Kamis, 27 Februari 2014

Bukan Rahasia Lagi~



Seberapapun aku mencoba, sekuat apapun aku berusaha, semua adalah karena kehendaknya. Aku hanya manusia biasa. Aku tak mampu mengingkarinya. Aku tak bisa menepisnya. Dialah kehendak tuhan. Aku pikir, keputusanku untuk menghilang dan pergi dari kehidupannya itu adalah benar. Tapi nyatanya aku masih di bayang-bayangi oleh sosoknya. Walau ia tidak tampak dimataku, dia selalu hadir dalam mimpiku.
Kurang lebih dua tahun lamanya aku mengenalnya. Awal pertemuan aku dan dia, aku masih mengingkarinya. Mengingkari perasaanku padanya. Bertahan dalam diam, bertahan dalam sakitnya mencintai, bertahan dalam sesaknya kerinduan. Hingga akhirnya semua pertahananku terlepaskan. Aku menceritakan semuanya kepada orang-orang terdekatku. Kepada sahabatku dan dia.
Waktu telah berjalan cepat. Hingga akhirnya tahun 2013 lalu aku memutuskan untuk menjauh darinya. Sahabat-sahabatku memberitahukan bahwa dia telah memiliki cintanya sendiri. Aku sedih. Aku sakit. Aku kecewa. Aku bertahan dan tetap memperhatikannya karena aku sangat menyayanginya, saat itu aku mengetahui kalau dia belum memiliki cintanya. Namun setelah aku mengatahui kalau dia telah memiliki cintanya sendiri, aku harus pergi. Aku pergi melupakan segala tentang dia. Aku pergi mengobati luka hatiku.
Seperti prinsip yang telah aku pegang, “aku masih akan tetap bertahan jika dia belum memiliki cintanya sendiri, tapi jika dia telah memiliki atau menemukan cintanya sendiri.. aku akan pergi.. aku menjauh demi dia, agar dia bahagia.”. aku menjalaninya. Meski sulit. Meski berat. Meski enggan kulakukan. Aku tetap harus menjalaninya.
Waktu berjalan dengan cepat, hemhh.... sedikit bisa melupakan, namun ada satu hal yang membuatku kembali meyelami perasaanku untuknya. Sujujurnya aku tidak tahu kata-kata tersebut benar atau tidak, tapi kata-kata itu terus menghantuiku hingga kini. Walau aku telah pergi untuk menjauh dari hidupnya, sesungguhnya hati ini masih memiliki perasaan yang sama. Seperti dalam tulisanku sebelum tulisan ini.. “sampai kapan?”. Aku masih maenjadi diriku yang tetap bertahan menyimpan perasaan dalam kesendirian. Dalam kesakitan. Tidak berani aku ceritakan semua ini kepada sahabatku, karena aku sadar beban hidup mereka banyak sekali dan aku tidak ingin menambahnya. Beban hidupku, biar aku yang rasakan sendiri.
Menangis dalam tidur, sakit sekali rasanya. Beberapa kali aku merasakan itu. Karena ada dirinya dalam mimpiku, aku begitu merindukkannya hingga aku selalu memimpikannya. Aku begitu menyayanginya hingga aku menangis setiap memimpikannya. Aku bertahan. Aku bertahan dalam diam disaat keadaanku seperti itu. Selama berbulan-bulan aku masih mempertahankannya. Aku berusaha menahannya dengan tidak menanyakan kabarnya, menghubunginya (lagi). Aku menahannya sendiri. Mungkin saat sahabatku membicarakan tentangnya, aku bersyukur. Aku tahu dia baik-baik saja disana. Hal itu sudah cukup untukku. “mengetahui ia baik-baik saja, walau aku tidak menanyakan padanya dan tahu dari orang lain, aku tenang. Itu sudah cukup untukku.”.
Hari itu, jumat 21 feb 2014. Hari yang membuatku meneteskan air mataku kembali. Sekitar pukul sepuluh malam, ketika selesai menonton film dari handphoneku. Aku tak pernah berfikir akan ada kejadian seperti itu. Jaringan handphone dalam keadaan off, itu kulakukan agar menghemat baterai. Setelah selesai menonton film, ada 1 bbm masuk. Aku membukanya, dan ternyata dari sahabatku. Dia mengirimkan aku sebuah screen capture. Saat ku buka, dalam foto tersebut, tertulis namanya dan ada foto editanku didalamnya. Aku sempat tak percaya. Itu foto yang aku buatkan syairku dua tahun lalu. Dan masih disimpannya. Saat itu, aku tak kuasa menahan air mataku. Dan tanpa sadar tanganku membalas bbm sahabtku dengan mengetikkan “Miss Him So Much T-T”. Aku memang sangat merindukannya. Sangat sangatttttt merindukannya. Tapi aku tidak pernah mengatakan kata-kata itu kepada sahabatku ataupun dia.
Karena pikirku, untuk apa aku mengatakan kata-kata tersebut. Dia yang entah bagaimana keadaannya sekarang, dia yang entah sedang bersama dengan siapa sekarang. Mungkin ini memang sudah takdirku. Ini jalan hidupku dari yang maha kuasa. Saat masih dalam keadaan menangis (entah aku merasa bahagia atau sedih karena foto editan itu), ada request teman dari dia. Iya, dia menginvite aku. I think i was dreaming, but im not. Aku tidak mungkin mengabaikan request’an itu. Langsung aku “terima” permintaan bbm tersebut. Aku masih tidak percaya, dia kembali lagi dalam hidupku. Usahaku untuk menjauh darinya, seperti sia-sia. Ini adalah kehendak-Nya. Aku tidak bisa mengingkarinya.
Walau aku tidak tahu apa rencana darinya, aku hanya mampu menerimanya. Ini diluar batas kemampuanku. Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya saat itu. Aku tetap diam, tidak memulai percakapan bbm tersebut. Aku diam, karena aku takut salah sikap. Aku tidak bisa mengulang kesalahanku dimasa lalu. Ketika aku terlalu over care padanya. Ketika aku begitu takut melihatnya bersedih. Aku hanya takut.
Lalu keesokkan harinya, aku menerima bbm darinya. Dia berkata aku “belagu”. Hemh, jujur dalam hatiku aku tidak pernah ingin membuat “drama” atau apapun. Aku hanya takut salah sikap. Aku tidak ingin kejadian yang beberapa tahun lalu terulang. Karena aku masih memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Aku tidak bisa menganggapnya seperti teman-temanku yang lainnya, karena aku menyayanginya. Karena dia orang special dalam hatiku, karena aku masih menyayanginya seperti 2 tahun lalu. Apa respon dia jika dia tahu semuanya? Dia hanya bisa diam, menghindar, tidak mengatakan sepetah katapun!!!
Ketika dia marah ataupun merasa kecewa saat menanyakan “kenapa, apa yang buat lu susah?”, karena tidak tahan akan pertanyaan dan kata-kata yang dia tuliskan. Aku menjawabnya dengan tulisan. Tulisan yang aku kirimkan dalam bentuk doc. Tapi dia tetap tidak membalas apapun, dia diam. Dia tidak menjawabnya. Aku lelah. Lelah sekali hingga aku tak kuat menahannya lagi. Akhirnya rahasiaku, selama beberapa bulan sudah bukan menjadi rahasia lagi. Apa dia paham akan tulisan yang aku kirimkan tersebut? Ah sudahlah, aku tak akan memusingkan hal itu. Yang kini aku sadari adalah sikapnya dia yang membuat aku menyadari betapa bodohnya aku!! Aku mengulangi kesalahan yang sama.
Walau aku tidak tahu apa yang ada didalam hatinya, aku bisa menilai dari sikapnya. Saat membaca bbm dia dengan sahabatku. Dia menanyakan dengan cara yang sedikit membuat aku kecewa. Aku menyadari, tidak pernah ada aku didalam hatinya. Dan aku sadar, aku membuat kesalahan (lagi). Karena kejadian itu, aku jadi berpikir mencoba memberitahukan rahasiaku kepada sahabatku. Aku ingin tahu dengan mengirimkan tulisanku. Yang mungkin dianggap dia lebay atau mendrama. Aku mengirimkan 2 tulisanku tentangnya. Dan tanpa perlu aku jelaskan, sahabatku tersebut pasti mengerti. Entahlah, tulisanku tersebut diberitahukan kepadanya atau tidak. Yang jelas, aku menulis itu karena aku tidak bisa mengungkapkan lewat suara. Aku merasakan rasa sakit itu, dan meluapkan emosiku melalui tulisan. Aku suka menulis. Menulis tentang semua yang aku rasakan. Aku tidak perduli, kau menganggap aku lebay, mendrama atau apapun. Yang jelas itu apa yang aku rasakan.
Aku tidak memintamu mengerti, aku hanya ingin menunjukkan padamu itulah perasaanku. Itulah yang aku rasakan. Aku tidak pernah memintamu untuk ikut merasakannya. Saat selesai aku kirimkan tulisanku kepada sahabatku, dia hanya spechless atas apa yang aku rasakan. Dia tidak bisa berkata apa-apa, dan aku yakin diapun mengerti. Kini semua yang aku sembunyikan bukan lagi rahasia. Aku memberitahukan kepadanya dan kepada teman dekatku.
Cinta.. mengapa aku hanya bisa berucap maaf karenamu..
Aku hanya mampu berkata maaf padanya..
Aku hanya takut, aku akan melukai diriku lagi karenamu..
Karena kamu, cinta..
Bahkan disaat aku tidak mencelakainya, aku tetap meminta maaf padanya..
Apakah cintaku selalu disertai kata maaf ?
Maaf karena aku masih mencintaimu..
Maaf karena aku tidak bisa menganggapmu “biasa” saja..
Maaf karena cintaku masih untukmu..
Meski tahun telah berganti, hati ini tetap masih cinta dia..
Meski dia telah berganti-ganti cinta dalam hatinya..
Jika cinta ini salah, maka katakanlah agar berhenti memberinya cinta..
Tuhan, aku serahkan cinta ini kepadamu..
Engkau yang memberikan perasaan ini, dan...
Hanya kepada engkaulah aku mengembalikannya..
Aku pasrahkan, cinta dalam hati ini kepadamu..
Hingga aku terkubur dalam air mata cintanya..
Nanti, disaat aku melepaskan cinta ini kembali kepadamu..


Kamis, 27 feb 2014

Love Always, Rull...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar