Minggu, 31 Januari 2021

Percakapan Tengah Malam

Denting jarum jam yang bedetak.
Suara kodok mengalun tak kenal lelah.
Heningnya malam... gigil yang semakin menusuk dipetengahan malam.
Disana, dia bersandar pada keheningan mendengarkan cerita anehku yang kesepersekian.
Disini, aku menatap langit-langit kamar gulitaku dan bercerita lalu banyak bertanya dengan penuh tanya tentang keanehan yang sama-sama kami miliki.
Tidak ada yang lebih menyenangkan saat menetertawakan dia di percakapan tengah malam itu. Hahaha...
Masih teringat jelas perihal penyebutan kebun disebelah rumah dan dendangan suara kodok yang membersamai.
Lucu.
Segala macam topik telah diperbincangkan.
Sebentar hening... sebentar mencari, apakah disana matanya masih terjaga.
"Hey..."
"Hey..." jawabnya. Dia masih terjaga.

Sebenarnya aku lebih suka mendengarkan, lebih suka menerima cerita dibanding harus bercerita. Sebab dengar mendengarkan teman-temanku bercerita, aku bisa mendapatkan pelajaran sekaligus bisa memberikan pendapat yang mungkin bisa sedikit menenangkan hati mereka diwaktu yang bersamaan.
Tapi kali ini, aku banyak bicara.
Dalam percakapan tengah malam yang tanpa direncanakan, aku menjadi belajar berbicara dengan cara terbaikku untuk bisa menyampaikan apa yang ingin aku utarakan.
Kehidupan sehari-hariku, film favoriteku, hal yang aku sukai dan tidak aku sukai, bahkan hal remeh temeh lain nya yang aku ceritakan dengan nya.
Dia memahami aku.
Dan aku pun bisa memaham dia.
Aku bertanya pada dia, "Aku aneh ya?".
Dia pun menjawab, "Aku juga aneh. Kita sama-sama aneh".
Pecakapan tengah malam itu berakhir tiga jam kemudian. Dia menghabiskan waktu dan menahan kantuk untuk bisa mendengar dan bercerita denganku.
Mungkin jika percakapan itu berakhir sedikit lebih lama, kami masih akan berbicara hal absurd lain nya.
Dan kalimat terakhir yang aku dengar dalam penutupan percakapan itu adalah "Dadah..." suara yang dikeluarkannya dengan berbisik.

Akhir Januari, 31.01.21
-N.P

Tidak ada komentar:

Posting Komentar