Senin, 05 Mei 2014

Ayah.....



Ayah..

Senja kian semakin dekat mendekatimu bersama ibu..
Tak terasa rambut hitammu kini terlihat memutih..
Kulitmu semakin coklat tersengat panasnya matahari..
Namun tenagamu masih sama seperti dulu, saat si putih itu belum muncul perlahan-lahan..

Ayah, maafkan aku..
Aku yang selalu berikanmu rasa kecewa..
Aku yang belum membahagiakanmu..
Aku yang selalu buatmu marah dan merana..

Aku, aku masih berusaha..
Aku berusaha untuk selalu bahagiakanmu, bersama ibu dan kedua anakmu yang lainnya..
Dulu, aku berusaha membahagiakanmu dengan cara berprestasi disekolah..
Lalu aku berusaha mengikuti inginmu masuk dunia perkuliahan..
Tiga tahun kini telah berlalu, aku berhasil menyelesaikan studiku..

November 2013 lalu, hari bahagia untuk kita telah datang..
Wisuda.. Dan aku harap saat kau menghadirinya, kau akan merasa bangga pada anak perempuan pertamamu ini..
Saat menerima tropi dan bersalaman dengan Bapak/Ibu dewan rektor, aku gemetar..
Aku bahagia, akhirnya aku bisa menyelesaikan studiku dengan tepat waktu..

Kemudian, setelah wisuda itu berlalu..
Dan hingga kini aku belum bisa menghasilkan uang untuk membantu meringankan bebanmu..
Aku sedih..
Aku merasa kecewa..
Aku seharusnya bisa menggantikanmu menjadi tulang punggung keluarga..
Tapi, aku belum mewujudkannya..

Ayah..
Melihat raut wajah kecewamu yang penuh harap, hatiku terluka..
Aku belum bisa membahagiakanmu dimasa tua mu..
Aku menyayangimu..
Maafkan aku, tak bermaksud hatiku untuk mengecewakanmu..

Kelak, jika aku berhasil..... Akan kubahagiakan dirimu, Ibu dan adik-adik..
Semampuku, akan aku bahagiakan kalian..
Aku ingin bisa pergi ke Mekkah bersama kalian..

Aku menyayangimu, Ayah..
Aku menyayangimu, Ibu..
Aku menyayangi kalian, adik-adikku..

Love, Rull~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar