Dandelion Dalam Cakrawala.
Telah lama dia menghilang.
Terbang melangit menuju nirwana.
Membekas segala yang tertinggal, mengukir setiap peristiwa dalam bejana rindu.
Dalam kedamaian dandelion terbang.
Melepas derita yang mendera.
***
Hari ini, hari Dandelion di lahirkan.
Tepat dua puluh delapan tahun yang lalu..
Dimana Hari ini, hari ke 2.520 dalam hidupku hanya mampu mendekap Dandelion dalam setiap doa ku.
Tak bisa kutatap kembali ia lekat-lekat.
Tak bisa kukirim pesan tuk ucapkan segala doa terbaik untuk mu.
Tak bisa kuhubungi tuk mempersembahkan sebuah nyanyian dengan suaraku seperti yang pernah ia lakukan dulu di hari ulang tahunku.
Sebab kami terpisah oleh dua dimensi berbeda.
Meski raga tlah lama tiada, namun segala kehangatan dalam setiap kenangan yang tercipta masih kurasa.
Masih terngiang. Tersimpan dengan rapih dalam memori otakku, akan selalu kudekap setiap kali aku merindu.
Setiap kali peluh dalam hatiku membuncah ingin bertemu, aku hanya mampu menatap pusara mu.
Menghias indah batu nisan mu dengan mawar merah favorite ku.
Teruntuk dandelion dalam cakrawala, “Selamat Ulang Tahun ke-28”.
Selain doa, tiada lagi yang mampu aku persembahkan.
Semoga dalam SurgaNya, kita akan kembali di ijinkan bersahabat seperti waktu yang tlah lalu.
Al-Fatihah...
Jakarta, 07 April 2020
~N.P