Minggu, 24 September 2017

Perempuan yang bertahan dengan puisi

Senja yang retak
Kapal-kapal berlayar membawa kenangan
Air matamu menjelma puisi paling duri, paling angin
Suara-suara dikepala;

                "Haruskah aku mencintaimu?"
                "Haruskah aku berhenti mencintaimu?"
                "Haruskah ada kita?"
                 "Haruskah bila..."

Lalu malam menggeliat, membungkus semua tanya dan nyeri itu dalam sekantong besar puisi.. Yang lumer dimataku.
Katamu barangkali cinta 
memang akan selalu mempertaruhkan nama, rasa, cuaca dan masa
Tertatih menua, tergugu di gerbang janji yang terkunci.
Senja yang retak
Suara-suara dikepala
Dalam diam kadang ingin kutikam cintaku padamu berkali-kali..
Dengan pedang itu; Lara yang lancip terasah hari demi hari.
Dan puisi-puisi pasi yang perlahan menjelma gergaji.


Helvy Tiana Rosa.

Love in different way?

Rasa itu kembali menghidupkan jantungku.
berdetak tak berirama diantara pertemuan yang tak di sengaja.
membentuk simpul kecil diujung kedua bibirku.
apakah ini berarti aku kembali bertemu 'cinta'?
akankah aku kembali terjatuh lagi?
ada satu hal yang masih meragukanku, apakah kami memiliki keimanan yang sama?

Juni lalu, sejak pertemuan di lorong yang tak disengaja. ketika kau hadir dalam lamunanku, seketika senyumku kembali mengembang..
mengingat dirimu yang salah tingkah kala itu.
ah..kembali aku tersenyum mengingat semua itu.

Sejak hari pertama ku jejakkan jejakku dalam lingkunganmu,
aku masih ingat betul perkataan yang terlontar dari bibirmu..
"anak baru ya, siapa dia?" tanyamu pada seseorang disebelah mejaku.
"iya, partner kamu tuh. makanya kenalan dong.." jawabnya.
dengan suara yang jelas terdengar ditelingaku,kau membalasnya.
"partner.. partner..!"
kata-katamu itu agak sedikit menyinggung perasaanku, sebagai orang baru dilingkungan baru. Iya, lingkungan sangat-sangat baru untukku.

We never talk each other, we never say "hi or hello".

dan aku tak tahu, akankah aku kembali merasakan cinta sendirian? dengan ketidaktahuan apakah Tuhanmu dan Tuhanku adalah SAMA.



Jakarta-Bekasi,22-24 September 2017.
-N.P

Kamis, 21 September 2017

Cinta Tapi Diam




ketika hati telah memilih, maka siapapun tidak bisa mencegahnya. 
Karena ketika hati sudah berbicara, ia melumpuhkan segala pikiran yang ada. 

"Ya, aku menyukainya."
 
"Aku tak pernah tahu bagaimana dia, rupanya seperti apa dan semyumnya. Yang aku tahu, aku jatuh cinta."

"Aku tidak tahu apa dan bagaimana rasa ini tumbuh. Yang hati rasakan, hanyalah jatuh cinta.
Namun, saat cinta itu pergi ada rasa dimana tak mau jauh darinya. Ingin selalu dekatnya namun terasa sulit."

"Aku tidak tahu apa yang merasuki hati dan pikiran, mata ini selalu tertuju padanya."

"Tidak memperdulikan apa yang ada disekitar, merasa bahagia walau jauh memandangnya. Rasa ini selalu tersimpan, rapat dan mendalam. Membiarkannya terus tumbuh dan menjaganya agar tidak mati."

"Melihatnya... selalu tenang. Cemas, gelisah tak menentu ketika tak bisa melihatnya. Namun, pada akhirnya kita pun yang akan menentukan bagaimana cinta itu akan tetap tumbuh diantara perbedaan yang ada. Dan membiarkan cinta ini akan selalu dia."

"ya, membiarkan cinta ini akan selalu dia."



source: youtube gravity production (https://www.youtube.com/watch?v=U-nAMmlXeho&t=54s)