Sabtu, 25 Januari 2014

My Shadow Boyfriend



Hujan di luar sana masih saja turun. Aku duduk disisi pojok sudut kamarku, menunggu rintikkan hujan berhenti membasahi halamanku. Entah mengapa aku masih memikirkan dia. “Usssshhhh.. seharusnya nggak usah gue pikirin !”  Aku kembali mengingat kejadian saat istirahat di sekolah tadi. Karena aku adalah anak pindahan sekolah lain, seisi sekolah memperhatikan aku. Sepertinya banyak sekali pertanyaan yang ingin mereka tanyakan kepadaku. Aku sedang berjalan menuju kantin bersama teman satu kelasku, juga teman sebangkuku. Hingga saat aku memasuki kantin, aku terjatuh. Kakiku tersandung sebuah benda yang aku kira itu adalah kursi. Aku salah, ternyata itu salah satu kaki seorang laki-laki yang tak sengaja membuat aku menjadi jatuh. “Huh, kaki siapa sih yang buat gue jadi jatoh gini?” dengan jengkel aku berkata seperti itu. “Uppss sorry yah, aku nggak sengaja.” Kudengar suara pemilik kaki yang membuat aku terjatuh tadi.
Kutatap laki-laki itu, dan ternyata ia adalah kakak kelasku yang kini duduk di kelas tiga. Aku tercengang, seketika suara riuh kantin menjadi tenang. Dan kulihat lambaian tangan di depan wajahku menyadarkan lamunanku. “Hei, kamu kenapa? Sorry yah aku nggak sengaja buat kamu jadi jatoh gini.” Kata laki-laki itu. “aku Ricky. Anak kelas 3 IPA. kamu anak baru pindahan sekolah lain kan?” lanjut Ricky. Aku masih saja terdiam. Tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Dan akhirnya “Emmh itu, aku... aku.. iah, aku Ana. Kelas 2 IPS.” Kukatakan dengan nada terbata-bata. Tak lama kemudian, lonceng berbunyi. Tanda jam istirahat telah selesai. Bahkan aku belum sempat membeli makanan. Terpaksa aku tahan rasa laparku hingga sekolah usai dan kembali ke kelas bersama teman baruku.
“Ya tuhan. Dia itu seperti malaikat yang turun ke bumi hanya untuk bertemu gue! Dan diciptakan hanya untuk bertemu gue.” Sambil senyam-senyum aku melamunkan kejadian tadi di kantin. Bagiku Ricky satu-satunya sosok sempurna yang ada di sekolah ini. Dia tinggi semampai. Memiliki mata indah berwarna coklat dan senyum paling manis yang pernah aku lihat. Dibanding dengan anak laki-laki lain nya di sekolah ini. “Na, loe kenapa? Senyum-senyum sendiri dari tadi?” kata Bella. “he.. he.. nggak apa-apa kok.” Balasku.
“Seharusnya gue fokus sama tugas dari Bu Lina guru bahasa inggris di sekolah. Bukan memikirkan kakak kelas itu. Lagi pula dia kelas 3, sebentar lagi lulus dan nggak akan ada di sekolah lagi. Nggak usah berfikir akan terjadi kisah romansa yang loe impikan selama ini deh Ana ! nggak usah bermimpi !” kukatakan itu di depan cermin di atas meja. Buku-buku sekolahku berantakkan di atas meja belajarku. Hujan masih saja turun. Lagu Taylor Swift yang kini temani lamunanku akan dia hingga hujan berhenti.
                                                                        ***
Semakin lama aku semakin dekat dengan Ricky. Dan selama itu pula aku menjadi semakin mengaharapkan kisah romansa yang ada dalam “bayangan” ku menjadi nyata. Tatapan mata indah nya sulit sekali di hindari. Saat makan bersama di kantin kemarin, mata kami saling beradu. Getar-getar di hatiku semakin terasa. Entah apa yang dia rasa. Samakah seperti apa yang aku rasa selama 1 bulan ini. Ah bodoh! bodoh! bodoh! aku begitu tinggi mengharapkan sesuatu yang aku sendiri pun tak tahu jawaban nya. Cinta . ya apakah Ricky juga cinta kepadaku?
Selama ini aku selalu sendiri. Aku hanya bisa membayangkan bagaimana indah nya hari yang aku lalui bersama kekasihku kelak. Menghabiskan waktu bersama dengan nya dan menceritakan keluh kesahku kepada nya. Melihat indah nya sunset di sore hari bersama. Dan masih banyak lagi yang ingin aku lakukan bersama dengan kekasihku kelak.
Hari ini di sekolah aku bertemu Ricky. “Na, nanti malam kamu ada waktu luang nggak. Kalau ada, kamu mau temenin aku nggak malam ini?” sahut Ricky. “emhh, memang nya mau kemana?” dengan cepat kujawab pertanyaan Ricky. “Ada deh, oke nanti malam aku jemput yah jam 7 tepat.” Balasan Ricky. “oh, oke deh. Sip.” Kataku.
Mau pergi kemana yah nanti malam? Ada apa sebenar nya? Selama 1 bulan ini, baru kali ini Ricky mengajakku keluar. Malam pun tiba, Ricky sudah menungguku 10 menit yang lalu dan duduk dalam ruang tamuku. “Ricky, gue udah siap nih. Mau kemana kita sekarang?” aku keluar kamar dan mengagetkan Ricky yang sedang asik memperhatikan foto-foto yang aku letakkan di atas meja dekat telepon. Sambil tersenyum, Ricky menjawab “Ayo kita berangkat.”
Kami pergi meninggalkan rumahku. Aku menaiki motor vespa unik milik nya. Aneh rasanya menaiki motor ini, namun rasa senangku pergi dengan Ricky mengalahkan rasa aneh ini. Aku tak tahu kemana tempat tujuan kami. Indah nya pemandangan malam ini. Banyak bintang menari-nari di langit sana. Rembulan pun tak mau kalah dengan bintang, ia begitu terang menyinari malam kami ini. Uhhhh.. indah nya malam ini. Terlebih karena aku berada di bawah naungan langit malam ini bersama cinta rahasiaku. Ya, Ricky tak tahu perasaanku untuk nya. Cinta yang hadir pada pandangan pertama kala itu, kini semakin dalam merasuki perasaan ini.
Lamunanku buyar. Aku tak tahu ada tempat seindah ini. Ternyata Ricky mengajakku ketempat yang belum pernah aku datangi. Lampu-lampu berkelap-kelip dengan indah nya. Dan ada 2 kursi yang di hias tak kalah indah dengan kerlipan lampu-lampu mungil itu. Sebucket mawar ada di atas meja itu bersama piring-piring serta gelas yang tersusun rapih. Ricky memberikan tangan nya. Tanda bahwa dia mengajakku menghampiri meja makan. Dengan sambil tersenyum aku menyambut tangan nya dan mengikuti langkah nya. Kami duduk saling berdampingan. Aku merasa tak percaya. Ini mimpi ! ini pasti mimpi ! aku mencubit pipiku dan “awww.. sakit.” Ini nyata. Bukan mimpi.
Kulihat Ricky bediri, dan mengabil sesuatu di balik blazer hitam nya. Secarik kertas putih dibuka oleh nya. Kemudian Ricky membacakan tulisan di balik kertas putih itu...
Dear Ana..
Sejak awal kita bertemu dua bulan lalu, aku tak bisa berhenti memikirkanmu. Tak bisa berhenti mengingat suara cemprengmu. Kau adalah gadis yang berbeda. Kau tidaklah sama dengan gadis yang selama ini aku kenal sebelum aku bertemu kamu. Aku tak bisa memetikkan bintang yang menari-nari dengan indahnya malam ini untukmu. Aku bahkan bukanlah rembulan yang mampu berikan sinar yang begitu indah pada malam ini. Kau adalah rembulan untukku Ana. Kau adalah sinar indah itu, yang selalu menerangi jiwaku dikala aku merasa gelap. Kau selalu ada saat aku sedang kesulitan, kau bagaikan sinar rembulan itu. Kau adalah yang pertama, yang membuat aku merasa sempurna. Tanpamu aku tak ada apa-apanya. Dan saat aku mencoba mengelak akan perasaanku kepadamu, aku tak sanggup. Aku tak mampu membunuh perasaan indah ini. Dan kini aku sadar, tanpamu hidupku akan terasa gelap. Seperti dunia ini, tanpa tata surya yang berada didalamnya, dunia ini mati. Untuk itu, aku ingin mengatakan “Mau kah kamu menjadi kekasih hatiku? Dan selalu menyinari duniaku selama engkau mampu?”.....
Aku tercengang. Aku merasa tak percaya, Ricky yang aku cintai secara diam-diam itu kini menyatakan cinta nya. Kata-kata yang ia rangkai untukku begitu indah. Aku tak percaya. Tapi ini adalah nyata. Mataku berbinar-binar. Senyumku semakin lebar. Tak kusangka air mataku jatuh membasahi pipiku. Hal yang selama ini aku impikan kini menjadi nyata. Indah. Sungguh hal terindah yang aku rasakan kini. “Ricky, ini sungguh nyata? Ini sungguh indah. Tak pernah aku menyangka hal ini terjadi malam ini.” Lalu aku berjalan mendekati Ricky dan memeluknya. Aku menangis dalam pelukkan nya. “Aku mau menjadi sinar untuk duniamu Ricky. Aku mau...”
Kami sama-sama tersenyum. Kini Ricky bukanlah temanku lagi, ia adalah kekasihku. Setelah dia membacakan surat itu, lalu dia memberikan sebucket mawar merah untukku. Malam ini aku sangat bahagia. Ini adalah malam terindah yang pernah aku lewati. Kisah romansa indah yang selama ini hanya ada dalam bayanganku, kini menjadi nyata. Betapa bahagianya aku malam ini. Kulihat sekelilig tempat aku berdiri kini. Sungguh indah dan tak ingin berhenti tersenyum rasanya. Lalu kami makan bersama dan aku menceritakan isi hatiku kepada Ricky juga. Ricky terkejut saat mengetahui kalau aku yang cerewet ini pandai membuat puisi. Puisi yang aku buat berdasarkan kisah nyata yang terjadi dalam hidupku. Entah dikala aku sedang sedih maupun senang.
Puisi untuk Ricky, yang kini menjadi kekasihku.
Bayangmu..
Bayanganmu akan selalu menemaniku..
Entah dikala aku sedih, maupun dikala aku bahagia..
Kau berikan aku sebuah ketenangan saat bayanganmu benar-benar nyata tertanda hadirnya dirimu didekatku..
Terima kasih, hadirnya bayangmu saja sudah cukup membuat aku bahagia..
                                                                        ***
Sudah 8 bulan aku menjalani hubungan ini bersamanya. Hari-hari sepiku telah berubah. Aku si gadis cerewet kini tak kesepian. Dengan cara menjadi cerewet itulah aku menutupi kesepianku. Tak ada yang mengetahuinya hingga saat ini. Bahkan kekasihku Ricky juga tak mengetahuinya. Aku tak ingin orang yang aku sayangi mengetahui “derita” aku waktu itu. Biarlah aku dan tuhan yang mengetahuinya. Aku bahagia memiliki Ricky. Aku bahagia bisa bersama dengan seseorang yang aku cintai. Aku sangat bersyukur kepindahan aku ke sekolahku kini bisa memberikan kebahagiaan dan cinta untukku.
Aku belum memberitahukan teman sebangku aku di kelas yang kini menjadi sahabatku. “Bella, ada yang mau gue ceritain sama loe.” Sambil memandng wajah bella. “kenapa na, cerita aja.” Jawab Bella, “gini na, selama ini gue udah jadian sama kakak kelas kita anak kelas 3 IPA, kak Ricky. Sorry gue nggak ngabarin berita gembira ini sama loe 8 bulan yang lalu. Sorry banget ya bel, maafin gue pleaseeee...” sambil memelas aku ceritakan semua yang terjadi kepadaku dan Ricky kekasihku. “Whattttt !!! apa na? Loe nggak salah ngomong kan? Loe nggak bercanda kan?”.
Aku heran dengan ekspresi Bella. Mengapa dia bisa berkata seperti itu !. “gue nggak bercanda bel, gue serius. Memang ada apa?” kujawab dengan serius. “Na, Ka Ricky itu udah meninggal. Dia meninggal tepat saat loe masuk ke sekolah ini.” Jawab Bella.
“Apa!!!! Loe bercanda kan bel, loe pasti bercanda. Buktinya semalem gue abis jalan sama Ricky. Gue masih sama-sama bareng dia. Keterlaluan loe bel ! kalau loe nggak percaya, gue bisa tunjukkin foto-foto gue bareng Ricky selama gue jalan sama dia. Jahat loe bel !!!” dengan marah aku mengatakan itu, lalu aku menunjukkan foto-foto aku bersama dengan Ricky. Aku terdiam. Sama kaget nya dengan Bella yang kuberitahukan tentang Ricky dan aku. Aku melihat foto kami berdua. Tapi nyatanya hanya ada aku sendiri dalam foto itu. Ricky tidak ada. Aku coba lihat foto yang lain nya, dan hasil nya sama. Tak ada satu pun Ricky dalam foto-foto kami. Lalu selama ini aku dengan siapa? Berjalan dengan siapa? Siapa?
Bella memberitahukan aku semuanya tentang Ricky. Ricky memang idola di sekolah. Banyak yang menyukainya. Tapi ia tak menyukai gadis-gadis di sekolah yang selalu memberikan perhatian berlebihan kepadanya. Ada salah satu gadis yang selama ini Ricky perhatikan, namun cintanya terhadap gadis itu belum tersampaikan. Di saat perjalanan ingin menjemput gadis itu, Ricky mengalami kecelakaan. Hingga akhirnya Ricky belum sempat memberitahukan perasaan nya kepada gadis itu. Dan yang membuat aku lebih kaget lagi, sebenarnya Ricky ingin menyatakan cintanya kepada gadis itu ditempat yang sama, tempat Ricky menyatakan cintanya kepadaku. Aku menangis, ternyata Ricky selama ini hanya “My Shadow Boyfriend”. Hanya pacar bayanganku saja yang tak pernah nyata. Selama 8 bulan ini aku memiliki pacar bayangan. Pacar bayanganku yang tak pernah nyata. Apakah aku sudah gila? Aku ceritakan semua yang aku lalui bersama Ricky kepada Bella. Sungguh shock aku mendengar jawaban dari ceritaku, ternyata aku mirip dengan gadis yang Ricky cintai.
Cerita Bella di  sekolah tadi membuat aku kembali menjadi diriku yang seperti dulu. Aku kesepian. Namun ada satu hal yang ingin aku katakan untuk pacar bayanganku, Ricky aku sungguh mencintaimu tulus. Walau kau hanya pacar bayanganku saja, setelah aku ketahui semua kenyataan tentangmu. Ingat puisi yang aku tulis untukmu? Ternyata itu hasrat nyata hatiku selama ini mengenalmu, yang memang terjadi dalam dunia nyataku. “Bayangmu” memang akan selalu membuat aku bahagia. Membuat aku tersenyum. Aku masih ingat kata-kata terakhir yang kamu bacakan di kertas putih malam itu. ( Untuk itu, aku ingin mengatakan “Mau kah kamu menjadi kekasih hatiku? Dan selalu menyinari duniaku selama engkau mampu?” )  Maaf Ricky, aku hanya mampu mencintaimu hanya 8 bulan saja.
Karena aku sadar, kamu tidaklah nyata. Namun rasa cintaku untukmu bukan hanya sekedar “Bayang Semu” melainkan tulus dan nyata. Aku dapat merasakan nya. Dan aku pun percaya, kau sudah mengatakan semua isi hatimu walau bukan kepada gadis yang kamu cintai itu melainkan kepadaku. Kisah yang kita lalui selama 8 bulan terakhir, adalah kisah romansa paling indah dalam hidupku. I love you, although you’re just My shadow boyfriend. Thank you for everything Ricky, my shadow boyfriend.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar