Ayah..
Senja kian semakin dekat
mendekatimu bersama ibu..
Tak terasa rambut hitammu
kini terlihat memutih..
Kulitmu semakin coklat
tersengat panasnya matahari..
Namun tenagamu masih sama
seperti dulu, saat si putih itu belum muncul perlahan-lahan..
Ayah, maafkan aku..
Aku yang selalu berikanmu rasa
kecewa..
Aku yang belum
membahagiakanmu..
Aku yang selalu buatmu marah
dan merana..
Aku, aku masih berusaha..
Aku berusaha untuk selalu
bahagiakanmu, bersama ibu dan kedua anakmu yang lainnya..
Dulu, aku berusaha
membahagiakanmu dengan cara berprestasi disekolah..
Lalu aku berusaha mengikuti
inginmu masuk dunia perkuliahan..
Tiga tahun kini telah
berlalu, aku berhasil menyelesaikan studiku..
November 2013 lalu, hari
bahagia untuk kita telah datang..
Wisuda.. Dan aku harap saat
kau menghadirinya, kau akan merasa bangga pada anak perempuan pertamamu ini..
Saat menerima tropi dan
bersalaman dengan Bapak/Ibu dewan rektor, aku gemetar..
Aku bahagia, akhirnya aku
bisa menyelesaikan studiku dengan tepat waktu..
Kemudian, setelah wisuda itu
berlalu..
Dan hingga kini aku belum
bisa menghasilkan uang untuk membantu meringankan bebanmu..
Aku sedih..
Aku merasa kecewa..
Aku seharusnya bisa
menggantikanmu menjadi tulang punggung keluarga..
Tapi, aku belum
mewujudkannya..
Ayah..
Melihat raut wajah kecewamu
yang penuh harap, hatiku terluka..
Aku belum bisa
membahagiakanmu dimasa tua mu..
Aku menyayangimu..
Maafkan aku, tak bermaksud
hatiku untuk mengecewakanmu..
Kelak, jika aku berhasil.....
Akan kubahagiakan dirimu, Ibu dan adik-adik..
Semampuku, akan aku
bahagiakan kalian..
Aku ingin bisa pergi ke
Mekkah bersama kalian..
Aku menyayangimu, Ayah..
Aku menyayangimu, Ibu..
Aku menyayangi kalian,
adik-adikku..
Love, Rull~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar