Mata coklat itu berbinar menatap ku, aku masih tergugu. shock, atas semua yang aku dengar. Aku tahu dia adalah perempuan hebat ketiga yang singgah dalam kehidupanku. Betapa kuat dirinya menjalani "Takdir" yang harus ia jalani. Karena hidup adalah perjalanan dengan cerita yang sudah ditentukan bahkan sebelum jauh kita dilahirkan. Bahkan dirinya semangat memberikanku semangat.
Hal kedua yang lebih mengejutkan terjadi di hari yang sama.
"Apakah semua ini nyata?"
"Mengapa ini semua terjadi pada kami?"
"Mengapa dia tega...!!!"
Remuk rasanya hatiku, jantungku.. bahkan untuk memenjamkan matapun aku tidak bisa. Meski bukan aku yang melakukan kesalahan itu. Meski bukan aku.. Astaghfirullah.. Astaghfirullah.. hanya kalimat tersebut yang aku ucapkan berulang kali sambil memejamkan mata, namun tetap tak terpejam mata ini. Ingin rasanya aku pergi dari tempat ini, tempat dimana aku belum hadir di dunia ini, yang mereka sebut "rumah" namun tidak untukku. Ingin rasanya aku menceritakan apa yang aku rasakan hingga saat ini pada seseorang, namun kuhanyalah sendiri. Aku tidak memiliki siapa-siapa disini.
Ingin rasanya kucaci, kumaki..
Ingin rasanya aku bercerita....
Ya Allah, sakit.... perih... rasanya aku tak mampu, tidak sanggup..
Diriku akan semakin tertutup, tidak mampu berkata apapun tentang semua ini..
Untuk berharap kepada seseorang yang aku butuhkan pun aku tak ingin. Karena berharap pada manusia itu menyakitkan. untuk bisa bertemu dengan seseorang yang tulus menerimamu, mencintaimu, menyayangimu apa adanya butuh perjuangan panjang, seperti yang aku jalani hingga saat ini meski ada rasa trauma dalam diri ini.
Ketika segala rasa kau berikan untuk seseorang yang paling berarti dalam hidupmu, namun tidak berarti untuknya. Hatiku Engkau patahkan berkali-kali, dengan orang yang itu-itu saja.
Ketika ingin sekali kau bertemu dengannya dan mengatakan tanpa rasa malu, dia menolaknya. Kembali Engkau biarkan air mata ini mengalir begitu saja.
Itu adalah pengalaman yang kurasakan dulu dan masih kuingat hingga saat ini. Aku tahu betul bagaimana rasanya mencintai sendirian, dan aku tidak ingin merasakannya kembali. Aku hanya ingin dicintai, bagaimana rasanya dicintai oleh seorang lelaki yang benar-benar tulus dan aku begitu berarti untuknya. Aku menunggumu, siapapun kamu lelaki tulus itu.
Please take me to our new life..
im here waiting with patience..
October 31. 2017.
N.P