Hai, kau terbang hampiri malamnya yang kelam.
Terbang sekian kilometer menyusuri malam yang panjang.
Hingga akhirnya, kau terhenti disatu mawar layu itu.
Memenuhi kelopak hatinya dengan cahaya kebahagiaan.
Cahayamu menerangi gelapnya malam malam panjang.
Kau hapus gelisah gelisah dalam gelapnya sekeliling.
Namun kau singgah bukan untuk selamanya,
Kau kembali mengembara menerangi mawar mawar lain.
Akankau kau kembali?
Sang Kunang kunang di langit malam.
Jakarta. 18 Agustus 2018.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar