Minggu, 12 April 2015

Sembilan. Empat. Dua belas.

Segala rasa sedari dulu tetap sama, tidak ada yang berubah.

Bertanya kenapa, hatikulah yang lebih tahu jawabannya.

Mengapa dia (hatiku) begitu tak rela melihatmu bertegur sapa pada temanmu padahal hatimu bukan miliknya.

Apa karena dia (hatiku) masih mengingat kejadian itu.

Tak pernah melupakan malam itu.

Malam dimata tatapan terindahmu teruntuk siapa kau tuju kan.

Yang tak pernah aku lihat.

Terlalu takut mataku bertemu dengan matamu.

Maka...

Izinkanlah aku bisa melihat tatapan terindah milikmu sekali saja.

Tahukah kau, bukan hanya satu, dua, atau tiga puisiku yang berisikan tentangmu..

Tidakkah kau rasakan ketulusan hati (terdalam) ku?

Tiada perlu aku berteriak..
Tiada patut aku memaksa..
Tak ingin lagi aku mnjelaskan..

Untukmu, melihat ketulusan rasa dalam hatiku yang masih tetap sama hingga kini.

Sembilan. Empat. Dua belas..
Sembilan April 2012 pertemuan awal antara aku dan dirimu.

Hingga kini, sembilan April 2015 rasa dalam hatiku teruntuk dirimu masihlah sama.

Rasa sayang yang sedikitpun memudar.

Justru.....
Semakin merekah tak tentu arah..



Percayakah ???



Love Always,
-Rull...