Entah sejak kapan 'sepi' menjadi kawan karibku.
Bercerita kepada malam tentang indahnya binar matamu.
Dengan mata terpejam.
Aku Merindumu.
Angin malam berbisik lirih.
Lembut. Namun dinginnya seolah menusuk.
Memaksa tuk membuka mata.
Menyadarkan lamunan tentangmu.
Aku terpaku...
Bayangmu sirna begitu saja.
Terhempas terbawa dawaian nya.
Kucoba meraih(bayang)mu hingga utuh kembali, namun kau.... tetap saja pergi.
Kutunggu kau dalam beranda hati.
Masih dalam suasana yang sama, malam berkawan sepi.
Sebab itulah waktu dimana aku bisa mengenangmu, lagi.
Bekasi, akhir desember 2016.
N.P
Kamis, 29 Desember 2016
Senin, 26 Desember 2016
Rindu
Malam ini aku rindu.
Rindu yang teramat sangat menyesakkan dada.
Air mata bersuara tanpa kata.
Bulir-bulir nya bermuara disudut sepasang mata. Mengembang membuncah mengalir berjatuhan tanpa kuasa. Tak terbendung lagi.
Lalu.
Mengering.
Tak meninggalkan jejak.
Air mata rindu tak semanis madu.
Pahit. Sengit. Sakit..
Betapa rindu sang hati meremukkan kalbu.
Kututup beranda hati penuh duri balarindu.
Kepada Sang Maha Rindu, ijinkanlah dia rasai rindu ku dalam telaga rindu hatinya.
Sedalam-dalamnya rindu.
Hingga berakhir ratapan rindu serupa.
Berlinang air mata karenanya, Rindu.
Bekasi, 26 Desember 2016
N.P
Rindu yang teramat sangat menyesakkan dada.
Air mata bersuara tanpa kata.
Bulir-bulir nya bermuara disudut sepasang mata. Mengembang membuncah mengalir berjatuhan tanpa kuasa. Tak terbendung lagi.
Lalu.
Mengering.
Tak meninggalkan jejak.
Air mata rindu tak semanis madu.
Pahit. Sengit. Sakit..
Betapa rindu sang hati meremukkan kalbu.
Kututup beranda hati penuh duri balarindu.
Kepada Sang Maha Rindu, ijinkanlah dia rasai rindu ku dalam telaga rindu hatinya.
Sedalam-dalamnya rindu.
Hingga berakhir ratapan rindu serupa.
Berlinang air mata karenanya, Rindu.
Bekasi, 26 Desember 2016
N.P
Senin, 19 Desember 2016
Cinta Rasul
Cinta itu suci, maka cintailah dia dengan sepenuh hati.
Cinta itu hati, maka hiduplah kamu penuh dengan berserah diri.
Cinta ilahi, cinta kekasih hati..
Tiada yang lebih suci dari cinta Allah kepada kekasih hati, baginda Nabi besar Muhammad S.A.W.
Cinta Rasul, sang pencinta ummat sepanjang masa; tak terhingga.
Sang pedoman yang paling utama, pemilik sunah terbaik sepanjang masa.
Kubalik lembaran-lembaran tulisan tentang engkau ya Rasul, kubaca kisahmu... kuresapi..
Sungguh... betapa mulianya engkau, hingga Allah menjadikanmu kekasih-Nya.
Perlahan, kuberusaha selalu menjadikanmu suri tauladanku.
Perlahan, kutanamu bibit cintaku untikmu dalam relung hati dan menjadikanmu bunga jiwaku.
Cintaku padamu ya Rasul, kini berbunga indah, selalu kupinta pada-Nya tuk biarkan bunga ini tetap tumbuh dan memohon pada-Nya agar cinta ini tak layu dan kemudian mati.
Cintamu pada ummat mu, laksana hujan di gurun gersang, penyejuk qalbu.
Bekasi, Mei 2016
Nurul Parianah.
Cinta itu hati, maka hiduplah kamu penuh dengan berserah diri.
Cinta ilahi, cinta kekasih hati..
Tiada yang lebih suci dari cinta Allah kepada kekasih hati, baginda Nabi besar Muhammad S.A.W.
Cinta Rasul, sang pencinta ummat sepanjang masa; tak terhingga.
Sang pedoman yang paling utama, pemilik sunah terbaik sepanjang masa.
Kubalik lembaran-lembaran tulisan tentang engkau ya Rasul, kubaca kisahmu... kuresapi..
Sungguh... betapa mulianya engkau, hingga Allah menjadikanmu kekasih-Nya.
Perlahan, kuberusaha selalu menjadikanmu suri tauladanku.
Perlahan, kutanamu bibit cintaku untikmu dalam relung hati dan menjadikanmu bunga jiwaku.
Cintaku padamu ya Rasul, kini berbunga indah, selalu kupinta pada-Nya tuk biarkan bunga ini tetap tumbuh dan memohon pada-Nya agar cinta ini tak layu dan kemudian mati.
Cintamu pada ummat mu, laksana hujan di gurun gersang, penyejuk qalbu.
Bekasi, Mei 2016
Nurul Parianah.
Langganan:
Postingan (Atom)