Pernahkah kalian meminta kepada seseorang untuk tetap tinggal disisimu?
Kalau iya, bolehkah aku meminta seperti itu juga kepada dia?
Seseorang yang kehadiran nya dulu pernah aku hindari namun Tuhan kembali mempertemukan aku dengan dia, dan kali ini aku tidak bisa menghindari nya lagi.
Awalnya, sebab aku menghindari dia pertama kali adalah aku sedang menata hatiku yang tengah terluka. Pada saat itu aku enggan mengenal orang baru, hatiku merasa lelah karena melewati fase yang sama dan selalu berakhir terluka sebab aku selalu mencintai sendirian. Kenal, dekat, kemudia ada rasa, lalu selalu berakhir terluka. Itulah yang membuatku sangat lelah. Dan aku butuh waktu untuk bisa menata hatiku kembali agar bisa menerima orang baru.
Disaat aku mau membuka diri lagi, disaat itulah dia kembali datang lagi untuk menyapa. Aku berkata kepada diriku, "Tidak apa-apalah Rull coba memperbanyak teman. Banyak teman, banyak pengalaman. dan bisa menambah silaturahmi juga. Banyak teman lebih baik dibanding banyak musuh bukan?".
Seiring berjalan nya waktu, aku mengenal dia, mengetahui sifatnya walau belum sepenuhnya. Secara garis besar dia sama denganku. Kami menyukai genre film yang sama, kami sama-sama sensitif dan melankolis, sama-sama aneh, sama-sama lebih suka mendengarkan dibanding bercerita, sama-sama suka tidur diwaktu luang saat jam istirahat waktu bekerja dibandingkan bercerita kepada kawan sekantor, sama-sama moody-an, hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Mengenal dia, aku suka. Sebab dengan dia, aku merasa nyaman. Aku merasa "ada". Aku merasa selama ini hal yang tidak pernah aku temukan diorang lain, aku menemukan nya dalam dirinya. Aku yang aneh ini, yang selalu merasa negatif thinking, saat mengenal dia, dia selalu berusaha membuatku menjadi positif person. Aku bisa menceritakan segalanya kepada dia. Kelelahanku saat bekerja, yang selama ini aku rasakan sendiri, bisa aku curahkan kepada dia.
Hingga pada akhirnya, ada rasa tak biasa dalam hati ini. Ketika merasakan ketulusan yang dia berikan untukku walau hanya sebatas perhatian yang orang lain akan menganggap ini biasa. Tapi bagiku, ketika aku merasakan kalimat yang dia tuliskan untukku hingga membuat air mataku mengalir, dan aku mendengar degupan dalam dadaku begitu jelas, disaat itulah aku sadar, aku telah memiliki rasa terhadapnya. Aku Jatuh Cinta pada dia.
Tuhan, bolehkan aku meminta agar dia yang menjagaku selama sisa hidupku.
Tuhan, ijinkanlah aku untuk bisa mengenalnya lebih jauh lagi.
Tuhan, aku sayang dia....
Tuhan, dialah lelaki yang selama ini aku butuhkan. Bolehkah aku terus dekat dengannya, dan berikanlah keridha an Mu untukku.
Tuhan, engkaulah pemilik dia, aku hanya bisa meminta kepadamu... Selainmu, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya engkaulah yang mampu menggerakkan hati nya, sisipkanlah cinta dalam hatinya untukku.
Tuhan, jaga dia... aku rindu padanya.
"Dear Di, bolehkah aku meminta agar kamu tetap disini. Disisiku, dan jangan pergi..?"
Hujan di Febuari, 14. 2021.
-N.P
Tidak ada komentar:
Posting Komentar