Rabu, 21 Mei 2014

Dear Ririn Juniarti...

21 mei 2014 19:28 wib.

Dear Ririn Juniarti..
Terima kasih banyak atas semua bantuan yang lo berikan buat gw. Saat gw membutuhkan bantuan lo, lo selalu ada buat gw.
Walau saat lo membantu gw, lo nggak ada disamping gw. Tapi lo tetep membantu gw ditempat lo berada. Bahkan saat lo lagi kerja, gw selalu nyusahin lo buat minta bantuan.
Gw nggak bisa memberikan banyak, gw nggak bisa membalas semua yang udah lo lakuin buat gw. Saat ini, gw cuma bisa mengucapkan terima kasih banyak. Alhamdulillahh. Allah bisa mempertemuka lo dengan gw.
Walau lo orangnya agak nyebelin, cuek, dan slengean. Lo tetep care sama gw. Meskipun ke pedulian lo sama gw nggak lo sebutin. Tapi gw ngerti maksud lo bertanya-tanya ke gw. Itu karena lo care sama gw.
Maaf gw udah buat lo pusing gara-gara ngurus tiket konser. Konser Taylor Swift yang udah gw tunggu sejak SMA (tahun 2009) lalu. Ini mimpi gw, tapi gw nggak bisa mewujudkannya tanpa bantuan lo.
Gw numpang transfer dari ATM lo. Dan karena minta tolong transferan itulah lo jadi ikutan pusing karna gw yang kepengen bangett nonton konser Taylor Swift. Meski gw tau lo nggak seneng kalau gw nonton konser tersebut dikarenakan harga tiket yang nggak murah.
Tiket termurah : 800rb bronze. 1250rb silver. 2jt gold. 3jt ruby. 4jt diamond. Dan tiket yang gw beli kelas silver 1jt 250rb ditambah pajak. Karena lo tau gw belum kerja. Tapi tenang aja, duitnya juga gw nggak minta. Pake tabungan gw.

Well, thanks a lot rin. For helping me when I need your help.

Love, -Rull

Jumat, 16 Mei 2014

Rindu dalam Sepi..

Rindu dalam sepi. by Rull

Malam sunyi sepi tanpamu disini..
Bintang-bintang terlihat terhitung jari..
Kutatap langit malam dalam diam..
Ah, sama saja. Langit terlihat muram..
Bahkan rembulan mengumpat dibalik awan..

Tak terlihat cahaya kemilau bintang..
Tak terlihat hamparan sinar rembulan..
Aku masih menatap malam..
Menikmati Rindu dalam diam. Dalam kesepian..
Kepadamu yang tersayang..

Mungkin kaulah salah satu bintang..
Ataukah kau adalah cahaya malam..
Aku tak tahu bagaimana kau sekarang..
Kelak kita kan bertemu dimasa mendatang..

Berbahagia bersama dalam hamparan awan..
Berpijak diatas permadani langit biru..
Dan ditemani bidadari-Nya yang menawan..
Disanalah kita akan bertemu...

Didalam Jannah-Nya tuhan..
Menikmati indahnya siang dan malam..
Siang bersama lagit biru..
Sore bersama cahaya jingga senja..
Dan malam bersama bintang dan rembulan..

Selamat malam. Aku rindu kamu dalam sepi. Bersajak malam bersama bulan dan bintang yang berkilauan. Rinduku. Kepadamu. Sahabat tersayangku..

Love, -Rull

Kamis Malam...

Kamis malam, 150514 20:39

Hemhh, sepi banget malam ini. Sepi. Disaat sepi beginilah pikiran melayang-layang mengingat masa lalu. Saat gw masih bisa sms'n, telp'n, mention"n, comment"n, atau apapun yang intinya masih berkomunikasi sama sahabat gw.
Lagi, lagi dan lagi. Gw masih amat teramat mengenang beliau. Kenangan yang 3tahun tercipta terasa sulit untuk tidak dipikirkan. Gw rindu masa" itu. Sangat rindu.
Hati gw sudah ikhlas menerima kenyataan ini. Gw mengenang kenangan kita bukan untuk bersedih, tapi untuk membuat gw sedikit merasa lega. Lega karena kangen sosok beliau yang sudah 6 bulan pergi.
6 bulan. Sudah 6 bulan ternyata, tak terasa. Waktu begitu cepat berlalu, kesepian tanpa sosoknya. Yang terpenting kini, dia telah berbahagia. Lepas dari derita yang selama ini dia rasa didunia.
Kadang tiba-tiba terfikir, dia lagi apa yah? Kabarnya gimana? Makamnya diurusin apa nggak? Hemhh, eu perde que amiga. Gw yang biasanya kalo ada apa" cerita ke dia duluan, sekarang jadi lebih milih 'nahan' sendiri. Kalo cerita apa" sama yang laen, pikiran gw udh berfikir duluan sebelum bertindak. Takut nyusahin, ngerepotin, nambahin beban ke mereka.
Yang jelas sekarang gw merasa sepi, kesepian dan selalu sepi.
Somebody help me.. Hahahaha..

Good Night, malam yang sepi.
Love, -Rull

Minggu, 11 Mei 2014

Pilihan. Bukan Pilihan.



23:56 sabtu, 10 mei 2014

Pilihan, bukan pilihan. Atau memilih untuk tidak memilih. Tiba-tiba kata-kata tersebut terlintas dalam benak gw malam ini. Dan saat kata-kata tersebut terlintas, wajah almarhumah sahabat gw kiki muncul dalam otak gw. Suaranya terdengar jelas saat memanggil gw 'teh, besok ini itu (bla bla bla)'. Dan seketika itu pula gw inget kalau sudah lama sekali gw nggak nengokin makamnya. Maaf ya ki, sudah sekitar sebulan lebih nggak nyekar. Saat kangen sama kiki, gw cuma bisa denger suara rekaman yang dia kirim ke gw, memandangi foto kami berdua, liat notes dia dimasa lalu, liat fb/twitternya.. Kini semuanya terasa indah, walau itu sebuah celaan yang tertulis.
Memimpikan kiki menangis sampe 2x membuat gw jadi inget kisah masa lalu gw. Jadi ingat semua yang gw simpan sendirian tanpa pernah gw beritahukan kepada siapapun, termasuk kiki. Tapi kini gw rasa kiki juga udah tau apa yang gw 'rahasiakan' dari tahun 2013 lalu itu. Apa karena masalah itu makanya gw mimpiin kiki menangis sampe 2x ???
May be yes, may be no. Gw nggak tau jawabannya apa, hanya allah yang tahu apa yang terjadi kepada kiki dan gw. Cuma saat ini gw hanya bisa bilang, itu bukan salah lo ki.. Bukan, tapi itu adalah takdir gw. Biar hanya allah yang berhak memberikannya kepada kita. Apapun itu.

Pilihan. Bukan Pilihan.
Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta. Karena rasa cinta diberikan oleh yang memiliki rasa, yaitu Sang Pencipta.
Tapi...
Kita bisa memilih mau merasakan sakit hati/tidak karena cinta tersebut. Kita yang memutuskan akan tetap bertahan dalam kesengsaraan karena rasa cinta yang kita punya/memutuskan agar tidak merasakan derita cinta (patah hati) terhadap orang yang kita cinta. Kita yang menentukan apa yang terbaik untuk hati kita.

Seperti yang gw rasakan, karena saat itu gw sudah berusaha memutuskan untuk tidak hidup dalam kesengsaraan karena memiliki cinta sepihak.
Bukan karena elo, elo atau siapun elo gw memilih untuk bertahan dalam derita berkepanjangan ini.
Tapi karena hati gw yang masih tetap berada ditempat pertama kali gw jatuh cinta. Sementara kedua kaki gw, gw seret. Gw paksa agar bisa melangkah kedepan dan tetap berjalan kedepan. Hati gw tertinggal.
Itu gw yang MEMILIH. Tapi gw TIDAK BISA MEMILIH kepada siapa gw jatuh cinta.
Dan kini... Gw berharap allah akan memberikan gw takdir yang lebih baik dari sekarang, karena sekarang gw sedang merasakan kesengsaraan karena pilihan gw. Gw nggak bisa membawa hati gw ikut melangkah, itu terjadi sejak 2012 hingga saat ini.

Kelak akan ada masanya bahwa pilihan yang gw pilih bisa memilih yang lebih baik dari apa yang gw pilih saat, dan kini gw memilih berpasrah diri kepada yang maha kuasa, tempat MEMILIH yang terbaik daripada manusia yang dipilih.

Hoammm.. Good night..
XoXo, Rull~

Senin, 05 Mei 2014

Ayah.....



Ayah..

Senja kian semakin dekat mendekatimu bersama ibu..
Tak terasa rambut hitammu kini terlihat memutih..
Kulitmu semakin coklat tersengat panasnya matahari..
Namun tenagamu masih sama seperti dulu, saat si putih itu belum muncul perlahan-lahan..

Ayah, maafkan aku..
Aku yang selalu berikanmu rasa kecewa..
Aku yang belum membahagiakanmu..
Aku yang selalu buatmu marah dan merana..

Aku, aku masih berusaha..
Aku berusaha untuk selalu bahagiakanmu, bersama ibu dan kedua anakmu yang lainnya..
Dulu, aku berusaha membahagiakanmu dengan cara berprestasi disekolah..
Lalu aku berusaha mengikuti inginmu masuk dunia perkuliahan..
Tiga tahun kini telah berlalu, aku berhasil menyelesaikan studiku..

November 2013 lalu, hari bahagia untuk kita telah datang..
Wisuda.. Dan aku harap saat kau menghadirinya, kau akan merasa bangga pada anak perempuan pertamamu ini..
Saat menerima tropi dan bersalaman dengan Bapak/Ibu dewan rektor, aku gemetar..
Aku bahagia, akhirnya aku bisa menyelesaikan studiku dengan tepat waktu..

Kemudian, setelah wisuda itu berlalu..
Dan hingga kini aku belum bisa menghasilkan uang untuk membantu meringankan bebanmu..
Aku sedih..
Aku merasa kecewa..
Aku seharusnya bisa menggantikanmu menjadi tulang punggung keluarga..
Tapi, aku belum mewujudkannya..

Ayah..
Melihat raut wajah kecewamu yang penuh harap, hatiku terluka..
Aku belum bisa membahagiakanmu dimasa tua mu..
Aku menyayangimu..
Maafkan aku, tak bermaksud hatiku untuk mengecewakanmu..

Kelak, jika aku berhasil..... Akan kubahagiakan dirimu, Ibu dan adik-adik..
Semampuku, akan aku bahagiakan kalian..
Aku ingin bisa pergi ke Mekkah bersama kalian..

Aku menyayangimu, Ayah..
Aku menyayangimu, Ibu..
Aku menyayangi kalian, adik-adikku..

Love, Rull~

Minggu, 04 Mei 2014

Dear Fikria Rosda Sofyani

Dear Fikria Rosda Sofyani..

Sudah beberapa bulan berlalu sejak kepergian loe ki, perlahan-lahan gw udah bisa 'terbiasa' tanpa ada kabar dari loe..
Menerima dengan ikhlas apa yang udah ALLAH takdirkan untuk kita berdua.. Mengikuti takdir yang telah ditulis dalam kehidupan kita..
Jujur, setelah beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu setelah kepergian loe, gw masih nggak percaya kalau nama loe tertulis dipapan nisan makam loe..
Setiap kali gw lihat foto makam loe, gw selalu berfikir : ihhh kok ada namanya kiki sih dipapan nisan makam yang gw foto.. Dan beristhigfar setelahnya, setelah gw mengatakan kata-kata tersebut.
Minggu itu, tepat tanggal 03 November 2013 lalu nafas loe berhenti menghirup oksigen. Dan hari itu, gw belum sempat melihat jenazah loe ki. Karena saat datang kerumah loe, ternyata loe sudah dikubur. Dan gw hanya bisa melihat makam loe. Memberikan mawar merah kesukaan gw setiap kali gw ingin bertemu loe, kali ini pertemuan kita berbeda, bukan kerumah loe yang dulu sempet loe singgahi tapi kerumah baru loe untuk selama-lamanya.
ALLAH pasti memberikan surga terindahnya yang kini jadi rumah loe. Bersama dengan mbah loe yang telah lebih dulu pergi meninggalkan dunia ini.
Loe pasti sudah bertemu dengan pangeran impian loe diJannah-Nya. Dan bahagia disana bersama dengan mbah loe dan almarhum almarhumah para muslimin dan muslimat dalam pelukan ALLAH.
Ki, kalau loe bertemu dengan almarhumah nenek gw, salam untuknya yah. Salam untuk almarhum kakek gw juga yang nggak pernah gw lihat dirinya karena sudah meninggal sebelum gw lahir kedunia ini. :)
Fikria Rosda Sofyani, gw kangennnnn sama loe. Makasih banyak atas semua yang loe lakukan untuk gw yang nggak ada apa-apanya ini, setelah membaca tulisan loe didiary gw semester 1 lalu, baru sadar gw kalau loe selalu ingin buat gw tersenyum. Karena gw selalu berkeluh kesah menceritakan semua yang terjadi dalam hidup gw sama loe. Untuk itu loe menulis ingin jadi badut biar bisa bikin gw happy lagi, ingin bikin gw tersenyum lagi. Hey, kata-kata itu sangat berarti buat gw, yang kini menyadari kalau loe selalu berusaha ada buat gw.
Mungkin bukan hanya gw yang merasakan hal tersebut, tapi temen-temen loe yang lainnya juga. Yang deket sama loe, dan gw nggak tahu itu siapa saja. Yang penting, gw bahagia bisa mendapatkan perlakuan itu dari loe. Sahabat terbaik dari sahabat terbaik gw yang lainnya.
Hal yang pernah kita lalui dulu teramat berkesan kini, bahkan hal sekecil apapun itu. Kita pertama kali bertemu tahun 2010 saat pertama kali masuk kuliah. Dan menjadi teman baik hingga saat terakhirmu berada didunia ini, tahun 2013. Tiga tahun lamanya berteman, banyak suka duka yang telah kita lalui bersama. Saat kita tertawa, marah, kecewa, have fun, menangis, dan bercerita semua tentang kita.
Hampir setiap hari selama tiga tahun kita melewatinya bersama. Mengerjakan tugas kuliah, sekedar main untuk bercerita. Pulang dari kuliah malah nongkrong dikampus hingga senja. Waktu semester satu setiap pulang kuliah selalu jalan kaki sampe unisma. Ahhh, semuanya terasa manis kenangan tersebut.
Saat loe suka sama T dulu selalu berusaha buat deket sama dia, dan loe bisa deket sama dia tapi akhirnya loe kecewa. Dan saat gw suka sama D gw bercerita sama loe dan menangis menceritakan semua yang gw rasain sama si D itu bersama nunuy, rina, dan lia. Haduh kalau ingat masa-masa itu gw jadi senyum-senyum sendiri. Malu. Hahahahaha...
Semester demi semester telah berlalu, hingga kita semakin lebih dekat pertemanannya. Kemudian kita dekat dengan vicky, dea, tini, via, armey, dian, nurjanah, rani, wita.. Tini, wita, dan via sudah agak menjauh dikarenakan pindah jadwal kuliah dan via pindah kampus.
Hemhh.. Semakin dekat, dekat dan dekat.. Hingga saat kita telah memutuskan melupakan kecengan kita masing-masing, datanglah penghuni baru hati kita.. Hahahaha, ibarat kata ilang satu tumbuh seribu.
Saat loe suka sama si A, gw juga suka sama anak beda jurusan berinisial A juga. Setiap kali kita melihat si 'A' (orang yang berbeda), setiap kali itu juga kita tersenyum bahagia. Ataupun galauu nggak jelas seperti yang sering gw lakukan saat melihat si A. Rasanya seneng bisa melupakan si D yang hanya beberapa bulan singgah dihati gw, sebelum bertemu dengan si A gw sempet dipertemukan dengan si I yang bukan dari kampus kita. Rasanya saat itu udah klop bangett sama si I, karena nyambung, nyaman, asik tapi ternyata sekalinya gw percaya sama dia 100 % gw malah dikecewakan sama si I lebih dari 100 %!! Uh sakitnya... Dan harus mengalah demi 'kebaikan' gw dan orang lain.
Saat deket sama I, gw cerita semuanya tentang gw dan I sama loe ki. Menangis didepan nunuy, dan bertanya tentang fakta hal-hal yang dianggap 'kepercayaan' oleh orang lain. Tapi setelah gw mencoba melupakan dan telah lewat lebih dari satu tahun lamanya, gw malah balik lagi perasaan'a sama si I. Dan loe ki, sudah berpaling dari si A. Dan menemukan orang baru si G. Happy bangett perasaan loe saat itu...
Seseorang yang tak bisa memberi kepastian, hemhh gw lebih memilih meninggalkan daripada digantung kayak jemuran, hehehehe.. Disaat gw sedih, senang semuanya kebanyakan gw lewati sama loe ki. Berdua. Mungkin ada beberapa hal yang kita lewati bareng yang lainnya, tapi keseringan bareng loe.
Memiliki perasaan sama si A sama kayak kita mengharapkan bisa memetik bintang, jauhhhh dan susah didapat. Udah gitu dia bad boy dan udah punya monyet!!! Lupakan saja dia..
Ki, gw kepengen nunggu loe lagi didepan RSU bekasi. Gw pengen ngomel lagi sama loe karna loe lama nyampe'a sampe bikin gw bad mood!!! Tapi kali ini, penantian gw menunggu loe kalo lama juga nggak apa-apa deh.. Justru sekarang loe yang lagi nunggu gw yah? Kelak kita akan bersama lagi, ditempat terindah-Nya. Di Jannah-Nya, aminnn.
April 2012 lalu, tepat tanggal 9 gw bertemu dengan seseorang yang nggak pernah gw bayangkan dirumah loe. Hemhh, takdir darinya tak pernah bisa kita hindari.
Dan loe, kembali bersama cintaa dimasa SMA loe dulu. Loe bahagia bangett karena sudah nggak galauu karna si G. Saat loe pertama kali mau jalan sama si C, gw bisa liat dari raut wajah loe yang bahagianya nggak bisa dijelaskan. Dan saat mendengar cerita loe, ikut bahagia rasanya.
Disaat itu gw berfikir, mungkin ini jalannya untuk loe biar merasakan sedikit bahagia karena mengingat masalah loe dengan keluarga yang loe jalani dengan penuh kesabaran, ketabahan dan menahan dalam batin.
Gw merasa loe dipertemukan lagi sama si C sebagai ganti dari semua penderitaan yang loe alami. Bahagia loe, setiap hari selalu loe tunjukkan.
Loe bisa bertemu dengan cintaa loe lagi. Dan gw sedang berjalan bersama waktu untuk melupakan si I. Hingga bertemu si R, setelah beberapa bulan berlalu gw hanya bisa menahan perasaan terhadap si R dari kalian semua. Hingga akhirnya semuanya terbuka karena gw tidaklah kuat menahannya sendirian. Hari terus berlalu, bulan demi bulan terlewati dan gw mendapatkan cobaan lagi saat itu. Setiap hari menceritakan permasalahan gw sama loe tentang R sama loe, hingga rasa jenuh loe muncul karena cerita gw. Dan loe pernah bilang sampe pusing memikirkan permasalahan gw. Setiap kali gw merasa jenuh, gw pasti selalu mengajak loe buat nemenin gw ke gramed. Ki, loe yang bilang kalau gw sama kayak si R yang kalo kemana-mana harus ada temennya. Karena gw nggak bisa sendiri. Karena kalo sendiri, gw merasa bener-bener sepi. :(
Kini, kalau gw jenuh.... Gw nggak punya temen yang bisa nemenin gw lagi ke gramed. Gw sendirian ke gramednya.
Ki, loe pasti udah tahu tentang semuanya. Saat loe sakit dulu, gw nggak pernah mau cerita sama siapapun termasuk loe. Cerita tentang R. Karena gw nggak mau menambah beban loe, vicky ataupun dea. Kita sudah cukup pusing dengan tugas akhir dan revisi setelah sidang. Semuanya cuma bisa gw ungkapkan dengan tulisan diblog gw.
Kemudian loe memutuskan untuk pergi dari si c, karena loe dikewakan dia untuk yang kedua kalinya. Loe bilang, ada kesempatan kedua tapi nggak ada kesempatan ketiga. Rasa bahagia loe luluh lantak karena sikapnya dia. Dan saat kepergian loe, gw sempet memberitahukan dia beberapa bulan setelah loe pergi. Mungkin dibenaknya rasa penyesalan terdalam ada dihatinya. Tapi yasudahlah, karena dia telah menyia-nyiakan loe, biarkan dia rasakan sesal itu sendiri.
Saat loe sakit, sempet gw bawain loe buah jeruk yang nggak seberapa banyaknya. Saat itu, gw dateng sendirian dan melihat kondisi loe. Gw kira loe sudah agak mendingan, tapi ternyata loe semakin memburuk kondisi kedepannya. Tapi gw seneng, karena loe bisa cerita apapun sama gw saat loe masih ada. Dan semuanya loe ceritain ke gw lebih dulu.
Tahun 2012 lalu, saat loe mengirimkan voice note dihari ulang tahun gw, gw bahagia bangett bisa mendapatakan itu. Karena suara loe masih bisa gw denger hingga sekarang, semua doaa dari loe masih terngiang-ngiang dikepala gw. Semua yang loe lakukan untuk gw, nggak akan pernah bisa gw balas. Rasa care loe, sayang loe, marah loe sama gw loe berikan tulus. Walau terkadang nggak semua sikap tulus loe gw sadari. Walau terkadang rasa care loe, ditunjukkan dengan cara yang menyebalkan. Gw mengucapkan terima kasih banyak! Setiap hari yang kita lalui dulu sungguh berkesan kini, kenangan manislah yang tercipta bagi gw.
Meski loe lelah, kecewa, sebel, marah sama gw karena sifat gw yang masih belum dewasa, loe masih menerima gw sebagai temen baik loe dan loe menerima gw apa adanya. Gw sayang sama loe ki, my best friend forever...
Beberapa hari sebelum kepergian loe, loe sempet nelpon gw minta ditemenin dirumah karena loe sendirian. Dan maaf gw nggak bisa nemenin loe, dan saat loe dirawat dirumah sakit gw belum sempet jenguk loe. Maafin gw ki. Itu jadi penyesalan gw hingga kini.
Fikria, Nurul Kangennn..... Kangennn bangettt..
Jenazah loe belum sempat gw liat, gw hanya bisa liat foto saat jenazah loe mau dimasukkan liang lahat, dan itu sudah dibalut dengan kain kafan. Hanya foto-foto loe yang kini gw lihat saat gw merindukan loe. Dan mendoakan loe sebagai pelepas Rindu..

Fikria.. I miss you, I'm sorry, and thank you..

Love, Rull~