Minggu, 11 Oktober 2020

Hakikat Cinta

Cinta? Apa itu cinta?
Menunggu selama lima tahun apakah itu cinta?
Dimataku itu cinta, tapi dimatamu itu kebodohan.
Lalu, setelah penantian lima tahun itu menyisakan kesia-siaan yang kini baru terlihat dimataku, hati seolah menutup pintu untuk kembali menerima cinta.
Menutup pintunya, membekukan celahnya.
Mengabaikan sinyal-sinyal cinta lain yang berusaha melelehkan beku.

Satu tahun. Dua tahun.
Logika merayu hati tuk membuka sedikit ruang didalamnya, untuk bisa merima sebuah rasa yang mereka sebut "cinta", sebab kering slalu menjadi musim yang tak berkesudahan.
Hati mengalah. Mendengarkan logika.
Setitik celah tlah terbuka, belajar menerima secercah harap tuk membasahi ruang gersang itu.
Hati yang gersang ini tlah merubah musim didalam nya. Ia bersemi. Berbunga.

Sesaat... sesaat kemudian harapan tlah pupus.
Musim yang kuijinkan memasuki hati, nyatanya hanyalah badai.
Aku tergugu. Merasakan kembali patah sebab sebuah harap.
Dihentakkan oleh ngilu sebab berharap pada selain-Nya.
Harapan kecil pada seorang makhluk.

Mengevaluasi diri. Dengan erat menjaga hati.
Apakah selama ini aku terlalu memikirkan rasaku, diriku, tanpa pernah melibatkan-Nya?
Karena tiada harap hanya selain pada-Nya.



 27.08.19

-N.P