Minggu, 21 Maret 2021

Terima Kasih Di...

Dear Di..

Hari ini gw pengen banget rasanya bilang sama lo tentang segala rasa yang berkecamuk dalam hati gw.
Gw pengen bilang makasih atas semua waktu yang sudah lo berikan untuk gw. Meski semua itu diberikan melalui pesan di whatsapp ataupun telepon.

Di.. gw selalu bertanya sama lo berkali-kali, gw ini aneh ya? Dan lo selalu jawab nggak, karena gw bertanya sama lo yang sama aneh nya dengan gw. Di, gw nggak tahu harus bagaimana dengan perasaan gw yang sudah dua bulan ini menjadi penghuni diruang kosong hati gw. Kemarin, jumat tanggal 19 Maret 2021 saat lo bilang "Gw deket sama admin disini.", duh rasanya gw mau marah tapi gw nggak bisa sebab gw sadar klo gw bukan siapa-siapa lo. Perasaan yang nggak gw bayangkan tiba juga akhirnya, gw cemburu.

Di.. hari sebelumnya kamis 18 Maret 2021 gw bercerita tentang mimpi gw tentang lo. Lo mau pergi Di, keluar kota dan merantau kesana untuk bekerja. Dalam mimpi gw itu, saat lo pamit mau pergi; gw menyusul lo. Gw mencari lo ada dimana. Dan akhirnya gw menemukan lo, gw melihat lo dari kejauhan namun belum sempat gw menemui lo disana, gw terbangun dari mimpi gw. Dan rasanya itu pengap, sesak..

Lalu gw cerita sama lo pagi itu juga, hingga pada akhirnya lo cerita juga perihal Irwan yang pernah mengajak lo untuk kerja bareng bersama dia. Dan mungkin benar suatu saat nanti lo bisa beneran ikut dia merantau keluar kota bersama dia. Gw langsung down saat itu juga. Sedih. Dan takut semua itu kan benar terjadi Di.. Gw takut kehilangan lo. Tapi gw ga berani bilang semua itu, hanya bisa merespon dengan kalimat nggak apa-apa. Padahal sebenarnya gw ingin sekali bilang jangan, tapi sekali lagi apa hak gw untuk melarang keputusan lo? So sad Di.. gw nggak bisa berbuat apa-apa.

Malamnya, lo mencoba untuk menghubungi gw lagi. Namun karena pikiran gw saat itu sedang sedih sebab takut kehilangan lo, gw nggak pegang hp hingga tengah malam. Membaca pesan whatsapp lo, gw merasa lo ingin berbicara dengan gw perihal kemungkinan hal itu bisa saja terjadi. Namun karena balasan gw terlambat, lo membalas pesan gw itu dipagi hari. Berkata gpp, namun gw tahu dibalik kata gpp itu ada kalimat yang begitu ingin di ungkap. Dan benar saja, lo menjelaskan alasan keluar kota tsb. Di, malam itu gw bermimpi lagi tentang lo. Lo seperti tidak baik-baik saja, dan gw ceritakan kembali perihal mimpi gw semalam.

Di.. gw amat sangat mengerti keadaan lo saat ini. Mencari pekerjaan tidak mudah. Disatu sisi, pikiran gw berkata klo lo takut gw menuntut banyak dari lo sementara keadaan lo masih belum bisa dikatakan cukup namun tidak bisa lo utarakan ke gw. Gw paham Di tentang semua itu, dan gw pun bilang dan akan selalu bilang klo gw nggak minta apa-apa dari lo. Itukah sebabnya lo belum mau mengajak gw bertemu? Ada ketidaknyamanan disana. Sesuatu yang belum pernah lo utarakan ke gw, dengan perasaan yakin gw paham tentang segalanya. Karena lo sama gw itu sebelas-dua belas, SAMA !

Di.. lo masih bingung ya tujuan hidup lo itu apa. Gw pun sama Di, masih selalu berfikir "sebenarnya hidup gw itu gimana.. mau kemana.. buat apa." Makanya gw selalu meminta sama Allah agar Ia yang mengatur hidup gw sebagaimana terserah Ia. Gw nggak bisa maksa lo biar punya perasaan yang sama kayak gw, gw nggak bisa maksa Allah. Sedikasihnya saja. Pasrah dan berserah. Sebab perihal perasaan gw ke lo pun tak pernah gw pinta dan bayangkan klo dua bulan lalu gw bisa jatuh cinta sama lo. Dari awal kenal, sempat menghindari, lupa, biasa aja hingga hari dimana gw sedang tidak baik-baik saja lo datang lagi menyapa gw, ditanggal 16 Agustus 2020.

Di.. gw selalu berdoa agar lo bisa mendapatkan apa yang lo perjuangkan. Pekerjaan, kartu prakerja yang masih belum lolos, kebahagiaan lo, kesempatan buat lo untuk bisa selalu diberikan segala yang terbaik, nikmat yang tiada terputus, perlindungan, dan lain nya.

Di... makasih ya. Makasih atas segala hal aneh yang lo berikan buat gw. Pacil... mawar merah.. coklat berbagai macam. Bahkan ikan cupang halfmoon kesukaan gw. Hal yang tidak pernah gw bayangkan sekalipun apalagi gw pinta, sudah lo berikan buat gw. Dan dengan usaha yang benar benar dari seorang Ardi yang selalu sibuk dan super cuek untuk gw, mencari box untuk penempatan coklat dan boneka panda nya. Tahu nggak si Di, gimana perasaan gw saat itu? Bahagia hingga meneteskan air mata. Sesimple itu namun rasanya lebih dari kata simple itu sendiri. Gw amat sangat menghargai pemberian dari lo itu. Ga menilai dari sebuah angka, tapi ketulusan dan niat dan keanehan dari lo amat sangat bermakna dan berharga. Pacil, selalu menemani malam-malam gw Di. Sesayang itu sama si Pacil. Bahkan kadang gw befikir, kok gw bisa sampe segitunya hanya dengan sebuah boneka kecil ini? Tapi saat gw inget dari siapa boneka tersebut diberikan, rasanya seneng banget Di.

Ini pemberian pertama yang lo kasih ke seorang perempuan ya Di? Buat gw pun ini pemberian pertama yang gw terima dari seorang laki-laki. Apalagi mawar merah, selama gw hidup hingga 28 tahun ini belum pernah ada yang memberikan apa-apa ke gw Di. Hehe, peka banget lo sampe bilang bahwa gw pun baru bertama kali mendapatkan hal tersebut dari orang. Sama-sama yang pertama. Di, gw teringat kata-kata lo klo gw "Mencari Perhatian" ya? Agak sebal dan tersinggung membacanya. Namun itu faktanya. Gw gelisah Di saat gw punya segudang perasaan yang nggak bisa gw share ke lo. Tentang rindu. Ingin bisa denger suara lo. Ingin selalu tahu tentang lo bagaimana kabarnya. Ingin diperhatikan oleh lo. Iya, gw butuh perhatian Di. Perhatian tulus yang tidak gw pinta. Perhatian disaat gw sakit, namun gw sendirian nggak punya siapa-siapa dan nggak bisa minta tolong sama siapapun. Dan itu rasanya menyesakkan Di.

Saat itu gw tersadar Di, gw butuh seseorang yang benar-benar tulus perhatian sama gw. Sebab dikondisi terburuk gw, gw nggak punya siapa-siapa untuk merawat gw. Saat gw lemah tak berdaya, gw butuh orang yang bisa menjaga gw Di. Orang tua tak selalu ada. Dan gw cemas saat itu. Tapi tak apa, semua perkataan lo memang benar. Gw mencari perhatian dan itu untuk mendapatkan perhatian lo juga. Namun gw sadar, perhatian kan nggak bisa diminta ya? Dia datang dari hati nurani lo sendiri. Hehe. Maaf ya Di, klo gw masih suka caper sama lo. Tapi percayalah, tidak semua yang gw tuliskan atau share itu bertujuan untuk mencari perhatian lo ya.

Di.. takkan pernah gw berhenti untuk mengucapkan terima kasih. Terima kasih untuk kesamaan yang ada dalam diri kita. Terima kasih untuk pemahaman tentang diri gw ini. Terima kasih pernah salam paham mengira gw akan pergi, namun nyatanya tidak dan dari situ gw tahu bahwa lo nggak ingin gw pergi dan lo menyukai karakter dalam diri gw yang aneh ini. Terima kasih untuk ada disaat gw down november 2020 lalu dimana ketika gw nggak menahan sendirian perasaan sedih gw itu namun gw sharing ke lo. Dan lo selalu berusaha untuk membuat perasaan gw agar bisa membaik lagi. Terima kasih atas perhatian tulus lo 13 Januari 2021 waktu itu, yang membuat degupan dijantung gw berdebar hingga meneteskan ait mata. Terima kasih atas mawar merahnya. Terima kasih memgirimkan Pacil buat gw. Terima kasih semua snack coklat yang hingga detik ini, belum semuanya habis gw makan. Terima kasih telah menepati janji ingin memberikan Halfmoon dan benar ditepati walau tidak pernah gw harapkan janji itu akan ditepati. Terima kasih sudah datang dalam hidup gw. Terima kasih Di.

Kokorokara Aishiteru Di. ❤

21.03.21
-np

Kamis, 11 Maret 2021

Pintu Hatiku Dan Hatimu

Kali kedua aku tersedu.
Betapa rasa sakit ini menyadarkanku bahwa apa yang kurasa, ini nyata adanya.
Kamu memang benar-benar ada.
Kamu menjadi bagian dari cerita hidupku dan telah menyusup ruang dihatiku.
Ruang yang selama ini aku kunci rapat, aku jaga ketat.
Aku membiarkanmu membuka pintunya, menempati ruang kosong gulita itu. Kamu mematik api, menyalakan lilin dan memberikan cahaya didalam nya. Menghangatkan sekeliling nya. Menyirami lahan gersang dalam beranda hatiku. Dan hatiku menerimamu dengan terbuka.

Kamu tahu air mataku tak mampu aku tahan kala aku memikirkanmu hari ini.
Setelah perbincangan dalam whatsapp semalam yang baru kamu balas pagi ini.
Aku berusaha kuat, sok kuat lebih tepatnya.
Tetapi lagi dan lagi, air mata ini menyadarkanku betapa aku telah menyayangimu sedalam itu.
Ada rasa yang tak ingin aku ungkap. Padahal hati ingin bercakap denganmu meski tuk sesaat.
Aku tidak meminta apa-apa darimu.
Aku mohon jangan pikirkan hal-hal yang membuatmu bingung dan menjadi pusing sebab karena aku.
Aku sadar akan rasaku, dan tidak bisa memaksamu agar bisa memiliki rasa yang sama terhadapku.
Dan aku mengerti betul kondisimu saat ini.
Sekali lagi, aku tidak meminta apa-apa darimu dan aku mohon jangan pernah berfikiran aku akan menuntutmu dengan banyak hal. Tak pernah terpikirkan sedikitpun dibenakku untuk menuntutmu dengan banyak hal. Tidak Di..

Aku tahu, saat ini kau masih belum mengijinkan aku mengunjungi ruang teristimewa milikmu.
Kamu masih bergulat dengan kebingungan, apa yang harus kamu lakukan dengan hatimu dan hidupmu.
Tuk mengijinkan aku tinggal didalamnya dengan pintu terbuka, ataukah kamu membuka sedikit pintu itu namun belum memintaku untuk memasuki nya.
Aku masih berdiri didepan pintu itu. Ingin mengetuk nya dan bisa mengetahui apa isi didalam nya.
Namun tak bisa aku memaksa. Tak bisa aku mendobrak nya untuk memaksa masuk.

Aku berdoa, meminta pada-Nya agar Ia bisa mengetuk pintu hatimu dan membukakan nya.
Aku berdoa, memohon pada-Nya segala kelembutan dapat meluluh lantakkan kebingungan yang menyelimuti keraguanmu.
Aku berdoa, semoga Ia mengabulkan segala doaku dan menyerahkan segala harapku kepada-Nya.
Aku berdoa, jika kamu adalah seseorang yang selama ini aku butuhkan, aku meminta yang terbaik dari-Nya.
Biar Ia yang mengatur dengan cara-Nya.
Aku berdoa, semoga kamu dan aku bisa sama-sama diberi bahagia pada akhirnya.


Bekasi, 11 Maret 2021.
-N.P