21 mei 2014 19:28 wib.
Dear Ririn Juniarti..
Terima kasih banyak atas semua bantuan yang lo berikan buat gw. Saat gw membutuhkan bantuan lo, lo selalu ada buat gw.
Walau saat lo membantu gw, lo nggak ada disamping gw. Tapi lo tetep membantu gw ditempat lo berada. Bahkan saat lo lagi kerja, gw selalu nyusahin lo buat minta bantuan.
Gw nggak bisa memberikan banyak, gw nggak bisa membalas semua yang udah lo lakuin buat gw. Saat ini, gw cuma bisa mengucapkan terima kasih banyak. Alhamdulillahh. Allah bisa mempertemuka lo dengan gw.
Walau lo orangnya agak nyebelin, cuek, dan slengean. Lo tetep care sama gw. Meskipun ke pedulian lo sama gw nggak lo sebutin. Tapi gw ngerti maksud lo bertanya-tanya ke gw. Itu karena lo care sama gw.
Maaf gw udah buat lo pusing gara-gara ngurus tiket konser. Konser Taylor Swift yang udah gw tunggu sejak SMA (tahun 2009) lalu. Ini mimpi gw, tapi gw nggak bisa mewujudkannya tanpa bantuan lo.
Gw numpang transfer dari ATM lo. Dan karena minta tolong transferan itulah lo jadi ikutan pusing karna gw yang kepengen bangett nonton konser Taylor Swift. Meski gw tau lo nggak seneng kalau gw nonton konser tersebut dikarenakan harga tiket yang nggak murah.
Tiket termurah : 800rb bronze. 1250rb silver. 2jt gold. 3jt ruby. 4jt diamond. Dan tiket yang gw beli kelas silver 1jt 250rb ditambah pajak. Karena lo tau gw belum kerja. Tapi tenang aja, duitnya juga gw nggak minta. Pake tabungan gw.
Well, thanks a lot rin. For helping me when I need your help.
Love, -Rull
Rabu, 21 Mei 2014
Jumat, 16 Mei 2014
Rindu dalam Sepi..
Rindu dalam sepi. by Rull
Malam sunyi sepi tanpamu disini..
Bintang-bintang terlihat terhitung jari..
Kutatap langit malam dalam diam..
Ah, sama saja. Langit terlihat muram..
Bahkan rembulan mengumpat dibalik awan..
Tak terlihat cahaya kemilau bintang..
Tak terlihat hamparan sinar rembulan..
Aku masih menatap malam..
Menikmati Rindu dalam diam. Dalam kesepian..
Kepadamu yang tersayang..
Mungkin kaulah salah satu bintang..
Ataukah kau adalah cahaya malam..
Aku tak tahu bagaimana kau sekarang..
Kelak kita kan bertemu dimasa mendatang..
Berbahagia bersama dalam hamparan awan..
Berpijak diatas permadani langit biru..
Dan ditemani bidadari-Nya yang menawan..
Disanalah kita akan bertemu...
Didalam Jannah-Nya tuhan..
Menikmati indahnya siang dan malam..
Siang bersama lagit biru..
Sore bersama cahaya jingga senja..
Dan malam bersama bintang dan rembulan..
Selamat malam. Aku rindu kamu dalam sepi. Bersajak malam bersama bulan dan bintang yang berkilauan. Rinduku. Kepadamu. Sahabat tersayangku..
Love, -Rull
Malam sunyi sepi tanpamu disini..
Bintang-bintang terlihat terhitung jari..
Kutatap langit malam dalam diam..
Ah, sama saja. Langit terlihat muram..
Bahkan rembulan mengumpat dibalik awan..
Tak terlihat cahaya kemilau bintang..
Tak terlihat hamparan sinar rembulan..
Aku masih menatap malam..
Menikmati Rindu dalam diam. Dalam kesepian..
Kepadamu yang tersayang..
Mungkin kaulah salah satu bintang..
Ataukah kau adalah cahaya malam..
Aku tak tahu bagaimana kau sekarang..
Kelak kita kan bertemu dimasa mendatang..
Berbahagia bersama dalam hamparan awan..
Berpijak diatas permadani langit biru..
Dan ditemani bidadari-Nya yang menawan..
Disanalah kita akan bertemu...
Didalam Jannah-Nya tuhan..
Menikmati indahnya siang dan malam..
Siang bersama lagit biru..
Sore bersama cahaya jingga senja..
Dan malam bersama bintang dan rembulan..
Selamat malam. Aku rindu kamu dalam sepi. Bersajak malam bersama bulan dan bintang yang berkilauan. Rinduku. Kepadamu. Sahabat tersayangku..
Love, -Rull
Kamis Malam...
Kamis malam, 150514 20:39
Hemhh, sepi banget malam ini. Sepi. Disaat sepi beginilah pikiran melayang-layang mengingat masa lalu. Saat gw masih bisa sms'n, telp'n, mention"n, comment"n, atau apapun yang intinya masih berkomunikasi sama sahabat gw.
Lagi, lagi dan lagi. Gw masih amat teramat mengenang beliau. Kenangan yang 3tahun tercipta terasa sulit untuk tidak dipikirkan. Gw rindu masa" itu. Sangat rindu.
Hati gw sudah ikhlas menerima kenyataan ini. Gw mengenang kenangan kita bukan untuk bersedih, tapi untuk membuat gw sedikit merasa lega. Lega karena kangen sosok beliau yang sudah 6 bulan pergi.
6 bulan. Sudah 6 bulan ternyata, tak terasa. Waktu begitu cepat berlalu, kesepian tanpa sosoknya. Yang terpenting kini, dia telah berbahagia. Lepas dari derita yang selama ini dia rasa didunia.
Kadang tiba-tiba terfikir, dia lagi apa yah? Kabarnya gimana? Makamnya diurusin apa nggak? Hemhh, eu perde que amiga. Gw yang biasanya kalo ada apa" cerita ke dia duluan, sekarang jadi lebih milih 'nahan' sendiri. Kalo cerita apa" sama yang laen, pikiran gw udh berfikir duluan sebelum bertindak. Takut nyusahin, ngerepotin, nambahin beban ke mereka.
Yang jelas sekarang gw merasa sepi, kesepian dan selalu sepi.
Somebody help me.. Hahahaha..
Good Night, malam yang sepi.
Love, -Rull
Hemhh, sepi banget malam ini. Sepi. Disaat sepi beginilah pikiran melayang-layang mengingat masa lalu. Saat gw masih bisa sms'n, telp'n, mention"n, comment"n, atau apapun yang intinya masih berkomunikasi sama sahabat gw.
Lagi, lagi dan lagi. Gw masih amat teramat mengenang beliau. Kenangan yang 3tahun tercipta terasa sulit untuk tidak dipikirkan. Gw rindu masa" itu. Sangat rindu.
Hati gw sudah ikhlas menerima kenyataan ini. Gw mengenang kenangan kita bukan untuk bersedih, tapi untuk membuat gw sedikit merasa lega. Lega karena kangen sosok beliau yang sudah 6 bulan pergi.
6 bulan. Sudah 6 bulan ternyata, tak terasa. Waktu begitu cepat berlalu, kesepian tanpa sosoknya. Yang terpenting kini, dia telah berbahagia. Lepas dari derita yang selama ini dia rasa didunia.
Kadang tiba-tiba terfikir, dia lagi apa yah? Kabarnya gimana? Makamnya diurusin apa nggak? Hemhh, eu perde que amiga. Gw yang biasanya kalo ada apa" cerita ke dia duluan, sekarang jadi lebih milih 'nahan' sendiri. Kalo cerita apa" sama yang laen, pikiran gw udh berfikir duluan sebelum bertindak. Takut nyusahin, ngerepotin, nambahin beban ke mereka.
Yang jelas sekarang gw merasa sepi, kesepian dan selalu sepi.
Somebody help me.. Hahahaha..
Good Night, malam yang sepi.
Love, -Rull
Minggu, 11 Mei 2014
Pilihan. Bukan Pilihan.
23:56 sabtu, 10 mei 2014
Pilihan, bukan pilihan. Atau
memilih untuk tidak memilih. Tiba-tiba kata-kata tersebut terlintas dalam benak
gw malam ini. Dan saat kata-kata tersebut terlintas, wajah almarhumah sahabat
gw kiki muncul dalam otak gw. Suaranya terdengar jelas saat memanggil gw 'teh,
besok ini itu (bla bla bla)'. Dan seketika itu pula gw inget kalau sudah lama
sekali gw nggak nengokin makamnya. Maaf ya ki, sudah sekitar sebulan lebih
nggak nyekar. Saat kangen sama kiki, gw cuma bisa denger suara rekaman yang dia
kirim ke gw, memandangi foto kami berdua, liat notes dia dimasa lalu, liat
fb/twitternya.. Kini semuanya terasa indah, walau itu sebuah celaan yang
tertulis.
Memimpikan kiki menangis
sampe 2x membuat gw jadi inget kisah masa lalu gw. Jadi ingat semua yang gw
simpan sendirian tanpa pernah gw beritahukan kepada siapapun, termasuk kiki.
Tapi kini gw rasa kiki juga udah tau apa yang gw 'rahasiakan' dari tahun 2013
lalu itu. Apa karena masalah itu makanya gw mimpiin kiki menangis sampe 2x ???
May be yes, may be no. Gw
nggak tau jawabannya apa, hanya allah yang tahu apa yang terjadi kepada kiki
dan gw. Cuma saat ini gw hanya bisa bilang, itu bukan salah lo ki.. Bukan, tapi
itu adalah takdir gw. Biar hanya allah yang berhak memberikannya kepada kita. Apapun
itu.
Pilihan. Bukan Pilihan.
Kita tidak bisa memilih
kepada siapa kita akan jatuh cinta. Karena rasa cinta diberikan oleh yang
memiliki rasa, yaitu Sang Pencipta.
Tapi...
Kita bisa memilih mau
merasakan sakit hati/tidak karena cinta tersebut. Kita yang memutuskan akan
tetap bertahan dalam kesengsaraan karena rasa cinta yang kita punya/memutuskan
agar tidak merasakan derita cinta (patah hati) terhadap orang yang kita cinta.
Kita yang menentukan apa yang terbaik untuk hati kita.
Seperti yang gw rasakan,
karena saat itu gw sudah berusaha memutuskan untuk tidak hidup dalam
kesengsaraan karena memiliki cinta sepihak.
Bukan karena elo, elo atau
siapun elo gw memilih untuk bertahan dalam derita berkepanjangan ini.
Tapi karena hati gw yang
masih tetap berada ditempat pertama kali gw jatuh cinta. Sementara kedua kaki
gw, gw seret. Gw paksa agar bisa melangkah kedepan dan tetap berjalan kedepan.
Hati gw tertinggal.
Itu gw yang MEMILIH. Tapi gw
TIDAK BISA MEMILIH kepada siapa gw jatuh cinta.
Dan kini... Gw berharap allah
akan memberikan gw takdir yang lebih baik dari sekarang, karena sekarang gw
sedang merasakan kesengsaraan karena pilihan gw. Gw nggak bisa membawa hati gw
ikut melangkah, itu terjadi sejak 2012 hingga saat ini.
Kelak akan ada masanya bahwa
pilihan yang gw pilih bisa memilih yang lebih baik dari apa yang gw pilih saat,
dan kini gw memilih berpasrah diri kepada yang maha kuasa, tempat MEMILIH yang
terbaik daripada manusia yang dipilih.
Hoammm.. Good night..
XoXo, Rull~
Senin, 05 Mei 2014
Ayah.....
Ayah..
Senja kian semakin dekat
mendekatimu bersama ibu..
Tak terasa rambut hitammu
kini terlihat memutih..
Kulitmu semakin coklat
tersengat panasnya matahari..
Namun tenagamu masih sama
seperti dulu, saat si putih itu belum muncul perlahan-lahan..
Ayah, maafkan aku..
Aku yang selalu berikanmu rasa
kecewa..
Aku yang belum
membahagiakanmu..
Aku yang selalu buatmu marah
dan merana..
Aku, aku masih berusaha..
Aku berusaha untuk selalu
bahagiakanmu, bersama ibu dan kedua anakmu yang lainnya..
Dulu, aku berusaha
membahagiakanmu dengan cara berprestasi disekolah..
Lalu aku berusaha mengikuti
inginmu masuk dunia perkuliahan..
Tiga tahun kini telah
berlalu, aku berhasil menyelesaikan studiku..
November 2013 lalu, hari
bahagia untuk kita telah datang..
Wisuda.. Dan aku harap saat
kau menghadirinya, kau akan merasa bangga pada anak perempuan pertamamu ini..
Saat menerima tropi dan
bersalaman dengan Bapak/Ibu dewan rektor, aku gemetar..
Aku bahagia, akhirnya aku
bisa menyelesaikan studiku dengan tepat waktu..
Kemudian, setelah wisuda itu
berlalu..
Dan hingga kini aku belum
bisa menghasilkan uang untuk membantu meringankan bebanmu..
Aku sedih..
Aku merasa kecewa..
Aku seharusnya bisa
menggantikanmu menjadi tulang punggung keluarga..
Tapi, aku belum
mewujudkannya..
Ayah..
Melihat raut wajah kecewamu
yang penuh harap, hatiku terluka..
Aku belum bisa
membahagiakanmu dimasa tua mu..
Aku menyayangimu..
Maafkan aku, tak bermaksud
hatiku untuk mengecewakanmu..
Kelak, jika aku berhasil.....
Akan kubahagiakan dirimu, Ibu dan adik-adik..
Semampuku, akan aku
bahagiakan kalian..
Aku ingin bisa pergi ke
Mekkah bersama kalian..
Aku menyayangimu, Ayah..
Aku menyayangimu, Ibu..
Aku menyayangi kalian,
adik-adikku..
Love, Rull~
Minggu, 04 Mei 2014
Dear Fikria Rosda Sofyani
Dear Fikria Rosda Sofyani..
Sudah beberapa bulan berlalu
sejak kepergian loe ki, perlahan-lahan gw udah bisa 'terbiasa' tanpa ada kabar
dari loe..
Menerima dengan ikhlas apa
yang udah ALLAH takdirkan untuk kita berdua.. Mengikuti takdir yang telah
ditulis dalam kehidupan kita..
Jujur, setelah beberapa hari
atau bahkan berminggu-minggu setelah kepergian loe, gw masih nggak percaya
kalau nama loe tertulis dipapan nisan makam loe..
Setiap kali gw lihat foto
makam loe, gw selalu berfikir : ihhh kok ada namanya kiki sih dipapan nisan
makam yang gw foto.. Dan beristhigfar setelahnya, setelah gw mengatakan
kata-kata tersebut.
Minggu itu, tepat tanggal 03
November 2013 lalu nafas loe berhenti menghirup oksigen. Dan hari itu, gw belum
sempat melihat jenazah loe ki. Karena saat datang kerumah loe, ternyata loe
sudah dikubur. Dan gw hanya bisa melihat makam loe. Memberikan mawar merah
kesukaan gw setiap kali gw ingin bertemu loe, kali ini pertemuan kita berbeda,
bukan kerumah loe yang dulu sempet loe singgahi tapi kerumah baru loe untuk
selama-lamanya.
ALLAH pasti memberikan surga
terindahnya yang kini jadi rumah loe. Bersama dengan mbah loe yang telah lebih
dulu pergi meninggalkan dunia ini.
Loe pasti sudah bertemu
dengan pangeran impian loe diJannah-Nya. Dan bahagia disana bersama dengan mbah
loe dan almarhum almarhumah para muslimin dan muslimat dalam pelukan ALLAH.
Ki, kalau loe bertemu dengan
almarhumah nenek gw, salam untuknya yah. Salam untuk almarhum kakek gw juga
yang nggak pernah gw lihat dirinya karena sudah meninggal sebelum gw lahir
kedunia ini. :)
Fikria Rosda Sofyani, gw
kangennnnn sama loe. Makasih banyak atas semua yang loe lakukan untuk gw yang
nggak ada apa-apanya ini, setelah membaca tulisan loe didiary gw semester 1 lalu,
baru sadar gw kalau loe selalu ingin buat gw tersenyum. Karena gw selalu
berkeluh kesah menceritakan semua yang terjadi dalam hidup gw sama loe. Untuk
itu loe menulis ingin jadi badut biar bisa bikin gw happy lagi, ingin bikin gw
tersenyum lagi. Hey, kata-kata itu sangat berarti buat gw, yang kini menyadari
kalau loe selalu berusaha ada buat gw.
Mungkin bukan hanya gw yang
merasakan hal tersebut, tapi temen-temen loe yang lainnya juga. Yang deket sama
loe, dan gw nggak tahu itu siapa saja. Yang penting, gw bahagia bisa
mendapatkan perlakuan itu dari loe. Sahabat terbaik dari sahabat terbaik gw
yang lainnya.
Hal yang pernah kita lalui
dulu teramat berkesan kini, bahkan hal sekecil apapun itu. Kita pertama kali
bertemu tahun 2010 saat pertama kali masuk kuliah. Dan menjadi teman baik
hingga saat terakhirmu berada didunia ini, tahun 2013. Tiga tahun lamanya
berteman, banyak suka duka yang telah kita lalui bersama. Saat kita tertawa,
marah, kecewa, have fun, menangis, dan bercerita semua tentang kita.
Hampir setiap hari selama
tiga tahun kita melewatinya bersama. Mengerjakan tugas kuliah, sekedar main
untuk bercerita. Pulang dari kuliah malah nongkrong dikampus hingga senja.
Waktu semester satu setiap pulang kuliah selalu jalan kaki sampe unisma. Ahhh,
semuanya terasa manis kenangan tersebut.
Saat loe suka sama T dulu
selalu berusaha buat deket sama dia, dan loe bisa deket sama dia tapi akhirnya
loe kecewa. Dan saat gw suka sama D gw bercerita sama loe dan menangis
menceritakan semua yang gw rasain sama si D itu bersama nunuy, rina, dan lia.
Haduh kalau ingat masa-masa itu gw jadi senyum-senyum sendiri. Malu.
Hahahahaha...
Semester demi semester telah
berlalu, hingga kita semakin lebih dekat pertemanannya. Kemudian kita dekat
dengan vicky, dea, tini, via, armey, dian, nurjanah, rani, wita.. Tini, wita,
dan via sudah agak menjauh dikarenakan pindah jadwal kuliah dan via pindah
kampus.
Hemhh.. Semakin dekat, dekat
dan dekat.. Hingga saat kita telah memutuskan melupakan kecengan kita
masing-masing, datanglah penghuni baru hati kita.. Hahahaha, ibarat kata ilang
satu tumbuh seribu.
Saat loe suka sama si A, gw
juga suka sama anak beda jurusan berinisial A juga. Setiap kali kita melihat si
'A' (orang yang berbeda), setiap kali itu juga kita tersenyum bahagia. Ataupun galauu
nggak jelas seperti yang sering gw lakukan saat melihat si A. Rasanya seneng
bisa melupakan si D yang hanya beberapa bulan singgah dihati gw, sebelum
bertemu dengan si A gw sempet dipertemukan dengan si I yang bukan dari kampus
kita. Rasanya saat itu udah klop bangett sama si I, karena nyambung, nyaman,
asik tapi ternyata sekalinya gw percaya sama dia 100 % gw malah dikecewakan sama
si I lebih dari 100 %!! Uh sakitnya... Dan harus mengalah demi 'kebaikan' gw
dan orang lain.
Saat deket sama I, gw cerita
semuanya tentang gw dan I sama loe ki. Menangis didepan nunuy, dan bertanya
tentang fakta hal-hal yang dianggap 'kepercayaan' oleh orang lain. Tapi setelah
gw mencoba melupakan dan telah lewat lebih dari satu tahun lamanya, gw malah
balik lagi perasaan'a sama si I. Dan loe ki, sudah berpaling dari si A. Dan
menemukan orang baru si G. Happy bangett perasaan loe saat itu...
Seseorang
yang tak bisa memberi kepastian, hemhh gw lebih memilih meninggalkan daripada
digantung kayak jemuran, hehehehe.. Disaat gw sedih, senang semuanya kebanyakan
gw lewati sama loe ki. Berdua. Mungkin ada beberapa hal yang kita lewati bareng
yang lainnya, tapi keseringan bareng loe.
Memiliki
perasaan sama si A sama kayak kita mengharapkan bisa memetik bintang, jauhhhh
dan susah didapat. Udah gitu dia bad boy dan udah punya monyet!!! Lupakan saja
dia..
Ki,
gw kepengen nunggu loe lagi didepan RSU bekasi. Gw pengen ngomel lagi sama loe
karna loe lama nyampe'a sampe bikin gw bad mood!!! Tapi kali ini, penantian gw
menunggu loe kalo lama juga nggak apa-apa deh.. Justru sekarang loe yang lagi
nunggu gw yah? Kelak kita akan bersama lagi, ditempat terindah-Nya. Di
Jannah-Nya, aminnn.
April
2012 lalu, tepat tanggal 9 gw bertemu dengan seseorang yang nggak pernah gw
bayangkan dirumah loe. Hemhh, takdir darinya tak pernah bisa kita hindari.
Dan
loe, kembali bersama cintaa dimasa SMA loe dulu. Loe bahagia bangett karena
sudah nggak galauu karna si G. Saat loe pertama kali mau jalan sama si C, gw
bisa liat dari raut wajah loe yang bahagianya nggak bisa dijelaskan. Dan saat
mendengar cerita loe, ikut bahagia rasanya.
Disaat
itu gw berfikir, mungkin ini jalannya untuk loe biar merasakan sedikit bahagia
karena mengingat masalah loe dengan keluarga yang loe jalani dengan penuh
kesabaran, ketabahan dan menahan dalam batin.
Gw
merasa loe dipertemukan lagi sama si C sebagai ganti dari semua penderitaan
yang loe alami. Bahagia loe, setiap hari selalu loe tunjukkan.
Loe
bisa bertemu dengan cintaa loe lagi. Dan gw sedang berjalan bersama waktu untuk
melupakan si I. Hingga bertemu si R, setelah beberapa bulan berlalu gw hanya
bisa menahan perasaan terhadap si R dari kalian semua. Hingga akhirnya semuanya
terbuka karena gw tidaklah kuat menahannya sendirian. Hari terus berlalu, bulan
demi bulan terlewati dan gw mendapatkan cobaan lagi saat itu. Setiap hari
menceritakan permasalahan gw sama loe tentang R sama loe, hingga rasa jenuh loe
muncul karena cerita gw. Dan loe pernah bilang sampe pusing memikirkan
permasalahan gw. Setiap kali gw merasa jenuh, gw pasti selalu mengajak loe buat
nemenin gw ke gramed. Ki, loe yang bilang kalau gw sama kayak si R yang kalo
kemana-mana harus ada temennya. Karena gw nggak bisa sendiri. Karena kalo
sendiri, gw merasa bener-bener sepi. :(
Kini,
kalau gw jenuh.... Gw nggak punya temen yang bisa nemenin gw lagi ke gramed. Gw
sendirian ke gramednya.
Ki,
loe pasti udah tahu tentang semuanya. Saat loe sakit dulu, gw nggak pernah mau
cerita sama siapapun termasuk loe. Cerita tentang R. Karena gw nggak mau menambah
beban loe, vicky ataupun dea. Kita sudah cukup pusing dengan tugas akhir dan
revisi setelah sidang. Semuanya cuma bisa gw ungkapkan dengan tulisan diblog gw.
Kemudian
loe memutuskan untuk pergi dari si c, karena loe dikewakan dia untuk yang kedua
kalinya. Loe bilang, ada kesempatan kedua tapi nggak ada kesempatan ketiga.
Rasa bahagia loe luluh lantak karena sikapnya dia. Dan saat kepergian loe, gw
sempet memberitahukan dia beberapa bulan setelah loe pergi. Mungkin dibenaknya
rasa penyesalan terdalam ada dihatinya. Tapi yasudahlah, karena dia telah
menyia-nyiakan loe, biarkan dia rasakan sesal itu sendiri.
Saat
loe sakit, sempet gw bawain loe buah jeruk yang nggak seberapa banyaknya. Saat
itu, gw dateng sendirian dan melihat kondisi loe. Gw kira loe sudah agak
mendingan, tapi ternyata loe semakin memburuk kondisi kedepannya. Tapi gw
seneng, karena loe bisa cerita apapun sama gw saat loe masih ada. Dan semuanya
loe ceritain ke gw lebih dulu.
Tahun
2012 lalu, saat loe mengirimkan voice note dihari ulang tahun gw, gw bahagia
bangett bisa mendapatakan itu. Karena suara loe masih bisa gw denger hingga
sekarang, semua doaa dari loe masih terngiang-ngiang dikepala gw. Semua yang
loe lakukan untuk gw, nggak akan pernah bisa gw balas. Rasa care loe, sayang
loe, marah loe sama gw loe berikan tulus. Walau terkadang nggak semua sikap
tulus loe gw sadari. Walau terkadang rasa care loe, ditunjukkan dengan cara
yang menyebalkan. Gw mengucapkan terima kasih banyak! Setiap hari yang kita
lalui dulu sungguh berkesan kini, kenangan manislah yang tercipta bagi gw.
Meski
loe lelah, kecewa, sebel, marah sama gw karena sifat gw yang masih belum
dewasa, loe masih menerima gw sebagai temen baik loe dan loe menerima gw apa
adanya. Gw sayang sama loe ki, my best friend forever...
Beberapa
hari sebelum kepergian loe, loe sempet nelpon gw minta ditemenin dirumah karena
loe sendirian. Dan maaf gw nggak bisa nemenin loe, dan saat loe dirawat dirumah
sakit gw belum sempet jenguk loe. Maafin gw ki. Itu jadi penyesalan gw hingga
kini.
Fikria,
Nurul Kangennn..... Kangennn bangettt..
Jenazah
loe belum sempat gw liat, gw hanya bisa liat foto saat jenazah loe mau
dimasukkan liang lahat, dan itu sudah dibalut dengan kain kafan. Hanya foto-foto
loe yang kini gw lihat saat gw merindukan loe. Dan mendoakan loe sebagai
pelepas Rindu..
Fikria..
I miss you, I'm sorry, and thank you..
Love,
Rull~
Langganan:
Postingan (Atom)