Minggu, 11 Mei 2014

Pilihan. Bukan Pilihan.



23:56 sabtu, 10 mei 2014

Pilihan, bukan pilihan. Atau memilih untuk tidak memilih. Tiba-tiba kata-kata tersebut terlintas dalam benak gw malam ini. Dan saat kata-kata tersebut terlintas, wajah almarhumah sahabat gw kiki muncul dalam otak gw. Suaranya terdengar jelas saat memanggil gw 'teh, besok ini itu (bla bla bla)'. Dan seketika itu pula gw inget kalau sudah lama sekali gw nggak nengokin makamnya. Maaf ya ki, sudah sekitar sebulan lebih nggak nyekar. Saat kangen sama kiki, gw cuma bisa denger suara rekaman yang dia kirim ke gw, memandangi foto kami berdua, liat notes dia dimasa lalu, liat fb/twitternya.. Kini semuanya terasa indah, walau itu sebuah celaan yang tertulis.
Memimpikan kiki menangis sampe 2x membuat gw jadi inget kisah masa lalu gw. Jadi ingat semua yang gw simpan sendirian tanpa pernah gw beritahukan kepada siapapun, termasuk kiki. Tapi kini gw rasa kiki juga udah tau apa yang gw 'rahasiakan' dari tahun 2013 lalu itu. Apa karena masalah itu makanya gw mimpiin kiki menangis sampe 2x ???
May be yes, may be no. Gw nggak tau jawabannya apa, hanya allah yang tahu apa yang terjadi kepada kiki dan gw. Cuma saat ini gw hanya bisa bilang, itu bukan salah lo ki.. Bukan, tapi itu adalah takdir gw. Biar hanya allah yang berhak memberikannya kepada kita. Apapun itu.

Pilihan. Bukan Pilihan.
Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta. Karena rasa cinta diberikan oleh yang memiliki rasa, yaitu Sang Pencipta.
Tapi...
Kita bisa memilih mau merasakan sakit hati/tidak karena cinta tersebut. Kita yang memutuskan akan tetap bertahan dalam kesengsaraan karena rasa cinta yang kita punya/memutuskan agar tidak merasakan derita cinta (patah hati) terhadap orang yang kita cinta. Kita yang menentukan apa yang terbaik untuk hati kita.

Seperti yang gw rasakan, karena saat itu gw sudah berusaha memutuskan untuk tidak hidup dalam kesengsaraan karena memiliki cinta sepihak.
Bukan karena elo, elo atau siapun elo gw memilih untuk bertahan dalam derita berkepanjangan ini.
Tapi karena hati gw yang masih tetap berada ditempat pertama kali gw jatuh cinta. Sementara kedua kaki gw, gw seret. Gw paksa agar bisa melangkah kedepan dan tetap berjalan kedepan. Hati gw tertinggal.
Itu gw yang MEMILIH. Tapi gw TIDAK BISA MEMILIH kepada siapa gw jatuh cinta.
Dan kini... Gw berharap allah akan memberikan gw takdir yang lebih baik dari sekarang, karena sekarang gw sedang merasakan kesengsaraan karena pilihan gw. Gw nggak bisa membawa hati gw ikut melangkah, itu terjadi sejak 2012 hingga saat ini.

Kelak akan ada masanya bahwa pilihan yang gw pilih bisa memilih yang lebih baik dari apa yang gw pilih saat, dan kini gw memilih berpasrah diri kepada yang maha kuasa, tempat MEMILIH yang terbaik daripada manusia yang dipilih.

Hoammm.. Good night..
XoXo, Rull~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar