyalah sepotong rindu..
Berbalut cinta tanpa suara..

Aku, Rindu..
Aku, Cinta..
Pada dia yang sedari dulu aku kenal..
Aku ingin, tanpa rasa takut tuk berkata Rindu..
Namun, sekali lagi aku hanya sepotong diam..
Tanpa suara..

Rindu tiada tara...
Padanya yang tercinta..

Hujan, satu dari ribuan tetesanmu jatuh membasahi bumi..
Jika salah satu diantaramu bertemu dengannya, jadikanlah rintikkanmu sebagai penyalur tumpukkan rindu dalam kalbuku..
Pada dia..


My day, 241114..
♡ always,
-Rull

Sabtu, 15 November 2014

karena Rindu ini tak pernah ku adu~

Untuk kesekian kalinya, aku (masih saja) memimpikanmu karena Rindu.

Aku, aku tak bisa melampiaskan rasa Rindu terhadapmu.

Tak bisa tanpa tahu malu berucap merindukanmu tanpa pikir panjang dulu.

Mungkin, dahulu aku berani mengatakan Rindu kepadamu tanpa rasa malu.

Namun kini, aku hanya mampu menitip Rindu ini pada-Nya dalam lantunan doa nan syahdu..

Sepanjang disepertiga malam aku bertemu denganmu dalam tidurku..
Aku bahagia serta malu..
Berjumpa denganmu meski kau tak menyapaku..
Disana aku melihatmu terluka, lalu ku beranikan diri membelamu..
Walau akhirnya aku yang akan pergi dan takkan pernah kembali..
Bahkan dalam mimpi, perasaan sakitku sama seperi dalam dunia nyataku saat kulihat kau tersakiti..
Aku begitu menyayangi dirimu, hingga rela menggantikan dirimu yang kulihat hampir mati..

Sejenak aku terbangun, dan kemudian kupejamkan lagi kedua mata ini..

Karena aku masih ingin bertemu denganmu lagi dalam mimpi..


Mungkin, itu adalah cara Allah mengobati rindu dalam hatiku saat Rindu memporak-porandakan relung hati yang gelisah karena Rindu yang tak jua padam karena api Rindu masih berkoar-koar dalam hatiku..

Terima kasih, kau masih ijinkan aku bertemu dengannya dalam mimpiku semalam.. :''


♡ always,
-Rull (151114)

PS : masih meRindukanmu..

Selasa, 11 November 2014

Kepada (hati) Nurani, dari "AKU"

Nurani, berhentilah memanggil namanya..

Bahkan saat mata terpejam, berusahalah bahagiakan dirimu (hati)Nuraniku, jangan menangis merindunya..

Kau tahu, kau adalah bagian terpenting dalam hidupku..

Saat engkau tersakiti, kami ikut tersakiti..

Otak seakan mati saat engkau merasa tak berarti..

Susah senang yang kurasa semua berasal darimu..

Engkaulah yang mengatur semua indra-ku..

Bukankah saat memejamkan kedua mataku, engkau masih saja membuatku gelisah..

Rindu dia yang masih saja kau agung-agungkan ditempat terindah dalam dirimu nuraniku..

Tempat yang tak kau ijinkan seseorang selain dia untuk singgah disana..

Aku tahu, Tuhan tidak memberikan dirimu ada dalam diriku untuk memberikan aku "sesuatu"..

Sesuatu yang belum tentu kan diberikan oleh-Nya untuk orang lain, cara mencintai seseorang tanpa salah pandang..

Aku yakin, jika dia memang apa yang engkau butuhkan, Tuhan kan memberikan jalan meski badai menghadang..

Untuk itu, bersabarlah wahai (hati) Nurani.. Engkau harus melewati banyak terpaan untuk merasakan kebahagiaan..


Aku masih mencintaimu. Aku akan terus menjagamu. Aku akan menemanimu dalam menghadapi rintangan dalam hidupku.

Teruntuk (hati) Nuraniku.

Dari, aku yang menjagamu dalam tubuhku.


11/11/14

Selasa, 04 November 2014

satu tahun telah berlalu.

041114 - 21:27

Satu tahun telah berlalu..
Dirimu pergi tepat tanggal 3 sehari yang lalu..
Tanpa pamit kepadaku..
Semoga allah selalu menjagamu..

Satu tahun telah berlalu..
Kulalui hari tanpa hadirmu..
Tanpa suara dan belaianmu..
Kini hanya ada pusaramu yang diam membisu..

Satu tahun telah berlalu..
Maafkan aku, belum sempat kutengok dirimu..
Aku diam, terpaku menerawang waktu..
Seakan-akan kau masih ada disampingku..
Saat kau tertidur lelap dilenganku..
Hingga aku merasa kaku..

Satu tahun telah berlalu..
Kau selalu buatku rindu..
Akan kejadian lucu..
Saat kau masih bernafas dan mengangguku..

Ahhh, aku rindu..
Satu tahun yang lalu..
Satu tahun kini telah berlalu..
Semoga kamu bahagia dalam surganya, surga terindah dalam pelukannya yang tak kutahu..

In memoriam.
Fikria Rosda Sofyani
Binti
Sofyan Sauri

07 april 1992 - 03 nov 2013..

Senin, 03 November 2014

Ajari aku.

Ajari aku.
Melupakanmu disaat cinta ini masih menginginkan hatimu..

Ajari aku.
Menghapuskan jejakmu dalam ruang hati tanpa harus tersakiti..

Ajari aku.
Meredam sorak soraian relung hati yang selalu meneriakkan namamu..

Ajari aku.
Menepis rindu yang kedatangannya tanpa pernah kutahu..

Ajari aku.
Berpura-pura mengecoh hati ini agar getar-getar denyut jantungku tidak berdebar tak berirama saat melihatmu..

Ajari aku.
Berani. Berani menghadapi semua kisah pilu yang sering kali datang tanpa kutahui..

Ajari aku.
Mencintai orang lain yang kan membuatku bisa menganggapmu seperti temanku yang lainnya tanpa harus bedebar jantungku karenamu..

Ajari aku.
Menjadi perempuan yang bisa menjaga jiwa dan naluri hatinya untuk memberitahukan semua perasaannya terhadapmu tanpa kenal rasa malu..

Ajari aku.
Menjadi seseorang yang kuat tanpa harus mengeluh tentangmu..

Ajari aku.
Kumohon ajari aku untuk berhenti mencintaimu. Untuk berhenti menyayangimu. Untuk berhenti menangis karena rindu padamu.

Jika aku bisa, melakukan semual hal yang aku pinta darimu untuk mengajarkan semua itu. Aku tak perlu meminta darimu.
Aku tak memintamu mengerti diriku, aku hanya meminta bantuanmu.
Aku tak ingin lagi terjebak dalam rasaku.
Aku tak ingin menambah luka hatiku.
Aku tak ingin menjadi perempuan bodoh yang tak tahu malu.
Aku tak ingin kembali menghancurkan hidupku.

Dahulu.
Sama seperti dahulu ketika aku membiarkan "hatiku" dilukai oleh pengkhianatan orang terdekatku.
Lalu, aku biarkan kembali hatiku terluka karena mengalah terhadap sepupuku..
Saat cinta ku bersemai indah bersama dengan dia, namun tuhan tidaklah mengijinkan aku tuk bersamanya.
Aku tak memintamu membayangkan menjadi diriku kala itu.
Aku hanya ingin menuliskan betapa hatiku meringis karna kubiarkan terluka.
Sulit rasanya merelakan dia yang baru saja mengobati luka hatiku.
Namun aku bukanlah seseorang yang egois, tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Aku mengalah.
Aku pergi.
Entahlah, luka ini semakin menjadi ketika orang lain berusaha memanaskan hati ini dengan menyiramkan air garam. Perih.
Aku tak berdaya.
Menangis sepanjang malampun tak ada gunanya.
Masih menganga..
Hingga akhirnya aku bertemu denganmu.
Yang secara perlahan menyusun satu demi satu kepingan hatiku yang patah karna terluka.
Dalam diam.
Aku merasakan cinta itu dalam diamku.
Aku tak berani memberi tahu.
Hingga kau pun akhirnya tahu semua rasaku.
Tak terasa, dua tahun tujuh bulan kubiarkan hatiku mengikuti inginnya.
Walau lelah, dia tetap berdiri disana.
Mencintaimu walau perih yang terasa.
Merindumu meski tak pernah ku adu.
Hingga ia memintamu mengajarinya melupakanmu.
Kesulitan terbesar dalam menjalani proses "ingin melupakan" dan "berhenti" ialah karena ia masih sangat menyayangimu.
Percayakah kau akan apa yang dirasakan "hati" ini?
Sekali lagi, aku tidak memintamu mengerti.
Aku hanya ingin menuliskan isi dalam hati ini.
Kau tahu, aku adalah perempuan pengecut yang selalu bersembunyi dibalik tulisan..
Aku berharap, aku bisa membantu hati ini mengikuti langkah kakiku.
Pergi menjauh tanpa mengganggu hidupmu.
Atau bahkan menyakitimu.
Akupun berharap waktu kan berpihak padaku, membantuku melewati hari tanpa berpikir tentangmu..

Maafkan hati ini, yang mengatakan bahwa dia masih sangat menyayangimu....


Menjelang tengah malam.
03 November 2014.

♡ Rull..

Minggu, 02 November 2014

Dear kalian berdua....

Dear kalian berdua..

Setelah bertemu Fikria, pada awal kuliah dulu. 
Kita memang sering melihat.
Namun kedekatan kita terjalin sejak semester 2.
Aku tak pernah menyangka, kita menjalin pertemanan sedekat ini.
Yang rasanya tidaklah lengkap bila salah satu tidak berkumpul bersama.
Kalian tahu, kalian menyebalkan.
Kalian begitu menyebalkan hingga aku jengah.
Tapi itulah kalian.
Itulah kekurangan kalian.
Namun kekurangan kalian yang apa adanya membuat aku mengerti.
Mengapa kalian melakukan itu, kalian "Jujur"..
Kalian jujur mengatakan apa yang ingin kalian katakan.
Kalian adalah pelengkap "KITA"..
Aku yang tidaklah ada apa-apanya, yang pengecut bersembunyi dibalik sajak pengungkap setiap apa yang aku rasakan..
Kalian selalu membantu aku berbicara disaat aku tak mampu berkata-kata..
Kalian yang menyembunyikan fakta agar kutakrasakan kesakitan karena cinta sendirian..
Kalian yang ikut merasakan bahkan mungkin lelah, dari setiap cerita percintaanku yang berantakan..
Kalian yang menyemangatiku disetiap kali aku terjatuh..
Kalian yang diam-diam mungkin merindukanku (ahahaha, pedeh sekalih akuhhh..)..
Kalian yang selalu menyediakan waktu untuk berkumpul disaat kuliah telah berlalu..
Hampir setiap hariku dulu kulewati bersama kalian..

Aku, tak pernah menginginkan kalian rengkuh piluh bahkan jenuh, saat ku ceritakan tentang apa yang sudah buat hatiku kistruh.
Aku, tak menghiraukan jika aku jatuh terpogoh-pogoh sendirian dibanding melihat kalian ikut jatuh bersamaku.
Aku tahu kalian jenuh, mendengar ceritaku yang selalu mengeluh.
Karena kalian pun pasti memiliki masalah perih tersendiri dalam hari-hari yang kalian lewati.
Aku tak ingin menambah beban kalian.

Semoga kalian bahagia bisa mengenal "Aku". Perempuan pengecut tak besua, namun berteriak dalam rangkaian kata.

Teruntuk :
Vicky Mars(y)alindri dan Dea Dwica(h)yanti..



Minggu, 2 oktober 2014. 20:52 wib.

Don't forget me. Thank you for being my friends.


♡ Rull... 

Lost you in my dreams.

2 November 2014.

Terbangun dari mimpi saat bertemu dengannya disana adalah sebuah ketidakinginan-ku. Rasanya seperti tenggelam dalam lautan tak berdasar. Semakin berusaha untuk mencapai daratan, semakin tenggelam tanpa pertolongan. Tidak bisa bernafas. Itulah yang aku rasakan saat terbangun dalam mimpiku karena kini kau hanya bisa kutemui dalam mimpiku. Mungkin, ketika kau membaca tulisanku ini (bagaimana dia tahu aku menulis tentangnya, sementara aku tak pernah memberitahukannya lagi ??? Ah, bodoh sekali aku...) Kau akan menganggap aku adalah perempuan aneh yang setiap kali bertemu dengannya dalam mimpi merasa seperti yang kutuliskan saat ini.

Entahlah, aku tak perduli. Aku bebas menuliskan apa yang ingin aku tulis.

Kamu tahu mengapa aku sangat menyukai tidur? Karena disanalah aku bisa bertemu denganmu tanpa rasa malu ataupun ragu. Aku menuliskan semua ini setelah aku terbangun dari tidurku dihari kedua bulan November ini.
Dalam mimpiku, aku melihat banyak kerumunan orang hendak lewat didepanku. Berkali-kali kerumunan orang tersebut lewat (dengan orang yang berbeda). Aku berharap, sangat berharap bisa bertemu denganmu dari salah satu orang dikerumunan itu. Hingga akhirnya aku menyerah, dan disaat kerumunan terakhir yang aku lihat tetap tidak ada dirimu. Lalu, setelah kerumunan terakhir berlalu, aku melihatmu. Mengendarai motormu yang dulu, dengan helm yang berwarna sama. Merah. Setelah aku melihatmu, aku berlari. Menghindarimu sebisaku. Namun kau mengejarku, dan meraih tanganku.

aku si "gadis pemimpi" ini terlalu merindukanmu. Merindukanmu tanpa terbersit memikirkan orang lain selain dirimu. Sehingga begitu bahagianya aku bertemu lagi denganmu walau hanya dalam mimpiku. Sedikit mengobati rasa rinduku. I wish you knew....

Setelah kau raih tanganku, kau dan aku berjalan-jalan bersama. Seakan-akan disana kau tahu bagaimana rasaku. Seolah-solah kau datang bagaikan obat malarinduku. Entah kenapa setiap kali aku bermimpi bersamamu, aku selalu kehilanganmu.
Karena setelah berjalan-jalan bersama. Berbahagia bersama. Kau selalu menghilang dalam mimpiku. Saat itu, ada sekumpulan orang yang menghadang kita. Lalu mereka memukulimu dan aku tak sanggup melihat semu itu. Kuberanikan diri berteriak untuk menggantikan rasa sakitmu. Aku menawarkan diri untuk melakukan apa saja agar kau selamat dari tindakan keji mereka. Namun, kita berdua malah dipermainkan oleh mereka. Mereka meminta kita melakukan ini itu sesuai keinginan mereka. Hingga akhirnya, aku yang tak berdaya melihatmu terluka membuat keputusan yang sangat berat. Semua aku lakukan agar kau tak mendapat derita. Saat itulah terakhir aku melihatmu. Karena aku kehilanganmu, I lost you in my dreams.

Hingga lelah aku mencarimu. Hingga tak sanggup aku masih meriakkan namamu. Aku begitu ingin bertemu denganmu. Aku sangat takut kehilanganmu dan takkan pernah bertemu lagi denganmu.
Begitupun di dunia nyata ini, hatiku meneriakkan namamu hingga lelah datang menyapa. Aku sangat merindukanmu dan selalu meminta agar Tuhan mengijinkan aku bisa bertemu denganmu lagi.

Aku masih mencari-cari dirimu. Disetiap tempat yang kita datangi saat itu, aku memanggil namamu. Tak ada jawaban. Hingga aku terbebas dari jeratan kejahatan orang-orang tersebut, aku masih mencarimu. Aku ingin bertemu denganmu, dan mengetahui keadaanmu. Dan saat terakhir sebelum aku terbangun dari mimpiku, aku melihatmu melintas. Tersenyum dan kemudian berlalu.

Aku bersyukur, walau aku tak menyapamu lagi saat ini. Aku yakin kau dalam keadaan baik-baik saja.
Aku berterima kasih, Tuhan memberikan obat malarinduku dengan mempertemukan aku denganmu walau hanya dalam mimpiku dan kehilanganmu dalam mimpiku. Sedikit terobati.

I lost you in my dreams, and I'll find you again in my dreams. I swear.


Yang sangat merindukamu,
♡ Rull...