Minggu, 23 April 2017

Kehilangan

Getar-getar dalam hati ini masih terasa sama. Ketika seseorang menanyakan tentangmu kepadaku. Aku harus jawab apa? Ingin sekali kututup kedua telingaku kala itu. Kamu tahu bagaimana rasanya perasaanku sekarang?
Getir ini kembali kurasakan. Ingin rasanya aku menelan dalam sekali jalan, tanpa perlu merasakan pahitnya kenyataan.
Sejujurnya, aku sangatlah rindu. Rindu padamu yang entah dimana.
Dalam acara yang aku datangi hari ini, aku mendengar lagu yang sudah lama sekali tak pernah aku dengar, lagu yang sempat naik daun beberapa tahun lalu..

"Kupertaruhkan semua ragaku
Demi dirimu bintang..
Biarkan ku menggapaimu, memelukmu, memanjakanmu...
Tidurlah kau dipelukku, dipelukku, dipelukku."

Lirik itu mengingatkan tentangmu dan tentangnya, ah... rasanya aku ingin memaki "aku" yang berdiri didepan cermin dengan tatapan peluh itu.
Aku tak pernah menyesal bertemu denganmu, yang kemudian jatuh cinta padamu.
Aku hanya menyesal mengapa hingga saat ini aku masih memiliki rasa itu yang seharusnya sudah aku hapuskan sedari dulu, sebelum semakin dalam seperti sekarang ini.
Dulu ketika aku mengetahui engkau begitu terluka akan kepergiannya.

Hal yang paling aku takutkan dalam hidup ini adalah kehilangan. Meski aku tahu kalau di dunia ini memang tidaklah ada yang abadi. Aku pernah kehilangan seseorang yang sangatlah dekat denganku, kau pun tahu siapa dia. Kau pun pernah merasakan hal yang belum aku rasakan, kehilangan orang tuamu dan aku pun pasti akan merasakannya suatu saat nanti. Dan aku begitu takut untuk menghadapinya, hingga kini. Sahabatku, keluargaku, dan dirimu. Aku takut kehilangan mereka dan kamu. Aku tidak tahu bagaimana jadinya aku bila nanti aku kan mengetahui kenyataan itu.

Dulu ketika sepupu terdekatku bersikap tak terasa sama seperti ketika dia belum menikah dulu, aku marah. Aku marah sekali kepada diriku karena rasanya aku tidak terima dengan perubahan dia setelah memiliki keluarga sendiri. Aku merasa ditinggalkan. Dan aku pergi menjauh, dan kami tidak sedekat dan seakrab dulu karena aku membatasi diriku untuk tidak seperti dulu lagi. Aku merasa kehilangan, dan ketika aku berpisah dengan sahabat sahabat yang dekat denganku semasa kuliah, aku pun merasa seperti itu juga. Jarak dan waktu yang tak kami punya untuk berjumpa membatasi pertemuan kami, aku pun merasa sepi tanpa mereka. Begitu pula ketika aku pertama kali aku bekerja, aku begitu dekat dengan tiga teman baruku. Kami melewati hari penuh canda tawa, tetapi suatu ketika kami harus dipisahkan karena dua diantara mereka tidak akan berada ditempat yang sama lagi. Hatiku begitu sedih, 1 resign dan 1 lagi harus pindah tempat yang berjarak tak jauh dari tempatku sebelumnya. Namun rasa kehilangan itu begitu sesak terasa. Kehilangan 2 teman terbaik yang selalu menghiburku, yang selalu membuat aku tertawa dikala aku beduka. Hanya tinggal satu teman dekatku kala itu, namun kini hubunganku dengannya tak terasa sama. Dan itu semua terjadi karena rasa perduliku yang terlalu berlebihan. Hingga makian yang tak pernah aku bayangkan kan mereka ucapkan kepadaku pun mereka ucapkan. Dan kini aku tak ingin lagi kehilangan, baik dengan mereka ataupun denganmu. Untuk kali ini rasanya aku ingin menjadi diriku yang egois, se-egois-egoisnya. Mental dalam diriku belum siap akan semua itu. Hanya karena satu, kehilangan.. biarkan aku menjadi manusia egois seperti itu.

Tangis dan mimpi buruk yang setiap malam aku rasakan karena merindukanmu, berharap ada harapan untukku bisa menjadi seseorang yang berarti dalam hatimu. Aku tak tahu apakah itu masih ada. Aku memang tidak memiliki rupa yang cantik, aku bukan perempuan yang pandai berbicara dan bersosialisasi. Aku adalah aku. Memanh Tidak ada yang menarik tentangku, yang perlu kamu tahu; kesetiaan adalah hal yang paling ku agung-agungkan, hal yang bisa aku banggakan yang ada dalam diriku. Sudahlah... buat apa ku tuliskan semua ini, hal yang tidak pernah kamu baca bahkan untuk sekalipun. Dan bahkan ingin kamu ketahui. Aku yang Bodoh!

Hanya saja, ketika aku menuliskan semua ini sesak dalam hati ini terasa sedikit berkurang. You know about this :)

Bekasi, 23 April 2017.