Rabu, 14 Maret 2018

Kepergianmu


Apa kabarmu hari ini?
Sudahkah kau makan? Kalau ya, apakah yang kau makan?
Makanan terakhir yang kuberi untukmu adalah sepotong ikan tongkol yang besar.
Aku tak memiki perasaan apapun sebelum kepergianmu minggu lalu.
Terakhir kali pertemuan kita pada malam terakhir aku memberikan sepotong tongkol itu.
Aku tidak pernah merasakan kerinduan yang begitu dalam terhadap binatang apapun, kau yang pertama.
Aku rindu melihatmu menyambut diriku ketika aku baru pulang kerja.
Aku rindu belaian kepalamu dikedua kakiku.
Pantas saja, kau yang selama ini tidak pernah menggigitku (mengajak bermain), beberapa kali melakukan itu.
Aku bersamamu satu tahun yang lalu, ketika aku baru menyelesaikan kontak kedua ditempat kerjaku terdahulu.
Sejak saat itu, aku selalu berbicara denganmu. Berbicara tentang apapun, meski kau tidak mampu menjawab kalimatku.
Sejak saat itu, kau selalu menemaniku, menghampiriku, menungguku, mengikuti kemanapun aku melangkah.
Kau sambut aku dengan tatapan polosmu?
Ingin rasanya aku mencaci orang yang telah membunuhmu, menabrakmu dan meninggalkan jasadmu tanpa menguburmu.
Dan aku pun baru mengetahui kepergiamnu setelah kau dikuburkan.
Aku rindu, aku tak memiliki tempat tuk bercerita lagi, kucing yang selalu setia menungguku.
Malam ini, pertama kalinya aku menangis karena binatang.
Merindukan suaramu, sosokmu, tidak ada lagi sosok yang selalu ada untukku. :(
Semoga kita kan kembali berjumpa disurga Nya.
Setiap kali kulihat, kudengar suara auman kucing disekitarku, benakku teringat akan dirimu.
Bila kau bertemu orang-orang yang telah mendahuluiku ke surga, kutitip rindu untuk mereka dan kuharap mereka disana menjagamu.


Bekasi, 14 Maret 2018.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar